Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Gengsi


Gengs kalau kalian suka sama kisah Jonathan gasnkomen dong


“Apa itu sakit?” tanya Jonathan.


“Jonathan, kau ini jangan berlaga bodoh. Mana mungkin aku tidak sakit saat punggungku diperban seperti ini," jawab Shakira dia meliukkan tubuhnya ke samping karena merasa kaku dan nyeri secara bersamaan.


Jonathan menahan tawa saat melihat Shakira seperti ini, rasanya kerinduannya terbayar. Dia sungguh rindu dengan omelan Shakira.


“Kau ini bisa-bisanya senyum-senyum begitu, tanpa melihat keadaanku sekarang," Jawab Shakira ketika Jonathan tersenyum seorang diri.


Jonathan berusaha menahan tawanya dia pun bangkit dari duduknya, kemudian dia mengelus lembut bahu Shakira yang terasa nyeri. “Aaaa.” Tiba-tiba Shakira meringis saat Jonathan mengelus bahunya.


“Jo, kau membuatku sakit!” teriak Shakira wanita itu berteriak sangat keras, membuat Jonatan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam, sedari tadi Shakira ingin sekali berbaring rasanya begitu mengantuk, tapi dia tidak bisa karena punggungnya begitu nyeri. Al- lhasil dia hanya duduk dan menyandarkan tubuhnya ke tubuh Jonathan.


Jika kalian pikir Shakira berhenti menggerutu. Tentu saja tidak, karena faktanya sedari tadi Shakira terus mengomeli Jonathan, wanita itu membayangkan mereka akan kembali bertemu dalam suasana yang haru, penuh cinta dan penuh kerinduan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, dia malah harus berakhir di rumah sakit.


“Shakira, jika kau terus mengomel kau akan terus merasakan sakit,” ucap Jonathan rupanya Jonathan sudah tidak sanggup menerima omelan dari Shakira lagi, hingga dia berbicara demikian. Namun bukannya diam shakila malah kembali meradang, dia bahkan menegakkan tubuhnya lalu kembali meringis.


“Kau menyalahkanku? Ini kan salahmu dan ....”


“Ia ... Ia ini salahku." Dengan cepat Jonathan langsung merangkul pundak Shakira, urusan dengan wanita memang tidak akan selesai dengan mudah. Jonathan merasakan ngantuk yang luar biasa begitupun dengan Shakira, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak dan mereka hanya bisa tertidur dengan posisi duduk.


Satu minggu kemudian


Ini sudah satu minggu berlalu Shakira dirawat di rumah sakit, dan pada akhirnya cedera di punggung Shakira sudah membaik, bahkan Shakira sudah tidak memakai penyangga dan juga perban.


Selama seminggu ini, Jonathan tidak pernah absen menemani Shakira di rumah sakit. Selama seminggu ini, omelan Shakira tidak berhenti. Jika ada waktu yang senggang wanita itu terus mengomeli Jonathan sedangkan Jonathan sepertinya sudah menebalkan kupingnya.


“Apa kau sudah membayar biaya rumah sakitnya?” tanya Shakira ketika Jonathan masuk ke dalam ruang rawatnya.


“Hmm, aku sudah membayarnya. Beruntung aku kemarin sempat menukar mata uang," kata Jonathan, dia mendudukkan diri di kursi hingga kaki Shakira berhadapan dengan dada Jonathan.


jantung Shakira berdebar dua kali lebih cepat ketika Jonathan menatapnya intens, apalagi tangan Jonathan sekarang sedang mengelus pipinya dan dia hanya mampu tertunduk.


“Apa sudah tidak sakit lagi?” tanya Jonathan.


“Jika masih, apa kau akan mengulanginya lagi?” Shakira balik bertanya.


“Aku sudah menjadwalkan kepulangan kita besok, kau tidak keberatan kan kontrakmu juga sudah berakhir dua hari kemarin,” kata Jonathan Syakira mengangguk-nganggukan kepalanya.


berapa hari kemudian


Saat ini Jonathan dan Syakira sedang berada di bandara Afrika, mereka akan pulang ke Rusia dan setelah mengurus hal lain akhirnya Jonathan dan Syakira pun menaiki pesawat.


Saat berada di pesawat, Jonathan terus menggenggam tangan Shakira, sesekali dia menciumnya tangan Shakira. Kini perasaan Shakira berbeda dengan beberapa hari lalu, di mana kali ini dia terlihat malu-malu. Padahal saat di rumah sakit ia terus mengomeli Jonathan


‘Seharusnya aku merasakan perasaan seperti ini saat pertama kali berjumpa.’ Batin Shakira yang merasa salah tingkah ketika tangannya terus digenggam oleh Jonathan. ‘Ah sudahlah.”


Setelah melewati perjalanan yang sangat melelahkan, akhirnya pesawat yang ditumpangi Shakira dan Jonathan mendarat di bandara Rusia, dan mereka pun sudah dijemput oleh sopir dan lama mengantarkan mereka ke mansion karena Shakira memutuskan untuk tinggal di mansion kedua mantan mertuanya, tentu saja itu karena perintah Gaby dan Nael


Beberapa hari kemudian


Shakira keluar dari kamar, wanita itu merasakan haus, sekitar mansion tampak sepi, karena waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 malam


Saat akan pergi ke dapur, Shakira melihat siluet orang yang sedang berada di gereja hingga dia pun jalan pelan ke arah gereja yang ada di samping mansion yang terhubung dengan pintu dapur. Shakira tersenyum ternyata yang berada di gereja adalah Jonathan.


Namun senyuman Shakira luntur kala mengingat sesuatu. Ini sudah beberapa hari Syakira kembali ke Rusia. Tapi ada yang menganjal di hati wanita itu, karena sampai sekarang Jonathan belum membicarakan tentang apa hubungan mereka ke depan..


Padahal di dalam diri Shakira, dia ingin mendengar ajakan Jonathan entah itu kembali ataupun apapun. Tidak mungkin dia berbicara secara blak-blakan, dia juga terlalu gengsi untuk bertanya tapi tak dipungkiri dia ingin kepastian apalagi dia seorang wanita


Jonathan yang sedang berdoa langsung menoleh ketika merasa ada yang memperhatikannya, ternyata benar saja yang memperhatikannya adalah Shakira.


Jonathan bangkit dari duduknya, hanya saja Shakira sepertinya belum menyadari kehadiran Jonathan. “Jo, kau mengetkanku,” ucap Shakira ketika Jonathan meniup wajahnya.


Jonathan tertawa. “Kenapa belum tidur?” tanya Jonathan, dia merangkul bahu Syakira kemudian mengajak Shakira untuk keluar dari area gereja.


“ Jo kenapa kau mengajak aku ke kamarmu?” tanya Shakira, Jonatan terkekeh kemudian dia melihat ke sana-kemari. Lalu setelah itu dia menarik tangan Shakira untuk masuk.


”Jo-jo. Kau mau apa?” tanya Shakira dia membulatkan matanya ketika Jonathan membuka pakaiannya hingga kini lelaki itu bertelanjangd dada.


Jonathan tidak menjawab. Dia malah mendorong tubuh Shakira, hingga Shakira terjatuh di ranjang dan setelah itu dia mendorong lembut tubuh Shakira hingga kini, Shakira telentang di ranjangnya, dan dengan cepat dia menindihh tubuh Shakira.


”Jonathan Kau mau apa?" tanya Shakira Jonatan tidak menjawab ia malah mencekall lengan Shakira.


”Jonatan kenapa kau tidak bisa berpikir jernih. Kau baru saja berdoa, lalu kenapa kau melakukan hal mesumm. Diamu tidak akan terkabul nanti." Shakira seperti menceramahi anak kecil.


Jonatan ....