
“Nael, Tolong dengarkan aku. Nael aku memberi tahukanmu, bukan memintamu untuk bertanggung jawab. Aku juga tidak ingin menikah dengan siapapun lagi, Aku hanya ingin memberitahukan padamu bahwa aku mengandung anakmu. Setidaknya, kau tahu bahwa kau memiliki anak walaupun kita tidak akan bertemu lagi.” Gabby menghentikan ucapannya, lalu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
“Nael, kau tenang saja. Aku tidak akan meminta pertanggungjawabanmu, karena aku akan membesarkan kedua anakku sendiri.” Hati Gaby terasa pedih dan sesak, saat melihat Nael menghela nafas lega ketika mendengar ucapannya.
Ia memang sudah tahu, Nael tidak akan mau bertanggung jawab padanya dan ia pun tidak membutuhkan pertanggungjawaban Nael. Tapi melihat ekspresi Nael secara langsung, ternyata benar-benar menyakitkan. Saat ini, Gabby benar-benar ingin menangis. Ternyata, sangat menyakitkan ketika ayah dari anaknya tidak menginginkan anak yang sedang ia kandung.
•••
Gabby dan Nael masih sama-sama terdiam. Setelah mengatakan bahwa Gabby hamil, dunia Nael seakan berhenti berputar, darah seakan berhenti mengalir di tubuhnya.
Sedari dulu saat ia menginjak dewasa, Ya paling tidak suka anak kecil, dan ia sudah bertekad Jika ia menikah ia tidak ingin mempunyai anak, dan ingin menghabiskan waktu bersama istrinya.
Tapi sekarang, Gabby datang dan memberitahukan bahwa dia hamil anaknya. Tapi tak lama Nael menghela nafas saat mendengar Gabby tidak akan meminta pertanggungjawaban darinya.
karena walau bagaimanapun ia tidak akan bisa menikahi Gabby karena ia tidak mencintai Gabby apalagi Gaby dalam keadaan mengandung. Ia hanya ingin menikah dengan wanita yang ia cintai.
Nael tersadar, kemudian ia menatap Gabby. “Gabby, Aku ingin menegaskan sesuatu padamu,” ucap Nael, Gabby pun mengangguk. Ia berusaha tersenyum, walaupun hatinya begitu remuk.
“Pertama, Ya. Aku percaya itu anakku. Tapi seperti yang kau tahu, dari awal aku pernah bilang. Bahwa aku tidak ingin mempunyai anak dengan siapapun. Anak itu ada, karena kau yang memaksaku untuk tidak memakai pengaman dan ....”
“Nael, sudah kubilang aku tidak meminta pertanggungjawabanmu. Aku juga tidak ingin menikah denganmu atau dengan siapapun. Saat aku memintamu tidak memakai pengaman. Aku hanya ngin memiliki anak dan ingin hidup dengan anak-anakku saja. Jadi kau tidak perlu terbebani oleh apapun, dan aku rasa, ini pertemuan terakhir kita. Aku memberitahukan ini ini siapa tahu saat anak-anak aku nanti dewasa dan mereka menikah kau bersedia mengantarkan mereka ke Altar, karena kau adalah ayahnya.”
Tiba-tiba, Gabby memotong ucapan Nael, karena ia tidak sanggup mendengar lagi ucapan Nael yang terus menyalahkannya. Toh, sedari awal aku memang tidak meminta pertanggungjawaban darimu.”
Tiba-tiba, Gabby bangkit dari duduknya. Kemudian menatap Nael hingga tatapan kedua Insan itu saling beradu pandang. Nael yang tadinya ingin mengajak Gabby berlibur, keinginannya langsung hilang dalam sekejap saat mengetahui bahwa Gabby sedang mengandung.
“Nael, jangan menjadikan ini beban.Dari awal akulah yang bersalah. Sedari awal, kita hanya orang asing dan kini dan pada akhirnya kita akan kembali menjadi orang asing lagi. Jila anakku lahir, aku juga tidak akan memberitahukan pada mereka bahwa kau adalah ayahnya. Jadi kau tidak perlu khawatir mereka mencarimu di kemudian hari. terima kasih dan selamat tinggal.”
Gabby berbalik, kemudian tangisnya mulai luruh. Ia mengabaikan tatapan orang-orang yang melihatnya. Sedangkan Nael masih terdiam
Haloo gengs, udah 4bab. Tinggalin komen gengs. Kalian pasti tidak menyangka Nael Kan seperti ini ahahhahahaha. Ga boleh ada yang protes. Ikutin aja alurnya, entar kalau aku datuin Gabby sama Nael tamat dong hahahah
Gas komen gengs