Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Membalas pelukan


satu bulan Kemudian


Inili sudah satu bulan berlalu, di mana Nael menculik kedua putrinya. Sikap Laura sama seperti sebulan lalu, ia selalu berpura-pura membenci Nael di depan Naura dan selalu bersikap ketus di depan saudara kembarnya karena tidak ingin Naura memusuhinya.


Sedangkan sikap Naura pada Nael ada perubahan..Semenjak Nael menyelamatkannya di kolam renang. Naura sudah tidak lagi menatap Nael dengan ketus, ia selalu menjawab pertanyaan Nael walaupun jawabannya Nael hanya jawaban singkat. Tapi, Nael cukup bersyukur, setidaknya Naura tidak menutup diri lagi padanya.


bahkan, Naura sudah berani meminta tolong padanya, walaupun hanya sekedar meminta tolong hal yang sederhana, ia mengerti apa yang dirasakan Naura sebenarnya, Dan Nael tau, sebenarnya Naura ingin berinteraksi dengannya. hanya saja, gadis itu terhalang gengsi, itu sebabnya Naura selalu berpura-pura meminta tolong.


Waktu menunjukkan pukul 2 siang, Nael keluar dari tempat gym. Ia sudah lama tidak berolahraga. Zaat kedua putrinya sedang tidur siang. Ia memutuskan untuk pergi ke area gym yang ada di bawah, setelah keluar dari area gym Nael langsung naik ke atas untuk melihat kedua putrinya.


Pintu terbuka, Nael mengerutkan keningnya saat melihat kamar yang ditempati oleh kedua putrinya kosong. “Naura ... Laura!” Panggil Nael. “Laura ... Naura!” Nael berteriak memanggil nama kedua putrinya.


Seketika rasa panik menjalar dalam diri Nael, karena kedua putrinya tidak ada di manapun


Secepat kilat, Ia berlari dan ia memanggil para pelayan untuk mencari kedua putrinya.


Satu jam berlalu, putrinya tidak ada dimanapun. Area Vila sudah selusuri seluruhnya. Namun, Laura dan Naura masih belum diketemukan.


Keringat dingin membasahi seluruh tubuh Nael, jantungnya berdebar dua kali lebih kencang dan Ia baru teringat sesuatu. Kenapa ia tidak melihat ke ruang kontrol CCTV.


Dengan cepat, Nael pun segera berlari ke atas dan melihat tayangan yang ada di depan kamar kedua putrinya. Nael ngutak-ngatik layar yang ada di depannya, mata Nael membulat saat melihat Laura dan Naura keluar dari kamar. Ternyata, putrinya hanya pura-pura tertidur dan berarti itu sudah 2 jam berlalu Laura dan Naura meninggalkan villa.


Wajah Nael sudah memucat, lutut dan tubuhnya, sudah lemas. Darah seakan berhenti mengalir seluruh tubuhnya saat Laura dan Naura belum juga di temukan.


“Bagaimana apa kalian menemukan Laura dan Naura?” tanya Nael saat orang -orangnya kembali ke Vila. Orang-orang itu ia tugaskan mencari Laura dan Naura di area jalan yang menuju ke Vila.


“Maaf, Tuan. Kami dak menemukan kedua nona kecil di manapun,” ucap salah satu anak buah Nael. Hingga tiba-tiba tubuh naik ambruk ke bawah.


“Tuan, anda Tidak apa-apa?” tanya salah satu anak buah Nael. Ia membantu Nael untuk berdiri.


“Tuan Apa Anda sudah mencari ke area pantai?” Seketika Nael mengangkat kepalanya Benar ia belum mencari kedua putrinya ke arah panta. Tanpa menjawab ucapan orang-orangnya, Nael pun berlari ke arah pantai.


Ia berlari dengan kencang, beberapa kali ia hampir terjatuh. “Laura ...Naura!” Panggil Nael. Setelah cukup jauh berlari, Nael menghentikan langkahnya, kala melihat kedua putrinya sedang berjalan dengan bergandengan tangan.


Rupanya kedua gadis kecil itu sedari tadi bermain di pantai, mereka pergi ke pantai karena mereka merasa bosan dan sekarang mereka berniat untuk pulang.


Saat melihat Laura dan Naura. Nael kembali berlari, ia langsung menghampiri Laura dan Naura dan setelah dekat dengan kedua putrinya Nael, langsung memeluk Laura dan Naura begitu erat, membuat Laura dan Naura terpaku Apalagi Nael menangis sesenggukan. Dan itu mampu menggoyahkan pertahanan Naura. Perlahan, Naura menggerakkan tangannya untuk membalas pelukan Nael begitupun Laura.


Gas komen gengs, biar semangat.