Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Doa seorang Gabby


“Ya, Daddy pasti akan membantu kalian dan Daddy janji, besok Daddy akan datang seorang diri tanpa Mayra,” kata Gabriel. Seketika wajah Naura berbinar. Ia menatap Gabriel dengan penuh harap. “Benarkah,.benarkah besok Daddy bisa membantu kami?” tanya Naura dengan tak percaya, Gabriel pun menangguk.


“ Terima kasih, Daddy!” Naura langsung berhambur memeluk Gabriel dan Gabriel mengelus punggung Naura, sedangkan Gabby memalingkan tatapannya ke arah lain, karena tak sanggup menahan tangisnya.


2 jam berlalu, Naura sudah kembali tertidur setelah Gabriel menimang-nimang Naura, dan setelah menidurkan Naura, Gabriel langsung kembali berjalan ke arah brangkar yang di tempati Gabby.


“Gabriel, pulang lah ini, sudah larut sekali!” kata Gabby. Namun, Gabriel menggeleng. “Tidak, aku ingin menemanimu di sini," jawab Gabriel.


“Pulanglah, kau juga besok harus menjemput Grisya bukan ke bandara?” titah Gabby, karena memang putri pertama Gabriel besok akan tiba setelah berlibur dari luar negeri.


Gabriel tampak berpikir. “Tidak apa-apa, aku ingin menemanimu di sini,” kata Gabriel lagi yang ingin menemani Gabby.


“Gabriel!” kali ini Gaby memanggil Gabriel dengan nada tak ingin dibantah, pertanda Gabby tidak ingin ditemani oleh Gabriel. Gabriel menghela nafas kemudian menghembuskannya. “Baiklah-baiklah, aku pulang!” kata Gabriel.


••••


Waktu menunjukkan pukul 2 pagi, Gabby yang masih belum bisa memejamkan matanya, Perlahan, ia bangkit dari berbaringnya kemudian ia mendudukan dirinya. Hingga kini, posisinya duduk sambil memanjangkan kaki nya ke depan.


Gabby menyatukan kedua tangannya, kemudian mengepalkannya. Lalu setelah itu, menyimpan tangannya di bawah dagu.


“Tuhan, Aku tidak pernah menuntut apapun. Aku tidak pernah mengeluh tentang apapun. Aku tidak pernah menyesali apapun yang terjadi di hidupku. Tapi kali ini, bolehkah aku meminta sesuatu padamu. Tuhan, aku mohon panjangkan umurku, berikan aku kesehatan seperti sedia kala, agar aku bisa menemani kedua putriku tumbuh, karena mereka tidak mempunyai siapapun lagi selain aku.”


Malam ini Gabby berdoa dengan berderai air mata. Rasanya begitu Menyakitkan, ketika membayangkan putrinya akan terlantar Jika dia kalah melawan penyakit leukimia yang dideritanya. Gabby menghapus air matanya, kemudian ia menyalakan tv. Lalu memulai menonton televisi hingga akhirnya kantuk menyerang Gaby.


••••


keesokan harinya


Laura dan Naura melihat-lihat barang-barang di di depannya, mata mereka berbinar saat melihat boneka-boneka yang berjejer. Saat ini, Laura dan Naura sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan dan didampingi oleh Stella, pengasuh Laura dan Naura.


Gabby sengaja menyuruh Stela untuk mengajak Laura dan Naura pergi ke mall, membeli mainan agar Laura dan Naura tidak terlalu larut dalam kesedihannya.


“Laura, bukankah itu paman Jeremy!” ucap Naura. Ia berbicara dengan semangat, ketika melihat Jeremy.


“Memangnya kenapa!” kata Laura yang heran dengan ekspresi Naura


“Ayo kita menghampiri pamqn Jeremy!” ajak Nuara. Namun, Laura menggeleng.


“Naura kau tidak boleh begitu. Bisa jadi paman Jeremy sedang bersama temannya atau sedang bersama keluarganya!” kata Laura lagi membuat Naura seketika terdiam.


Jeremy yang sedang menunggu makan siangnya menoleh ke arah luar, kemudian ia menyipitkan matanya saat melihat Ada Laura dan Naura. Hingga ia bangkit dari duduknya.


“Luara ... Naura!” Panggil Jeremy membuat Laura dan Naura menoleh..


“Hai, paman,” sapa Laura dan Naura secara bersamaan, mereka menunduk hormat pada Jeremy, membuat Jeremy tersenyum karena sikap kedua anak di depannya begitu sopan.


“Apa Kalian sedang berjalan-jalan?” tanya Jeremy.


“ Ya, Tuan. kami sedang berjalan-jalan.” kali ini Stella yang membalas ucapan Jeremy.


“ Apa kalian sudah makan siang?” tanya Jeremy, Naura menggeleng sedangkan Laura menggangguk membuat Jeremi tersenyum.


“ Ayo makan bersama bersama paman!” ajak Jeremy.


“Apakah paman tidak keberatan?” kali ini Laura yang bertanya. Jeremi menggeleng, ia mengajak Laura dan Naura untuk masuk, dan dia juga mengajak Stella untuk bergabung bersama.


Nael terdiam saat melihat adegan di depannya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat kedua putrinya dan pengasuh putrinya sedang makan bersama seorang lelaki. Saat ini, Nael baru saja masuk ke dalam restoran yang sama dengan Jeremi dan kedua putrinya, dan dia langsung menghentikan langkahnya, saat melihat kedua putrinya terlihat akrab bersama lelaki lain


Gengs, jangan nebak-nebak alurnyaya. Pokoknya kalian tinggal baca aja woke.


Gas Komen, ga komen besok up sebiji hahahahaha