Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kilas Balik


“Gabby!” Panggil Nael. Ia menatap Gabby penuh harap, berharap Gabby mau membantunya untuk berbicara pada Naura.


Gabby tampak terdiam, ia mencoba berpikir jernih. Gabby pun sama tersakitinya seperti Laura dan Naura. Mungkin beberapa orang akan mencap Gabby bodoh, karena Gabby memaafkan Nael dengan mudah dan menerima Nael dengan mudah.


Tapi percayalah, Gabby sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang. Saat Nael berjuang di Jepang, Gabby benar-benar melihat penyesalan Nael dan perjuangan Nael untuk mendapatkan hati Laura dan Naura dan dari situlah Gabby memutuskan untuk melupakan semuanya.


Gabby sadar, tidak ada gunanya untuk terus membenci Nael, ia tidak ingin terus terperangkap luka. Itu sebabnya, ia mencoba untuk melupakan semuanya. Toh Nael juga sudah berubah dan kondisi Laura dan Naura pun sudah membaik jadi Gabby tidak ingin lagi menoleh lagi ke belakang Dan terbukti, setelah memaafkan Nael, langkah Gabby terasa ringan.


Dan saat mengetahui Nael meningga karena kecelakaan, Gabby merasakan penyesalan yang amat dalam, Ia merasa ia menjadi salah satu penyebabnya Nael meninggal. Seandainya Iya membantu Nael untuk mendapatkan maaf dari putrinya, tentu saja Nael tidak akan kehilangan nyawanya.


Dan setelah Nael meninggal, Gabby terus dihantui rasa bersalah, dan ketika mengetahui Nael masih hidup, Gaby tidak ingin mengulangi kesalahannya itu sebabnya ia membiarkan Nael bertemu dengan Laura dan Naura dan ia berniat membantu mendekatkan Nael Dengan kedua putrinya, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.


Tapi sekarang, saat melihat ekspresi Naura ketika bertemu dengan Nael, Gaby tidak yakin ia bisa membantu Nael, karena ia tidak ingin mental putrinya terganggu.


“Nael aku harus berbicara dulu dengan Naura.” Gabby pun berbalik, kemudian ia langsung pergi meninggalkan Nael yang sedang ada di kamar kedua putrinya.


Saat Gabby berbalik dan keluar dari kamar Naura dan Laura, Nael mendudukkan diri di ranjang kedua putrinya. Ia. mengambil bantal yang dipakai oleh Laura dan Naura lalu memeluk bantal tersebut.


••••


“Naura ... Naura!” Panggil Gabby. Tapi Naura tidak ada di manapun, seketika Gabby dilanda kepanikan, Ia pun langsung berlari kemudian tak lama terdengar isak tangis dari salah satu ruangan


Gabby berjalan dengan pelan, hatinya terasa pedih saat melihat Naura sedang berada di tempat berdoa sambil mengepalkan tangannya. Ia tahu, hati Naura sekarang sedang hancur. Perlahan, Gabby masuk ke dalam ruangan, kemudian ia berjalan dengan pelan. Lalu setelah itu, ia mendudukkan diri di sebelah Naura.


Naura yang sedang mengepalkan tangannya Seraya memejamkan matanya langsung menoleh kearah Gabby. “Naura, apa kau marah pada Mommy?” tanya Gabby ketika Naura menunduk, seketika Naura menggeleng.


“Aku hanya kecewa saja pada Mommy, kenapa mommy membiarkannya masuk ke sini. Kenapa Mommy harus berhubungan lagi dengannya. Apa Mommy tidak ingat bagaimana dia mengabaikanku dan Laura.” Kali ini, Naura tidak bisa lagi membendung tangisnya. Ia berbicara dengan sesegukan terdengar jelas nada suaranya begitu rapuh karena luka itu kembali menubruknya hingga rasanya ia tidak ingin lagi melihat lada sang sang ayah.


Mata Gabby berkaca-kaca, kemudian ia menghapus sudut matanya sudah berair. ia mengelus rambut Naura, hingga Naura kembali menoleh.


Gengs aku up 3 bab setelah ini ada iklan kalau ga mau baca skip aja ya karena ada dua bab lagi di bab setelah iklan.