Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Menekan ego


Miko menghela nafas, kemudian menghembuskannya Ia terus melihat jam di pergelangan tangannya di mana waktu menunjukkan pukul 08.00 lebih 5 menit.


Ini sudah 5 menit berlalu dari jam yang disepakati untuk bertemu dengan Leticia. Tapi Leticia belum juga muncul, membuat Miko menghela nafas gusar. Ia melihat ke arah bawah, di mana tangannya sudah ada buket bunga dan cincin yang akan Ia berikan pada Leticia.


Tapi ia pun ragu, Leticia akan datang atau tidak, Miko bukan lelaki yang bermulut manis Tapi demi Leticia, ia akan berubah. Namun sekarang, saat waktu terlewat, ia merasa tidak yakin bahwa Leticia akan datang.


Sebelum datang ke pantai, Miko sudah berusaha menghafalkan apa yang akan ia katakan pada Leticia, walau bagaimanapun Miko bukan tipe lelaki yang bermulut manis. Ia juga sudah merangkai kata untuk melamar Leticia.


Tapi sekarang, setelah lewat jam 8 malam, dan Leticia belum juga tiba. Entah kenapa, Miko sedikit pesimis bahwa Letisia akan datang,mengingat betapa keras kepala anak dari.


dua jam kemudian.


Miko menggigit bibirnya, angin malam sedari tadi menerpanya hingga ia kedinginan, ini sudah dua jam berlalu dan Leticia belum juga tiba, belum lagi gerimis sudah turun membasahi bumi. Miko menatap ke depan dengan tatapan hampa, ia melihat bunga dan cincin yang ada di tangannya, kemudian ia tampak terdiam, otaknya berusaha untuk berpikir jernih.


Pada akhirnya, Miko menyerah ini sudah dua jam berlalu dan ia yakin, Leticia tidak akan datang, Miko menaruh bunga dan cincin yang ia pegang di pasir kemudian ia langsung berbalik dan pergi meninggalkan pantai.


•••


Leticia masih mondar mandir di depan jendela, beberapa kali ia melihat keluar ternyata di Luar sedang hujan, sedari tadi sebenarnya Leticia ingin pergi ke pantai. Namun ia ragu, ia terlalu takut untuk melangkah.


“Dia pasti sudah pulang kan, dia pasti tidak akan menungguku. Mana mungkin dia menungguku dalam keadaan hujan!” Leticia berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa Miko tidak mungkin menunggunya.


“Lebih baik aku tidur saja!” kata Leticia, Ia pun menutup jendela kemudian masuk ke dalam kamar lalu membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.


Namun, baru saja ia akan memejamkan matanya, ia teringat lagi tentang Miko. Leticia terdiam, ia mencoba untuk memejamkan matanya memfokuskan pikirannya, ia harus membuat keputusan sekarang. Tiba-tiba kilasan perlakuan Jordan padanya menubruk otaknya dan tiba-tiba sikat gentle Miko juga menubruk otaknya.


Leticia membuka matanya lagi, kemudian menutup matanya kembali, berusaha meyakinkankan perasaan apa yang sebenarnya ia rasakan pada Miko, ia sedang membayangkan mana jika Miko bersama wanita lain dan ternyata itu begitu menyakitkan.


“Pa-paaman Miko, Maafkan Aku,” lirih Letisia, kini ia menekan egonya, ia menghilangkan gengsinya saat menyadari bahwa sudah ada sedikit rasa pada Miko. Ia menutup mulutnya, karena menyesal tidak datang tepat waktu.


Secepat kilat, Leticia bangkit dari berbaringnya, kemudian Ia turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya untuk pergi ke pantai menyusul Miko.


Hujan begitu deras, tapi Leticia tidak perduli, Ia terus berlari ke ke arah pantai, walaupun mustahil Miko menunggunya, tapi ia ingin memastikan semuanya. Jika pun Miko tidak ada, ia akan meminta maaf pada Miko dan menyelesaikan kesalahpahaman yang sedang berlangsung.


Scroll gengs