
“Tidak bukan begitu, aku harus memberitahukan padamu, bahwa calon suamimu tak setia, dia mempunyai kekasih di luar sana dan hentikan niatmu untuk menikah dengannya!” kata Arsen, ia langsung mengucapkan apa yang dalam hatinya, membuat Gisel terkekeh.
“Lalu, apa urusannya denganku?” tanya Gisel, membuat mata Arsen membulat
“Kau sudah tahu Stev memiliki kekasih?” tanyanya lagi, ia mengulang pertanyaan yang sama pada Gisel Gisel menggangguk
“Sama seperti kau yang lelah dan menyerah. Aku pun juga sama, aku hanya mengikuti perintah kakakku untuk menikah dengannya. Jadi aku rasa, dia setia atau tidak yang penting dia baik di hadapanku. Dan itu tidak ada urusan denganmu. kau juga tidak berhak untuk mengaturku, hanya karena kau ingin melindungiku dan ingin memastikan aku bahagia,” ucap Gisel.
“Aku rasa, tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi!” Setelah itu, Gisel pun langsung menutup pintu apartemen Arsen, membuat Arsen terhenyk kaget. Secepat kilat, Arsen pun kembali menekan kode apartemen Gisel, karena memang ia mengetahui kode tersebut.
“Kenapa kau masuk lagi ke apartemenku?” tanya Gisel dengan ketus.
“Giseel, dengarkan aku ....”
“Aku tidak akan membatalkan pernikahanku dengannya!”
“Kau tidak boleh hidup dengan lelaki seperti dia!”
“Kau pembohong, kau berkata ingin memastikan kebahagiaanku. Tapi setelah kau tahu bagaimana Steve, kau malah menyuruhku untuk meninggalkannya. Lalu lelaki seperti apa yang harus aku percaya. Jika kau merasa bersalah pada kakakku dan jika kau ingin memastikan aku bahagia, kenapa bukan kau saja yang menjadi lelaki itu, lelaki yang mendampingiku dan bisa menjadi ....” Giseel menghentikan ucapannya, kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tidak, kau tidak mungkin begitu. Mana mungkin aku bersanding dengan pria lemah sepertimu, pria pengecut yang bersembunyi tanpa mau berusaha untuk melangkah. Sekarang pergi. Aku, tidak ingin berbicara denganmu. pernikahanku dan Stev tetap akan berlangsung. Aku tidak peduli, berapa kekasih Stev di luar sana, yang pasti aku akan tetap menikah dengannya.” Setelah mengatakan itu, Gisel lun berbalik. Tepat ketika Giseel berbalik, Arsen menarik tangannya hingga Giseel kembali berbalik.
“Pergi!” Giseel kembali melepaskan tangan Arsen. Namun tak lama, ia melihat wajah Arsen lekat-lekat dan terdiam seketika, ketika ketika Arsen sudah berderai air mata.
Rupanya, ucapan Gisel urusan sangat menamparnya. Apa yang ia lihat barusan tentang Stev, menyadarkannya. “Kenapa?” tanya Gisel.
“Ini kan yang kau mau, kau mau ada leaki yang mendampingiku, yang menjagaku agar kau pergi dengan damai. Lalu kenapa kau kau masih memabahas, ini!” Kali ini, Giseel pun sama, dia berbicara dengan lirih.
“Maukah kau hidup dengan penuh dosa sepertiku?” tanya Arsen, pada akhirnya dia menyerah. Ucapan Gisel barusan menamparnya menyadarkan sesuatu.
“Kau selalu ingin aku bahagia bersama lelaki lain. Lalu kenapa bukan kau saja yang menjadi lelaki itu.” ucap Giseel. “Tidak, aku tidak ingin memberi kesempatan padamu karena kau tidak memberi kesempatan pada dirimu sendiri!”; balas Gisel lagi, kemudian ia berbalik. Namun tak lama, Arsen kembali menarik tangan Giseel, lalu membawa Gisel ke dalam pelukannya.
Gas komen gengs. sampe 500 komen, biar bsok up 4 bab lagi