Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Duka si Kecil


Terkadang, kita menganggap apa yang menyakitkan itu buruk. Tapi terkadang juga, Tuhan memberikan alasan untuk setiap rasa sakit yang diberikan. Entah itu berakhir bahagia, atau itu berakhir dengan duka.


Gabby Josepin


8 tahun kemudian


Gabby merentangkan tangannya, kemudian ia melihat laporan didepannya. Seseorang masuk ke dalam ruangan Gabby, membuat Gabby menoleh. Ternyata perawat yang masuk kedalam ruangannya.


“Bagaimana keadaanku? apa hasil tes sudah keluar?” tanya Gabby pada perawat tersebut. Perawat tersebut pun mengangguk. Ia memberikan hasil tes pada Gabby.


“Terima kasih,” ucap Gabby.


Gabby menghela nafas, kemudian menghembuskannya. berusaha menegarkan hatinya, untuk membaca kondisinya.


Saat ia akan membuka map tersebut. Tiba-tiba terdengar suara derap langkah. Kemudian pintu terbuka, Gabby langsung menyembunyikan surat itu ke dalam laci.


Gabby tersenyum saat melihat siapa yang masuk. “Laura ... Naura!” panggil Gabby pada kedua putrinya.


Gabby bangkit dari duduknya, kemudian ia menghampiri putrinya yang baru masuk ke dalam ruangannya. Ia mengerutkan keningnya, sepertinya ada yang terjadi dengan Laura dan Naura.


“Laura ... Naura ada apa dengan kalian? kenapa kalian terlihat bersedih?” tanya Gabby. Ia berjongkok, menyetarakan diri dengan Laura dan Naura.


“Mommy, Mayra tidak memperbolehkan Daddy Gabriel main bersama kami,” ucap Naura membuat hati Gabby terasa pedih. Hari ini adalah hari ayah. Tentu saja, di sekolah Naura dan Laura sedang ada kegiatan bersama para ayah mereka. Sayangnya, hanya Laura dan Naura saja yang tidak ikut bermain.


Sebenarnya, Gabriel berusaha merangkul kedua keponakannya untuk bermain bersama..Tapi sayangnya, putri bungsu Gabriel tidak memperbolehkan ayah mereka bermain dengan Laura dan Naura, Mayra ingin Gabriel hanya bermain dengannya saja, Dan itu sebabnya Laura dan Naura begitu murung.


Gabby memeluk kedua Putri kembarnya, kemudian menepuk punggung Naura dan Laura secara bersamaan..


“Mommy aku ingin pergi ke rumah Daddy,” kata Laura. Seketika Naura melepaskan pelukannya dari Gabby. Lalu setelah itu, ia menatap Laura.


“Apa kau tidak ingat, kemarin kita di marahi Daddy karena main ke dalam ruangannya,” ucap Naura.


“Kapan Daddy memarahi kalian?” tanya Gabby.


“Kemarin Daddy memarahi kami? karena kami menyentuh barang-barang Daddy. Padahal, kami hanya menyentuh pulpen milik Daddy,” kata Naura yang mengadu dengan apa yang dilakukan Nael.


“Bukankah Mommy sudah bilang, jangan pergi lagi ke rumah Daddy dan .... ?” Gabby menghentikan ucapannya, saat melihat kedua wajah putrinya yang tertunduk. Ia bangkit dari duduknya, kemudian ia menuntun kedua anaknya untuk masuk ke dalam kamar.


“Mommy tahu, kalian pasti lelah. Ayo beristirahat.” Gabby membantu putra-putrinya untuk mengganti pakaian. Lalu setelah selesai, Laura dan Naura sudah berbaring di ranjang.


Satu jam berlalu.


Gabby melihat kedua putrinya lekat-lekat. Ada desiran halus dan rasa pedih yang dirasakan Gabby ketika melihat wajah Laura dan Naura yang sangat mirip sekali dengan Nael. Bahkan, tidak ada wajah Gabby sedikitpun di wajah putrinya. Mungkin karena Nael membenci Laura dan Naura. Hingga wajah kedua putrinya begitu mirip dengan Nael.


8 tahun lalu


Gabby melahirkan Laura dan Naura, dan 8 tahun lalu. Ya, awalnya, Gabby memang sama sekali tidak menuntut pertanggung jawaban dari Nael. Tapi ....


Nael sama Gabby belum nikah ya


Tinggalin komen di setiap Bab.