
“Joshua jangan seperti ini," ucap Shakira ketika Joshua terus berlutut, beberapa kali dia menyuruh Joshua untuk bangkit. Tapi lelaki itu malah tetap diam di tempat.
“Shakira!" panggil Joshua lagi, kali ini Joshua maju dan lelaki itu langsung memeluk kaki Shakira. “Jo, apa yang kau lakukan." Teriak Shakira ketika Joshua memeluk kakinya.
“Sekali ini saja, tolong temui Jonathan. Setelah itu, kami tidak akan pernah memintamu datang lagi.”
Shakira menghela nafas kemudian menghembuskannya. “Baiklah, baiklah. Aku akan datang datang.” Pada akhirnya, Shakira terpaksa menerima keinginan Joshua.
Mendengar persetujuan Shakira, Joshua bangkit dari berlututnya. “Shakira benarkah?” tanya Joshua memastikan.
“Hmm, Tunggu sebentar. Aku ganti pakaian dulu.” Shakira berbalik, kemudian di memutuskan untuk mengganti pakaiannya.
Joshua mengucapkan rasa syukur sebanyak-banyaknya. Pada akhirnya Setelah 1 tahun penantian, dia bisa membawa Shakira ke hadapan sang kaka.
Dan sekarang di sinilah mereka berada, di depan rumah sakit jiwa tempat Jonathan di rawat. Shakira mencoba menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, walau bagaimanapun tidak mudah untuk dia bertemu Jonathan apalagi Jonathan dalam kondisi seperti ini.
“Ayo Shakira.”
“Apa Jonathan akan melukaiku nanti?” tanya Shakira, walau bagaimana pun dia takut Jonathan akan melukainya.
“Tidak, ia pasti tidak akan melukaimu.”
Pada akhirnya, Shakira dan Joshua pun berjalan ke arah arah dalam.
“Shakira!” panggil Gaby ketika melihat mantan menantunya.
Shakira mengembangkan senyumnya. “Hallo Mommy," jawab Shakira dengan senyum yang mengembang, dia langsung memeluk Gaby begitupun Gaby yang langsung membalas pelukan mantan menantunya.
“ Shakira terima kasih kau sudah mau datang. Terima kasih kau sudah mengabulkan keinginan kami," ucap Gabby lagi.
“It's oke Mommy.” Shakira melepaskan pelukannya, kemudian dia langsung berjalan ke kamar Jonathan.
Jantung Shakira berdetak dua kali lebih cepat ketika dia berjalan ke arah kamar tempat di mana Jonathan dirawat, nafasnya mendadak memburu. Tak lama dia menghentikan langkahnya, kemudian dia memejamkan matanya, rasa sesak kembali menderanya kala ingatan menyakitkan itu berputar-putar lagi di otaknya.
“Tidak Shakira ini demi kemanusiaan.” Shakira membatin meyakinkan dirinya sendiri.
“Shakira!” panggil Joshua menyadarkan Shakira dari lamunannya, hingga Shakira kembali melanjutkan langkahnya. Wanita itu mendekat ke arah kamar yang ditempati oleh Jonathan.
Shakira menutup mulut tak percaya dengan apa yang dilihatnya, dia bahkan hampir tidak mengenali Jonathan. Wajah yang tadinya tampan, tubuh yang tadinya kekar benar-benar tidak ada lagi di diri Jonathan lagi.
Shakira memegang jeruji besi, karena dia benar-benar tidak menyangka akan melihat Jonathan seperti ini, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Shakira dia memang sudah melihat foto Jonathan, tapi ternyata saat melihat langsung lebih mengenaskan daripada yang Shakira duga.
Shakira mengelus dadanya, dia melihat Jonatan seperti ini amarahnya mendadak hilang begitu saja, yang ada hanya rasa kasihan kasihan dan kasihan.
Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Shakira saat melihat Jonathan seperti ini, hatinya begitu tersayat. Perlahan, Shakira membuka pintu dan anehnya Jonathan malah beringsut maju ke sisi dinding, lalu setelah itu lelaki itu pun memunggungi Shakira.
Rupanya, dalam alam sadarnya Jonatan merasakan malu pada mantan istrinya atas kelakuannya yang dulu, hingga sekarang dia tidak berani menatap wajah Shakira.
Saat Shakira datang, Jonathan langsung menggerakkan kepalanya ke sana kemari. Wajah tampan itu mengulas senyum yang sangat indah, namun matanya berkaca-kaca.
Perlahan Shakira mendudukkan diri di sebelah mantan suaminya. “Jonathan!” panggil Shakira dengan suara yang lemah lembut
Jonathan hanya tertawa, dia menggerakkan tangannya seperti anak kecil yang sedang merasakan malu. “Jonathan” panggil Shakira lagi, mati-matian wanita itu menahan tangis dia tidak ingin menangis di hadapan mantan suaminya.
Shakira tidak lagi berbicara lagi, karena Jonathan sedari tadi terus menggerak-gerakan tubuhnya seperti seorang anak kecil yang sedang malu-malu.
Shakira mengelus punggung Jonathan,. lagi-lagi hati Syakira terasa pedih, ketika dia bisa merasakan tulang punggung Jonathan,
karena Jonathan begitu kurus.
“Jonathan kau sudah makan?" tanya Shakira dia berusaha menegarkan hatinya dan berbicara dengan hal yang sederhana.
Jonathan mengganggu. “Hmm aku sudah makan, aku makan agar kau datang ke sini, hihihi,” ucap Jonathan diakhir dengan tawa kecil.
Shakira bangkit dari duduknya, kemudian dia memutuskan untuk keluar. ”Shakira tolong jangan pergi, sebentar lagi saja temani Jonathan," ucap Gaby.
“Aku tidak akan pergi ke mana-mana, aku hanya tidak ingin menangis di hadapan Jonatan," ucap Shakira. Shakira langsung memeluk mantan mertuanya. Shakira tetaplah Shakira, wanita yang mempunyai hati yang seluas samudra.
Gabby melepaskan pelukannya, kemudian dia menggenggam tangan Shakira. “Shakira Mommy mohon jangan pergi meninggalkan Jonathan, setidaknya sebentar saja ....”
“Aku ingin merawat Jonatan seorang diri, Mom. Jonatan tidak akan sembuh jika berada di sini, dia akan terus tertekan.”
Mata Gaby dan mata Joshua membulat saat mendengar ucapan Shakira. “Kau ingin merawat Jonathan?” tanya Gabby, dia menatap Shakira dengan tatapan tak percaya.
“Sebenarnya ini berat untukku, tidak mudah melupakan apa yang Jonatan lakukan padaku. Tapi saat melihat Jonathan seperti ini, aku berusaha untuk melupakan semuanya. Aku akan menyesal jika tidak membantu Jonathan.”
Seketika Gaby langsung memeluk mantan menantunya, dia tak ada menyangka ucapan itu akan keluar dari mulut Shakira, dia tidak menyangka mantan menantunya mau membantu Jonathan.
beberapa hari kemudian
Jonathan terus menggenggam tangan Joshua, dia menyembunyikan wajahnya di punggung adik kembarnya. Sedangkan dari tadi Joshua terus membalas genggaman tangan sang kakak.
Saat ini mereka sedang berada di mobil dan menuju untuk pulang ke mansion. Jonathan terlalu malu menatap Syakira yang sedang duduk di depan, hingga dia bersembunyi di balik punggung adiknya. Saat ini, mereka sedang berada di perjalanan untuk pulang, semua sepakat untuk merawat Jonathan di mansion Gabby dan Nael, begitu pun dengan Shakira yang akan tinggal di sana.
Shakira melakukan ini bukan karena ingin kembali pada Jonathan, tapi ini murni karena kemanusiaan.
Dari awal Shakira datang ke rumah sakit jiwa, Jonathan yang tadinya menggebu-gebu ingin bertemu mantan istrinya mendadak menciut, lelaki yang sekarang sedang kehilangan akal itu seperti terbawa dengan nostalgianya yang malu akan kelakuannya.
hingga walaupun sekarang Jonatan kehilangan akal sehatnya dia tidak berani menatap Shakira. Mamun semenjak Shakira datang beberapa hari lalu Jonathan tidak pernah mengamuk lagi. Tapi, dia masih belum mau memperlihatkan wajahnya dan lebih sering bersembunyi dengan cara membelakangi wanita itu. Dia juga tidak merespon ucapan Nael dan Gabby, dia hanya ingin dekat Joshua.
Tadi pun saat akan pulang, Jonathan masuk. Jonathan tidak mau keluar dari kamar jika Shakira ada di kamarnya hingga akhirnya Shakira harus keluar terlebih dahulu
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka pun sampai di mansion. “Ayo turun,” ucap Joshua.
Jonathan terkikik, dia tertawa lalu berbisik. “Suruh dia turun!” kata Jonathan, nadanya begitu riang.
“Ayo, dia sudah turun," jawab Joshua.
Saat Joshua turun Jonathan langsung berlari menuju tubuh Joshua lagi-lagi dia menempelkan wajahnya punggung Joshua, karena tidak ingin Shakira melihat wajahnya.
Satu tahun kemudian.
ini sudah 1 tahun berlalu semenjak Jonathan keluar dari rumah sakit jiwa pada akhirnya Jonathan sudah sangat membaik, wajah Jonathan. Selama setahun ini, Shakira selalu memancing Jonathan untuk melakukan hal yang positif, seperti berolahraga bersama dan lain-lain. Dan alhasil, sekarang Jonathan bisa di bilang sudah sembuh. Karena itu semua dukungan dari keluarga dan Shakira.
Namun sudah setahun berlalu, Jonathan masih jarang menatap wajah Shakira, bahkan ketika Shakira beraktivitas dengan Jonathan, Jonathan selalu ingin didampingi oleh Joshua. Dia tidak ingin berduaan dengan Shakira.
Sepertinya rasa bersalah yang dirasakan oleh Jonathan benar-benar luar biasa, hingga walaupun setahun bersama Shakira dia masih belum berani berinteraksi lebih dengan mantan istrinya.
Sebenarnya mungkin sekarang, Jonathan 90 sudah sembuh. Sedangkan 10 persen lagi, karena Jonathan masih merasa linglung. Walaupun dia kerap menjauh dari Shakira tapi ketika Shakira tidak ada di dekatnya dia terlihat gelisah.
Seperti saat ini, Jonathan terus melihat ke arah pintu, berharap Shakira datang karena biasanya Shakira yang akan mengantarkan makan siang. Tapi sudah 10 menit berlalu Shakira belum juga datang.
Jonathan merebahkan kepalanya, tatapan matanya lurus ke depan. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya. Selalu seperti ini, setiap Shakira tidak ada di sisinya dia akan selalu merasa Mellow.
Tak lama, pintu terbuka hingga Jonathan langsung berbalik. Seperti biasa, dia sekali alu menatap Shakira.
“Jo!” panggil Shakira dengan Maya berkaca-kaca. Tadi pagi, dia mendapat telepon dan dia ditawari kembali menjadi dokter di Afrika. Di satu sisi Shakira ingin kembali lagi ke sana, tapi di sisi lain wanita itu tidak ingin meninggalkan Jonathan sebelum Jonathan pulih.
Shakira menyimpan makanan yang di atas nakas, kemudian dia menaikan kakinya, lalu berbaring di sebelah Jonathan wanita itu benar-benar dilanda kebingungan.
Saat melihat punggung Jonathan, rasanya Shakira ingin memantapkan hatinya untuk terus menunggu Jonathan sembuh, tapi dia sudah lama sekali ingin kembali ke Afrika.
Jonathan berbalik karena tidak mendengar lagi suara Shakira, biasanya Shakira akan memaksanya untuk makan. Tapi sekarang ...
Jantung Jonathan berdebar dua kali lebih cepat saat melihat ternyata Shakira berbaring di sebelahnya, baru saja dia akan berbalik Shakira menarik tangan Jonathan hingga tubuh Jonathan menegang
Seperti ada aliran listrik yang mengalir seluruh tubuhnya ketika Safira menggenggam tangannya.
“Jo, bisakah kau pulih lebih cepat?" tanya Shakira.
Jonathan menundukkan pandangannya, kemudian mata lelaki itu mengembun. Dia menggigit bibirnya. “Shakira, apa kau lelah mengurus orang gila sepertiku?” tanya Jonathan. Shakira ....