Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Aku tidak ingin di kasihani


Gabriel menggenggam tangan Gabby Begitu erat, kemudian ia menatap wajah Gaby yang sedang terbaring lekat-lekat. Setelah tadi Berhasil mengeluarkan Gabby dari mobil secara paksa. Gabriel membawa Gabby ke rumah sakit hingga Gabby ditangani oleh dokter dan sampai saat ini, Gaby belum juga sadar.


“Tuhan inikah Karmaku karena karena aku pernah menyakiti istriku, hingga sekarang adikku yang merasakan rasa sakit yang luar biasa.”


Gabriel berbicara lirih Air mata mengenang di pelupuk matanya, saat mengingat bahwa ia pun pernah jahat pada Amelia, wanita yang sekarang menjadi istrinya. Walaupun Itu sudah masa lalu, dan Amelia sudah menjadi istrinya. TapinGabriel merasa, ini adalah Karma dari perbuatannya.Hingga adik kembarnya tersakiti.


Gabriel tak menyangka, Gabby harus mengalami hal menyakitkan ini. Kini, ia menjadi kilas balik pada kisahnya dulu, di mana ia menculik istrinya selama 3 tahun dan menyiksanya. Membayangkannya saja sudah membuat hatinya berdenyut nyeri, apalagi istrinya yang benar-benar merasakan kejahatannya di masa lalu.


Lamunan Gabriel buyar, kala merasakan pergerakan dari Gabby. Ian pun langsung bangkit dari duduknya. “Gaby ... Gaby!” Panggil Gabriel sambil mengelus pipi Gabby. Hingga Gabby membuka matanya, kemudian ia melihat ke bawah lalu menggerakkan kakinya.


Gabby menghela nafas lega, ternyata tubuhnya sudah tidak kaku. “Gabriel, Bagaimana keadaan anak-anakku?” tanya Gabby dengan bibir bergetar. Saat ia membuka mata, saat itu juga rasa sakit dan rasa pedih kembali menghantamnya. “Gabriel anak-anakku baik-baik saja kan? mereka tidak apa-apa?” tanya Gabby dengan bibir bergetar.


Saat membuka mata, Ia hanya mengingat anak-anaknya, ia tidak mengingat apapun lagi, yang terpenting anak-anaknya selamat.


Gabriel Menggangguk. “Ya, Gabby, anak-anakmu baik-baik saja.” Tiba-tiba, tangis Gabby luruh. Tubuh Gabby bergetar. Ia menangis tergugu, membuat Gabriel tak kuasa menahan tangisnya.


Gabriel memeluk Gabby, seraya mengelus rambut adiknya, hingga kini, sepasang saudara kembar itu pun menangis.


Dua jam kemudian.


“Gabby Maafkan aku. Ini semua Mungkin karena karma karena apa yang aku lakukan pada Amelia, hingga kau harus menanggung perbuatanku,” kata Gabriel dengan menunduk, membuat Gabby menggeleng.


“Tidak Gabriel, jangan salahkan dirimu. Ini murni karena takdirku, tidak ada yang bisa merubah ini. Tidak apa-apa, aku yakin sakit ini hanya sebentar. Setelah itu, aku akan bahagia bersama kedua anakku, aku akan bahagia dengan hidupku.” Gaby berucap Pelan, sekuat tenaga Ia menahan tangisnya. Ia tidak ingin menangis lagi, agar Gabriel tidak merasa bersalah.


“Gabriel tolong jangan beritahukan kepada siapapun, aku di sini. Aku hanya ingin menikmati ini sendiri. Aku tidak ingin dikasihani.” Sekuat apapun Gabby menahan tangisnya. Tetap saja, tak bisa. Tangisnya kembali luruh, dia sungguh malu pada keluarganya.


Gabriel menggenggam tangan sang adik. “Tidak, Gabby Kami tidak akan pernah mengasihanimu, kami tidak pernah berpikir begitu, kami akan selalu bersamamu,” kata Gabriel lagi. Seketika rasa sedih, menyelimuti ruangan itu. “Tapi aku mohon Gabriel, Jangan beri tahu siapa pun aku disini, aku hanya ingin terlihat baik-baik saja."


Mau tak mau, Gabriel pun mengangguk. Ia tak ingin beban pikiran Gabby semakin bertambah.


•••


Scroll gengs aku up 3 bab