
Yosha terhenyak kaget atas penolakan Gabby. Walau sudah diusir, ia nekat masuk ke ruangan kakak iparnya.
“Kak!” panggil Yosha. Nada suaranya terdengar sangat menjijikkan ditelinga Gabby. Ia menatap Yosha dari bawah sampai atas, kemudian berdecih sinis.
Tampilan adik iparnya sangat glamour. Padahal Gisel, adiknya sendiri tak seglamor Yosha. Giseel lebih memilih tampil sederhana, tapi jauh lebih cantik dari Yosha.
sedangkan Yosha, adik iparnya bergaya sangat glamor. Tapi memakai uangnya.
“Berani sekali kau masuk ke ruanganku!” Tatapa Gabby Begitu menusuk pada Yosha membuat Yosha menundukkan kepalanya.
“Kak-Kak Gabby, bolehkah aku meminta kartu kreditku lagi. Aku bersumpah, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Arsen dan wanita itu,” Jawab Yosha. Ia menatap Gabby Dengan tatapan mengiba.
Biasanya, Gabby akan selalu menuruti apa maunya. Jika ia memohon dengan sungguh-sungguh. “Gaby tersenyum sinis, kau tau, umurmu dan Gisel hanya berbeda tiga tahun. Tapi dia sudah mampu memimpin perusahaan. Bahkan kekayaan Giseel sendiri mungkin lebih banyak dari pada kekayaan keluargamu. Dia tak seperti dirimu, dia tidak pernah memikirkan kehidupan mewah. Walaupun kami orang kaya. Tapi kau bergaya layaknya orang kaya sungguhan dan malah memakai uangku!”
Demi apapun, seumur hidupnya, ini pertama kalinya ia menghina orang lain. Karena ia benar-benar merasa di khianati oleh keluarga mantan suaminya. Tubuh Yosha menegang. Kali ini, kakak iparnya menghinanya cara secara Frontal. Hingga tanpa sadar, Yosha mengepalkan tangannya.
“Apa, kau ingin marah padaku?” tanya Gabby. Ketika melihat Yosha mengepalkan tangannya. Apalagi, wajah Yosha terlihat memerah Karena menahan emosi.
Yosha menghela nafas kemudian menghembuskannya. Ia tidak boleh terlihat emosi di hadapan kakak iparnya, yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kartu kredit miliknya kembali..
Seketika Yosha maju, kemudian berlutut di hadapan Gabby. “kak, Gaby. Aku bersumpah, Aku tidak tahu tentang hubungan mereka. Aku benar-benar tidak tahu. Tolong jangan samakan aku dengan ka Arsen dan wanita itu. Karena aku tetap berada di pihakmu,” ucap Yosha tanpa tidak malu, membuat Gabby menghembuskan napas kasar.
Kenapa selama ini Gabby Begitu bodoh, hidup di lingkungan keluarga yang toxic seperti keluarga Arsen. Gabby menggeleng, dia mengambil tas yang ada di sebelahnya kemudian merogohnya.
Ia mengambil dompet dan mengambil beberapa lembar uang, lalu melemparkannya ke bawah. “Ambil itu, pakai untuk bersenang-senang dan jangan muncul lagi di hadapanku,” ucap Gabby. Yosha memejamkan matanya, ketika sang kakak ipar melemparkan uang kepadanya yang sedang berlutut.
Harga dirinya benar-benar di injak-injak oleh Gabby.
“Kakak, kenapa kau begini,” ucap Yosha. Ia masih berusaha mengiba pada Gabby. Tanpa Yosha sadari, Gabby ingin sekali menampar wanita ini.
“Kau mau ambil atau tidak, Jika tidak, aku akan memberikannya pada orang lain.” Mendengar ucapan Gabby. Secepat kilat, ia langsung mengambil uang itu. Lalu, bangkit dari berlututnya.
“Terima kasih, Kak,” ucap Yosha dengan pasrah
“Pergi dan jangan pernah kembali lagi ke ruanganku. Ingat kakamu sekarang bekerja untukku bukan untuk menafkahi kalian.” Nada suara Gabby terdengar penuh peringatan. Ia benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.
Scroll gengs aku update 3 bab