Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Pertemuan Arsen dan Gabby


“Paman bisakah kau turunkan saja aku di restoran, sepertinya aku ingin sarapan di sana. Paman tolong pulang, pastikan kondisi Stella baik-baik saja!” titah Gabby pada sopirnya, karena memang kondisi Stella sedang tidak baik, itu sebabnya, ia menyuruh supir untuk pulang.


“Baik, Nona,” ucap sopir pada Gabby.


Gabby merasakan perutnya begitu lapar. Bagaimana tidak, semalam Gabby tidak tidur sama sekali. Rasanya, ia sungguh asing berada di kamar Itu. Itu sebabnya, saat pukul lima pagi, Gabby memutuskan keluar dan pulang. Ia juga sempat mengintip ke kamar Laura dan Naura, walaupun hanya hanya sebentar, karena ia tidak ingin membangunkan kedua putrinya.


Mobil yang ditumpangi Gabby sampai di depan restoran. Gabby pun keluar dari mobil, kemudian berjalan ke arah restoran. Saat ia akan masuk, langkahnya terhenti saat ia hampir saja menabrak seseorang.


“Ma-maaf aku ti ....” ucapan Gabby terhenti saat melihat siapa yang ditabraknya. Ternyata, yang ditabraknya adalah Arsen mantan suaminya. Begitupun Arsen yang ikut terkejut saat melihat Gabby.


Tubuh Arsen diam mematung saat melihat Gabby wajahnya mendadak memerah, walau bagaimanapun ia belum sanggup bertatap muka dengan Gabby. Ini sudah bertahun-tahun berlalu, rasanya ia sungguh malu menatap mantan istrinya.


“Arsen!” Panggil Gabby terbata-bata.


Saat mendengar Gabby memanggilnya, Arsen tersenyum kikuk, Arsen pikir, Gabby akan menatapnya dengan benci. Tapi ternyata ia salah, Gabby sama sekali tidak menatapnya dengan benci.


•••


Gabby dan Arsen sama-sama terdiam, pasangan mantan suami-istri itu sama-sama menunduk. Saat ini, Gabby dan Arsen sedang duduk di meja yang sama. Ya, mereka memutuskan untuk berbicara setelah bertemu di depan pintu .


“Aku baik, bagaimana juga kabarmu Arsen?” tanya Gabby, kecanggungan meliputi kedua mantan suami-istri itu. Arsen mengangguk-anggukkan kepalanya. “Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja.” Tiba-tiba Gabby mengangkat kepalanya, begitupun Arsen. Hingga tetapan kedua smmantan suami-istri saling mengunci.


“Arsen, mungkin terlambat mengatakan ini. Tapi aku ingin berterima kasih padamu, karena kau telah menyelamatkan nyawaku.” Seketika tubuh Arsen diam mematung saat mendengar jawaban Gabby. Arsen pikir, Gabby tidak akan tahu yang sebenarnya. Tapi ternyata dia mengetahuinya.


“Terima kasih sudah mendonorkan tulang sumsum untukku,” ucap Gabby. Ya, karena faktanya bukan Gabriel yang yang mendonorkan tulang sumsum pada Ganby melainkan Arsen.


Saat itu, saat mengetahui Gabby Laura dan Naura mengidap penyakit leukimia dan saat pertama kali menginjakkan kakinya di rumah sakit Jepang..Arsen berinisiatif langsung mengetes tulang sumsum belakang, dan Arsen melakukan itu sebelum Gabriel mengetesnya.


Dan ketika tahu, tulang sumsum Gabriel tidak cocok dengan Gabby, Arsen langsung menemui Gabriel, tentu saja saat itu Gabriel terkejut dengan kehadiran Arsen. Bahkan saat itu, Gabriel sama sekali tidak mau menoleh kearah Arsen.


Tapi karena Arsen terus bersikukuh ingin mendonorkan tulang sumsumnya pada Gabby, dan meyakinkan Gabriel bahwa ia tak akan mengusik lagi hidup Gabby, akhirnya Gabriel mengijinkan dan arsen hanya meminta untuk tidak memberitahukan pada siapapun bahwa dia yang mendonorkan tulang sumsumnya untuk Gabby.


Dan Gabby baru tau itu setelah ia pulang dari rumah sakit, karena saat itu Gabby melihat resume medis miliknya dan ternyata bukan Gabriel pendonornya yaitu adalah Arsen, tentu saja Gabby mendesak Gabriel untuk memberitahukan yang sebenarnya dan akhirnya Gabriel pun jujur bahwa dia bukanlah yang mendonorkan tulang sumsum, melainkan Arsen.


Scroll gengs