Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Cinta


gengs maafn salah upload lagi wkwkw savam.joshua besok ya


"Shelby tunggu!" Darren berteriak ketika Shelby terus berlari. Sedari tadi dia sudah mengejar Shelby, tapi Shelby terus menghindar. Wanita cantik itu terus berlari memutari area tersebut, hingga kini mereka berputar-putar di tempat yang sama dan itu membuat Darren ingin sekali tertawa dan gemas dengan tingkah Shelby.


Shelby menghentikan larinya karena dia merasa napasnya sudah memendek. Ketika Darren sudah menegakkan tubuhnya, Shelby menjadi waspada. Dia berencana untuk berlari.


"Shelby tunggu!" Darren berteriak hingga Shelby menghentikan niatnya.


"Darren, tetap di tempatmu," kata Shelby.


"Shelby, ayo kita bicara," ucap Darren lagi.


"Tidak ada, tidak ada yang harus kita bicarakan.”


"Baiklah, aku tidak akan mengejarmu lagi," ucap Darren hingga Shelby menghela napas.


"Ya sudah pergi sana ke mobilmu, aku akan pulang memakai taksi!” teriak Shelby.


Darren berbalik hingga Shelby juga ikut menoleh ke depan. Namun, yang tidak Shelby duga, ketika Shelby lengah, Darren lasung berlari ke arah Shelby dan setelah dekat dia langsung memanggul tubuh istrinya.


"Darren, turunkan aku!" teriak Shelby. Dia memukul-mukul punggung Darren. Kakinya juga menendang-menendang ke bagian tubuh Darren hingga Darren meringis karena senjatanya ditendang oleh kaki saya Shelby.


Setelah itu, Darren langsung berjalan ke arah mobil kemudian dia menurunkan Shelby dan mendudukkan diri di mobilnya, lalu setelah itu dia memutari mobilnya dan masuk ke dalam kursi kemudi.


Jantung Shelby berpacu dengan cepat ketika dia masuk di mobil Darren. Sudah dipastikan mereka akan membahas hal yang satu bulan berlalu, dan sekarang Shelby harus menguatkan hatinya jika dia mendengarkan hal yang menyakitkan.


Kini, kedua pasangan suami-istri itu sudah duduk di mobil dengan posisi bersebelahan. Tidak ada yang berbicara, Shelby terdiam begitu pun dengan Darren hingga pada akhirnya Darren menoleh.


"Kenapa kau sebulan ini menghindariku?" tanya Darren.


"Tidak, aku tidak menghindarimu," jawab Shelby. Bisa saja mengatakan seperti itu, tapi wajahnya tidak, bahkan sampai sekarang pun dia tidak mau menatap wajah suaminya.


"Shelby, aku serius. Kenapa kau menghindariku?" tanya Darren lagi.


"Sudah kubilang aku tidak menghindarimu. Kau ini kenapa, sih, memaksa sekali?" tanya Shelby lagi. Dia sedikit mengeraskan suaranya karena kesal dengan pertanyaan Darren.


"Shelby," panggil Darren.


"Apa?!" teriak Shelby lagi hingga Darren harus berusaha sabar, dia tidak pernah sesabar ini pada orang lain, tapi sepertinya Shelby benar-benar sudah mencuri hatinya, hingga dia begitu patuh pada istrinya.


"Kenapa kau menghindariku? Apa ada yang salah?" Darren kembali mengulang pertanyaannya.


"Darren aku lelah, ayo kita pulang saja. Aku tidak menghindarimu, aku hanya sibuk bekerja." Kali ini, suara Shelby lebih rendah, bahkan dia berani menatap Darren walaupun hanya sebentar.


"Kita tidak usah pulang, menginap saja di hotel," ajak Darren.


Mata Shelby membulat saat mendengar ucapan Darren. Dia langsung menarik tangan Darren ketika Darren akan menyalakan mobil.


"Aku, 'kan, hanya sedang menuruti apa maumu," kata Darren.


"Mauku? Memang apa mauku? Emang siapa yang ingin bercinta denganmu setiap saat?" tanya Shelby.


"Aku barusan tidak menyebutkan itu, tapi kau menyebutkannya sekarang," kata Darren, dia menahan tawa. Shelby mengatupkan bibirnya, benar-benar menyebalkan.


"Jadi apa kita pergi ke hotel?" tanya Darren.


"Terserah kau saja!”


Shelby menganggap ucapan Darren hanya main-main. Namun, tentu saja berbeda dengan Darren. Lelaki itu sekarang menyalakan dan menjalankan mobilnya menuju hotel, dan sekarang di sinilah Darren berada. Dia berada di sebuah hotel.


Saat dia sudah memarkirkan mobilnya di basement, Darren langsung menoleh ke arah Shelby. Baru saja dia akan berbicara, Shelby ternyata sudah memejamkan mata. Rupanya Shelby tanpa sadar terlelap.


Satu bulan ini, dia benar-benar menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, bahkan jarang sekali tertidur malam karena dia mengambil beberapa job.


Darren menyimpan kepalanya di stir kemudi, dan menjadikan tangannya sebagai bantal kemudian dia menatap wajah Shelby dengan lekat. Shelby terlihat lebih kurus dari sebulan lalu, karena wanita itu jarang sarapan bersama dan Shelby juga terlihat jarang sekali makan malam. Wanita ini benar-benar menghindarinya secara total hingga tidak memikirkan dirinya sendiri.


Shelby yang tertidur dan merasa diperhatikan, langsung membuka matanya kemudian melihat ke arah Darren. Mata Shelby membulat saat Darren sedang menetapnya. Dia pun dengan cepat mengalikan tatapannya ke arah jendela.


"Kenapa kau terus menghindariku? Aku tidak akan tahu kesalahanku di mana jika kau tidak berbicara. Kau ingin terus seperti ini? Apa ini membuatmu nyaman?" Darren langsung berbicara karena dia takut Shelby kabur kembali dan rupanya, ucapan Darren sedikit menyadarkan Shelby bahwa memang dia tidak nyaman terus seperti ini, dan dia juga menyadari tidak akan ada titik temu jika dia tidak bicara sekarang.


"Katakan apa yang salah? Kenapa kau tiba-tiba berubah padahal sebelumnya hubungan kita baik-baik saja?" tanya Darren menegarkan hatinya kemudian dia menunduk.


"Aku malu," lirihnya.


Darren menggeleng saat mendengar ucapan Shelby.


"Kau malu kenapa? Apa tentang kejadian malam itu?" tanyanya dan Shelby mengangguk.


"A-aku hanya melakukannya denganmu. Aku tidak melakukannya dengan siapa pun, jadi aku bukan wanita murahan." Shelby mengatakan itu dengan terbata. Wajahnya memerah. Dulu, selain menghina Shelby murahan, Darren juga menghina Shelby sebagai wanita yang menjajakan tubuhnya pada pria lain hanya demi harta, dan sekarang membahas itu bagai mengungkit luka lama Shelby.


Mata Darren membulat saat mendengar ucapan Shelby dan sekarang dia mengerti titik masalahnya ada di mana. Darren menggenggam tangan Shelby dan ketika Darren menggenggam tangannya, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Shelby hingga Darren sedikit memajukan tubuhnya, kemudian membawa Shelby ke dalam pelukannya. Darren mengelus punggung Shelby dan ketika Darren memeluknya, tangisan yang tadi pelan berubah menjadi tangisan yang mengencang dan untuk pertama kalinya, dia menangis dipelukan seseorang.


Darren tidak berbicara, lelaki itu memutuskan untuk membiarkan Shelby tenang terlebih dahulu hingga sepuluh menit berlalu, Shelby tersadar kemudian dia langsung mendorong tubuhnya, merasa malu.


Shelby terlalu banyak merasakan sakit yang di masa lalu, walaupun itu semua sudah berlalu pada masa-masa tersebut.


Darren menggenggam tangan Shelby.


"aku bingung harus mulai dari mana? aku juga bungung bagaimana caranya meminta maaf? Tapi aku benar-benar menyesal. Ampuni aku, Shelby," ucap Darren dengan penuh ketulusan.


"Soal kemarin itu bukan salahmu. Aku yang mulai, aku tidak menganggapmu seperti itu. Kau istriku dan aku juga mencintaimu." Saat Darren mengatakan perasaannya, Shelby langsung menoleh. Matanya membulat ketika Darren mengatakan mencintainya..