Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kejutan untuk Semua


“Lepas!" teriak Agnes saat Gabby mencengkram tangannya


”Kemarikan kunci mobilmu, karena mobilmu adalah pemberianku dan aku tidak Sudi mobilku dipakai oleh orang sepertimu!”


Tak ingin harga dirinya terus diinjak-injak oleh Gabby, Arsen pun merogoh saku, kemudian memberikannya pada Gabby. Setelah itu, Gabby melepaskan cengkramannya dari tangan Agnes dan Ia pun segera pergi untuk ke ke luar dari rumah itu.


Gaby masuk ke dalam mobil, kemudian menyalakan mobilnya dan menjalankannya. Dada Gabby serasa bergemuruh, nafasnya Kian memendek. Setelah mobil berjalan, Gabby kembali meminggirkan mobilnya, karena rasanya ia tidak sanggup untuk menahan tangis.


Gabby menangis sejadi-jadinya, seberapa sering pun Gabby, menangis seberapa sering pun Gaby bersedih. Tapi, tetap saja sakit itu pun masih terasa, ditambah lagi kenyataan yang baru saja ia ketahui, bahwa keluarga mantan suaminya hanya memanfaatkannya. Ia benar-benar Merasa dikhianati oleh Arsen dan keluarganya.


Tiba-tiba, Gabby terpikirkan sesuatu. Ia merogoh tas kemudian ia mengambil ponsel dan mengutak-ngatiknya.


•••


Kristin tergolek lemah di ranjang, sudah sebulan ini ia mengajukan cuti, karena kondisinya benar-benar melemah. Setelah bertemu Arsen di pesta, kondisi Kristin mulai drop. Ia mulai sering sakit-sakitan, dan dokter menyarankan bahwa ia harus bedrest. Itu sebabnya, ia mengajukan cuti di Firma hukum tempatnya bekerja.


Setelah kejadian di pesta itu, ia tidak bertemu lagi dengan Arsen, Ia juga tidak menghubungi Arsen lagi, karena ia masih shock dengan apa yang dikatakan oleh ayah dari anaknya. Jadi, Ia memutuskan untuk terlebih dahulu menenangkan diri.


Selama sebulan ini, hidup Kristin begitu memperhatinkan. Uang yang ia peroleh dari gajihnya, hanya tinggal sedikit, karena sisa gajinya ia gunakan untuk membayar sewa apartemen.


Saat Kristine melamun, tiba-tiba ponsel di sebelahnya berdering, membuat Kristine menoleh. Dengan gerakan pelan, Kristine pun mengambil ponsel itu, lalu melihatnya.


Mata Kristine membulat saat melihat ada notifikasi uang yang sangat besar masuk ke rekeningnya, Ia pun mengucek matanya, memastikan apakah yang dilihatnya benar atau tidak. Ternyata benar, ada uang yang masuk ke rekeningnya.


“ Uang itu untuk anakmu, bukan untukmu. pergunakan dengan sebaik mungkin. Jika kau tidak mengurus anakmu dengan benar, maka kau akan tau akibatnya!‘


Tiba-tiba Kristine menutup mulut saat mengetahui siapa yang mengirim pesan. ternyata Gabby lah yang mengiriminya uang.


Mungkin Gabby membenci Arsen dan Kristin. Tapi, Gaby tidak ingin mengorbankan anak yang tidak bersalah, Gabby tidak ingin anak yang dikandung Kristine harus terimbas pada kebenciannya, karena bayi itu tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan orang tuanya.


beberapa hari kemudian


Arsen tertunduk ketika Stuard bertanya padanya. Ia mencoba merangkai kata, untuk mememutar balikan fakta. Saat ini, Arsen sedang duduk di sebuah restoran yang cukup private bersama Stuard.


Seperti ucapannya saat itu, ia meminta Stuart melonggarkan waktunya,.Karena ia ingin berbicara berdua bersama Stuard, tentu saja Stuart menyanggupinya.


Arsen juga meminta Stuard untuk tidak memberitahu Gaby tentang pertemuan mereka, karena ia ingin memutar balikan fakta dan menuduh Gabby.


“Jadi apa yang kau ingin sampaikan pada Daddy?” tanya Stuard lagi. Ia menatap Arsen yang sedari tadi terus menunduk.


Sebelum menjawab, pintu terbuka membuat Arsen menoleh, ternyata Gabby yang datang. Seketika Arsen dan Gabby saling tatap, mereka pun sama-sama terkejut.


Tadi pagi, sang ayah meminta untuk datang seorang diri, tapi sekarang sang ayah malah duduk bersama Arsen, sedangkan Arsen terkejut karena Gaby datang. Padahal, Ia sudah meminta sang ayah mertua untuk tidak memanggil Gabby.


Gas komen gengs, sedih banget kalau ga pada komen. Ga komen besok up cuman sebab hahahah