
“Gabby, ayolah! tolong jangan seperti ini,” ucap Arsen. Tatapan matanya begitu penuh permohonan. “Bagaimana mungkin aku tidur di kamar lain,” ucapnya lagi yang tak terima ketika Gabby menyuruhnya ntuk tidur di kamar tamu.
“Aku tak perduli dan jangan berani berani masuk ke dalam kamarku, dan jangan pernah menaiki lantai ini!” Nada suara Gabby terdengar penuh peringatan dan tak ingin di bantah. Gabby berbicara dengan sadis, kemudian ia berjalan dan menggeret koper kecil yang di pegangnya.
“Gabby kau mau kemana?” tanya Arsen berusaha menarik tangan Gabby. Namun, secepat kilat Gabby menghempaskannya.
“Bukan urusanmu!” Setelah mengatakan itu, Gaby berbalik, kemudian ia langsung berjalan untuk turun. Ia berencana untuk menenangkan diri ke suatu tempat.
•••
Jalanan Rusia cukup lenggang, Mobil Gaby terus melenggang dengan kecepatan sedang. Gabby sengaja tidak pergi memakai sopir karena ia ingin mengendarai mobilnya sendiri agar lebih tenang dan lebih leluasa.
Tujuannya adalah pergi ke sebuah pantai, di mana dia akan berdiam diri dan menikmati angin laut selama beberapa hari.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang. Akhirnya Gabby sampai di sebuah hotel yang ada di pesisir pantai. Ia langsung memesan kamar hotel kemudian masuk ke dalam kamar yang sudah dipesannya.
Waktu menunjukkan pukul jam 7 malam, Gabby keluar dari kamar mandi dengan mata yang sembab, karena iya berendam sambil menangis.
Gabby hanya manusia biasa. Ia dihantam luka yang luar biasa hebat, dihantam kecewa yang sungguh berat. Ia mendapati penghianatan secara bertubi-tubi, dan Gaby hanya bisa menangis menangis menangis dan menangis untuk melampiaskan rasa sakitnya.
Gabby memakai pakaian santai, kemudian ia keluar dari kamar hotel, ia langsung pergi ke bar untuk menikmati live music dan meminum alkohol.
Gabby masuk ke dalam bar, kemudian mendudukkan dirinya di kursi. Lalu, ia memesan sebuah minuman. Tapi, saat dia akan menikmati minuman di depannya. Suara bising begitu mengganggu.
Hingga akhirnya ia keluar dari bar membawa sebotol alkohol. Ia berencana untuk menikmati alkohol yang ia beli di pantai.
“Arsen, Kenapa kau menghianatiku! apa kurangnya Aku padamu!” Gabby berteriak sejadi-jadinya. Ia berjalan dengan sempoyongan, karena ia sudah mabuk. Ia juga sudah menghabiskan alkohol yang tadi dia bawa.
“Arsan, apakah kau gila menyia-nyiakan wanita sepertiku!” teriak Gabby lagi. Ia melemparkan botol alkohol yang dipegangnya. Lalu kembali berteriak dan menangis, melepaskan amarah yang bersemayam dalam dada.
Tapi tak lama, langkah Gabby terhenti, ketika menabrak seseorang didepannya. ”kau!” panggil Gaby saat melihat siapa orang yang ditabraknya, yang tak lain adalah Nael. Gabby hampir terjatuh, tapi beruntung ia bisa mengendalikan diri.
“Kau lagi!” jawab Nael yang juga hampir terjatuh saat Gabby menabraknya.
“Menyebalkan!” gerutu Gabby. Baru saja Gabby dan Nael akan melanjutkan langkahnya, mereka sama-sama terhuyung kebelakang, karena mereka sama-sama saling menabrak.
“Kenapa kau menghalangi jalanku?” Gabby dan Nael kompak berbicara.
Tiba-tiba, kepala Gabby dan Nael sama-sama berputar-putar. Lalu, secara bersamaan mereka jatuh kebawah.
Scroll lagi gengs