Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tentu ini sangat Menyakitkan


“Nyonya Sebelum saya menjawab, saya meminta maaf jika saya lancang. Tapi memang benar, saya memang tidak ingin Nael bertanggung jawab atas kandungan saya. Z


Saya juga bisa membesarkan kedua anak saya sendiri, dan saya juga tidak ingin masalah ini di perpanjang, karena memang ini berawal dari saya dan Nael sama sekali tidak bersalah,” ucap Gabby. Ia berusaha tersenyum.


Namun, Grisella tau, bahwa di mata Gabby terdapat 1000 kepedihan. Sebab, ia pun pernah berada di posisi Gabby. Mungkin Gabby masih lebih beruntung daripada dia, karena dulu Grisella mengandung anak pertamanya dalam keadaan miskin, sedangkan Gabby mengandung kedua anaknya dengan dukungan keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Tapi tetap saja, itu tidak bisa menggantikan rasa sakit yang dirasakan Grisella di saat dulu dan Gabby di saat sekarang.


Grisella memejamkan matanya, saat mendengar jawaban Gabby yang terlihat pedih. Kemudian, ia menatap kearah Nael. “Mom, kau dengar sendirikan, aku tidak harus bertanggung jawab dengannya dan anak-anaknya. Lalu, kenapa kau memaksaku,” ucap Nael, lagi-lagi Gabby hanya bisa tersenyum getir, ketika mendengar ucapan nael. Dan inilah yang paling menyakitkan bagi Gabby, ketika ia mendengar Nael menyebut kandungannya hanya anak-anaknya saja, seolah mempertegas bahwa Nael membenci kedua anaknya.


Tapi lagi-lagi, Gabby berusaha menegarkan hatinya dan berusaha untuk menerima takdirnya. Tapi walaupun begitu, tetap saja ada rasa sakit yang teramat hebat.


“Nyonya, sepertinya untuk kedepannya tidak perlu dipermasalahkan lagi soal kandungan saya. Ini juga bukan hal yang berat untuk saya karena memang saya yang menginginkan kedua anak ini dan ini adalah ke murni keputusan saya dan saya juga tidak pernah meminta pertanggung jawaban dari Nael. Jadi saya mohon, ini terakhir kalinya kita membahas soal kandungan anak saya, karena saya tidak ingin lagi melihat kebelakang.”


Mendengar jawaban Gabby, Grisella bangkit dari duduknya, kemudian ia mendudukkan diri di sisi Gabby, membuat mata Nael membulat. Sedangkan Gabby terperanjat kaget dan tanpa disangka Grisella membawa Gabby ke dalam pelukannya, lalu mengelus punggung Gabby.


Dan sekarang, ada seorang wanita yang memeluknya, menguatkannya seolah berkata bahwa semua akan baik-baik saja.


Nael berdecih pelan, saat melihat apa yang dilakukan sang ibu. “Drama sekali!” ucap Nael dengan sadis, dan tentu saja ucapan Nael terdengar oleh Gabby. Hingga tangis Gabby Kian Luruh. Setelah itu, Nael bangkit dari duduknya, kemudian ia pergi keluar dari apartemen Gisel dengan membanting pintu.


“Maafkan saya!” kata Gabby setelah melepaskan pelukannya. Ia meminta maaf karena menangis dipelukanku Grisella. Grisella menghapus sudut matanya yang berair, kemudian ia mengusap airmata Gabby.


“Pasti ini sangat menyakitkan untukmu,” ucap Grisella. Gabby menggeleng. Tapi tak lama, Gaby menggangguk.


“aku tidak ingin mengatakan ini berat. Tapi rasanya begitu Menyakitkan, ketika Nael tidak mengakui anak ini. Tapi aku juga tidak menyalahkannya, karena memang akulah yang memaksanya agar aku bisa mengandung!” kata Gabby dengan air mata yang berderai air, Sedangkan Grisella kembali menghapus air mata Gabby.


••••