Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Membujuk


“Olivia!” teriak hansel, ia dilanda kepanikan saat Olivia masuk ke dalam rumah.


“Hansel bodoh sekali kau!”! rutuknya pada diri sendiri. Ia langsung berlari untuk mengejar Olivia. Kepanikan Hansel semakin menjadi-jadi ketika Olivia masuk ke dalam kamar.


“Sial! bagaimana jika dia serius dengan ucapannya. Oh, tidak. Aku belum menyembunyikan koper miliknya!” Hansel bergumam seorang diri. Ia merasakan rasa panik yang luar biasa.


“Olivia ... Olivia!” teriak Hansel dari arah luar. Ia mengetuk pintu dengan keras, sedangkan Olivia yang ada di belakang pintu menutup mulut menahan tawa saat mendengar teriakan Hansel.


“Olivia ... Olivia!” Axel idak menyerah. Ia memanggil nama Olivia. “Olivia .... Olivia, aku bercanda. Kau tahu bukan, aku tidak benar-benar serius dengan ucapanku!” Olivia menegakkan tubuhnya, kemudian ia menetralkan dirinya agar tidak terlihat bahwa ia sedang menahan tawa. Ia berpikir untuk mengerjai Hansel.


Olivia berbalik, kemudian membuka pintu hingga Hansel yang sedang menunduk langsung mengangkat kepalanya. “Olivia, aku minta maaf. Aku berbohong!” kata Hansel.


Olivia bersidekap, kemudian ia menyadarkan tubuhnya ke dinding. “Tapi, sepertinya wajahmu tidak berbohong. Sepertinya kau ingin aku pergi.”


Hansel menggeleng dengan cepat, layaknya seorang anak kecil. Dia langsung menarik tangan Olivia. “Olivia aku bohong,.aku benar-benar berbohong. Aku akan mati jika kau tidak ada disampingku!” kata Hansel. Mati-matian Olivia menahan tawanya, agar tidak meledak saat melihat ekspresi Hansel yang pasrah.


Jujur saja, saat Hansel seperti ini hati Olivia menghangat. Ia benar-benar merasa di cintai.


“Tapi barusan, aku sudah mengirim pesan pada Joanna, memintanya untuk menjemputku!” mata Hansel membulat saat mendengar ucapan Olivia.


“ Olivia kau!” Secepat kilat, Hansel masuk ke dalam kamar, kemudian ia mencari-cari ponsel Olivia untuk menarik pesan itu.


“Hancel kamu apa!” teriak Olivia, ia menyusul Hansel masuk. Saat Hansel masuk, ia melihat ponsel Olivia ada di ranjang. Hingga Ia pun langsung berjalan ke arah ranjang untuk mengambil ponsel tersebut.


“Hansel, apa yang kau lakukan!” teriak Olivia sambil berusaha menarik tangan Hansel, dan mengambil ponsel yang sedang ada pada mantan suaminya.


Jantung Olivia berdetak dua kali lebih cepat saat Hansel ada di atasnya, wajahnya sudah memerah saat wajah Hansel menatap iris mata miliknya. “Hansel,” ucap Olivia saat Hansel mendekatkan wajahnya dan sepertinya berniat akan mencium Olivia.


Hansel tersenyum, senyuman itu begitu memikat di mata Olivia. Hansel menahan tangan Olivia Lalu menyimpannya di atas, kemudian ... Cup. Hansel mendaratkan Satu kecupan di bibir Olivia, membuat Olivia memejamkan matanya.


Olivia pikir, Hansel akan melakukan lebih. Tapi ternyata m, Hansel hanya mencium bibirnya sekilas. Hingga ia kembali membuka matanya, dan saat membuka matanya Hansel tersenyum membuat jantung Olivia berdebar sangat kencang.


“Kau ingin aku melanjutkannya?” tanya Hansel penuh harap. Ia kembali mencium bibir Olivia. Sejenak, otak Olivia kosong. Namun, sepersekian detik ia tersadar dan ia langsung mendorong tubuh Hansel m, hingga Hansel terguling ke arah samping.


“Haish, Aku gagal lagi!" kata Hansel sedangkan Olivia hanya menggeleng.


“Olivia, kau tidak benar-benar sudah menghubungi Joana kan!” tanya Hansel.


Olivia menggeleng, “Belum, aku belum menghubunginya,” jawab Olivia, membuat Hansel menghela nafas.


“Ahhh, syukurlah ....”


“Mungkin sekarang belum, tapi nanti ....”


Mata Hansel membulat, “Olivia, Kau!”


aku up dua bab ya