Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Mimpi buruk


Lamunan Gabby buyar ketika dokter masuk ke dalam ruangan Laura dan Naura. Hingga Gabby menghapus air matanya, kemudian bangkit dari duduknya lalu menghampiri dokter.


“Bagaimana, Dok. hasil kesehatan Laura dan Naura?” tanya Gabby. Dokter memberikan hasil tes ke tangan Gabby. Secepat kilat, Gabby membuka hasil tes itu lalu memeriksanya dengan seksama. Ia seorang dokter, tentu saja tanpa dijelaskan Ia sudah mengerti bagaimana kondisi putrinya


Lutut Gabby melemas, rasanya Gabby tidak sanggup lagi berpijak pada bumi, ketika membaca hasil laporan kesehatan Laura dan Naura. “Do-dok, apa ini?” tanya Gabby. ia berpegangan pada nakas, karena ia merasa tubuhnya akan roboh saat mengetahui hasil tes Naura dan Laura..


“Do-dok, bagaimana mungkin ....” Gabby menatap dokter dengan nafas yang tersendat-sendat. Dunia Gabby menggelap saat Naura dan Laura dinyatakan harus menjalani transplantasi sumsum belakang, karena kondisi Laura dan Naura sudah sangat buruk..


.Bagaimana mungkin Gaby sanggup melihat kedua putrinya menjalani operasi yang sangat beresiko. Sedangkan Laura dan Naura masih sangat kecil. Menjalani kemoterapi saja sudah menyakitkan, apalagi harus menjalani transplantasi sumsum.


Setelah dokter pergi, tubuh Gabby langsung ambruk di lantai. Ia langsung menangis sejadi-jadinya. Lalu memukul-mukul dadanya.


Stella yang baru saja masuk langsung terkejut saat melihat Gabby menangis di lantai. “Nona Gabby, ada apa?” tanya Stella. Ia langsung memeluk Gabby dan menahan tangan Gabby agar Gaby tidak memukul-mukul dadanya sendiri.


•••


“Mom ... Dad, sebenarnya ada apa dengan kalian? Kenapa kalian mengacuhkanku selama dua minggu ini?” tanya Nael, karena selama dua minggu ini Nael diacuhkan oleh keluarganya. bahkan Jordan pun ikut menjauh.


Dan setelah dua minggu berlalu. Akhirnya Nael memutuskan untuk berbicara pada ibu dan ayahnya. Grisella yang duduk di sofa langsung bangkit dari duduknya, karena ia enggan melihat enggan melihat wajah sang putra.


“Mom!” Nael menarik tangan Grisella, ia harus memastika semuanya detik ini juga.


Satu tamparan mendarat di pipi Nael, Grisella menampar Nael dengan keras, membuat mata Grey membulat. Ia tidak menyangka istrinya akan menampar putra mereka.


“Mo-mom.” Nael menatap tak percaya pada sang ibu. Ia masih tak percaya saat G risella menamparnya. “Kau bukan manusia, Nael. Mommy menyesal telah melahirkanmu kedunia ini.” Setelah mengatakan itu Grisella pun berbalik, kemudian meninggalkan Grey dan Nael.


“Da-Dad ....” ucap Nael terbata-bata. Ia tidak menyangka akan mendengar ucapan yang menyakitkan dari sang ibu. Grey menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Ia bangkit dari duduknya kemudian menepuk pundak Nael.


“Dad, kenapa Mommy bisa berkata begitu?” tanya Nael pada Greey.


“Coba tanyakan pada dirimu sendiri, Nael. Kenapa sampai Mommy bisa mengatakan hal itu padamu.” Grey lebih memilih meninggalkan Sang putra dan berjalan untuk menyusul Grisella, meninggalkan Nael yang diam mematung


Nael masuk ke dalam kamar dengan langkah yang lesu. Selama dua minggu ini, hidup Nael terombang-ambing. Rasanya hari-harinya begitu berat, karena keluarganya menjauhinya. Bahkan cenderung tidak menganggapnya ada.


Begitupun jordan yang tiba-tiba susah untuk ditemui. Hingga Nael tidak mempunyai teman untuk berkeluh kesah. Saat sudah berada di kamar, Nael angsung berjalan ke arah ranjang. Lemudian ia membaringkan diri di ranjang matanya menatap lurus ke depan ia melamun dengan waktu yang lama tanpa sadar akhirnya ia terlelap.


“Laura ...Naura!” tiba-tiba, Nael berteriak. Ia bermimpi, Laura dan Naura datang menghampirinya dengan bersimbah darah.


Gas komen gengs. Ga komen besok. up satu bab ahhahaha. sebentar lagi kalian pasti akan ketawa puas.


Note. setelah operasi Laura dan Naura sembuh ya.