
“Kenapa kau tidak menghabiskan makananmu?” tanya Miko pada leticia Bagaimana tidak, Leticia memesan semua menu yang ada di restoran itu. tapi Leticia hanya memakan kentang goreng saja.
“Aku kenyang!” Leticia menjawab enteng, seraya menikmati kentang goreng di suapan terakhir.
“Lalu kenapa kau memesan sebanyak ini?” tanya Miko.
“Kenapa, apa kau keberatan? jika keberatan kau keberatan, aku bisa membayarnya sendiri!” Leticia menjawab dengan acuh, seketika wajah Miko dihinggapi kepanikan saat mendengar Leticia mengoceh
“Tidak ... tidak, aku tidak keberatan. Biar nanti aku yang memakannya,” jawab Miko. Ia benar-benar harus sabar menghadapi Leticia yang sedang mengandung lagi.
“Kau kenyang, Dad?” tanya leticia, ketika Miko menghabiskan makanan yang dipesan.
Miko tersenyum, kemudian mengangguk. “Rasanya, aku ingin kembali saja ke rumah dan tidak pergi ke kantor. Ayo pulang!” ajak Miko, Miko pun bangkit dari duduknya, kemudian membantu leticia untuk bangun. Lalu setelah itu, mereka pun keluar dari restoran.
•••
“Sayang, Bukankah itu anak Ayana?” ucap Miko tiba-tiba yang melihat Moa sedang berdiri di pintu yang berada di bagian kanan, sedangkan Leticia dan Miko keluar dari pintu bagian kiri.
“Hmm, Sepertinya itu Moa, kenapa dia sendiri!” jawab Leticia. “Da-Dad,”;ucap leticia terbata-bata saat melihat sebuah mobil yang dengan kecepatan penuh dan menuju ke arah Moa. Mata Miko membulat saat melihat mobil melaju dengan kecepatan penuh.
Tanpa pikir panjang, Miko berlari, karena ia melihat sepertinya Moa akan menyeberang dan mobil itu sepertinya tidak berniat untuk berhenti.
“Moa!” teriak Miko, dan beruntung sebelum mobil itu datang, Miko berhasil merangkul tubuh Moa dan karena kencangnya Miko berlari, ia tersandung kakinya sendiri, dan berguling-guling di aspal, sambil mendekap tubuh Moa, dan Miko baru berhenti berguling, ketika punggungnya terkenan tembok pembatas.
Leticia menutup mulut saat melihat suaminya, Ia pun berjalan dengan sedikit cepat untuk menghampiri Miko. “Dad!” pekik Leticia.
“Kau tidak apa-apa?” tanyanya lagi saat menghampiri Miko
“Moa!” pekik Leticia, ketika ia melihat Moa yang sedang berada dipelukan suaminya, tubuh Moa tampak bergetar, bahkan matanya setengah terpejam. Seketika Miko pun bangkit, kemudian ia langsung melepaskan dekapannya. Lalu merubah posisi Moa, hingga Moa ada di atas pangkuannya.
“Moa .... Moa!” panggil Miko, karena mata Moa hampir terpejam. Sepertinya gadis kecil itu terlalu terkejut dengan apa yang terjadi. Jika saja Miko tidak datang tepat waktu, sudah pasti Moa akan tertabrak oleh mobil Jordan.
Raymond membulatkan matanya saat melihat adegan di depannya, Ia yang baru saja keluar dari restoran tersebut terpekik kaget, hingga Miko dan Leticia menoleh.
“Apa yang terjadi dengan Moa!" kata Raymond, ia mengambil alih tubuh Moa dari pangkuan Miko. Leticia tidak membalas ucapan Raymond. ia malah melihat ke arah mobil Jordan yang masih belum pergi, dan sepertinya sedang memastikan
Seketika Raymond melihat arah pandang Leticia, hingga tatapannya berhenti di mobil Jordan, dan Raymond pun mengenal mobil Jordan. Tidak perlu dijelaskan lagi, sepertinya Raymond mengerti apa yang terjadi.
Seketika amarahnya berkobar hebat di dada saat menyadari bahwa Jordan berniat menabrak Moa, bahkan Nafas Raymond terasa memburu. “Kita bisa selesaikan nanti. Tolong bawa Moa ke rumah sakit terlebih dahulu!” kata Leticia saat Raymond terlihat akan menghampiri Jordan.
Raymond tersadar, kemudian ia melihat Moa yang sedang berada di gendongannya dan sepertinya sudah memejamkan matanya.
“Terimakasih sudah menyelamatkan putriku!” ucap Raymond. Ia pun langsung maju, kemudian ia pergi ke arah mobilnya. Lalu setelah itu, ia berniat membawa Moa rumah sakit.
Saat Raymond pergi, Leticia dan Miko saling tatap.
“Apa dia sudah menikah lagi?” tanya Miko.
“Entahlah!” ucap Leticia, tiba-tiba tatapan leticia teralih pada mobil Jordan yang masih ada di sana.
•••••
Scroll ya,