Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Ayo Ke Taman Hiburan


Mendengar ucapan Laura yang melarang mengatakan pada Gabby tentang mereka yang ke gereja, Stella pun menggangguk-anggukan kepalanya, kemudian ia tersenyum lalu membelai rambut Naura dan Laura secara bergantian.


“Oke, bibi janji, bibi tidak akan memberitahu pada Mommy jika kalian pergi ke gereja. Tapi kalian harus berjanji, kalian tidak boleh menangis lagi!” balas Stella, Laura dan Naura pun kompak mengangguk, mereka turun dari kursi, kemudian mereka pun berjalan keluar dari gereja tersebut.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Stella sampai di rumah sakit, Laura dan Naura enggan pulang ke apartemen, dan lebih memilih untuk menemani sang ibu.


“Mommy!” Panggil Laura dan Naura secara bersamaan, mereka Langsung memanggil Gabby saat masuk ke dalam ruangan. Gabby tersenyum, kemudian merentangkan kedua tangannya pada kedua Putri kembarnya. Laura dan Naura berlari kearah brankar, kemudian mereka menaiki brangkar lalu memeluk Gabby.


“Bagaimana hari kalian di sekolah? ” tanya Gabby, Naura dan Luara mengadahkan kepalanya, lalu menatap sang Ibu. “Seperti biasa, tidak ada yang menyenangkan,” Jawab Laura, sedangkan Gabby Hanya terkekeh mendengar jawaban Sang putri.


“Apa menyenangkan, makan siang bersama paman Jeremy?” tanya Gabby, Laura dan Naura mengangguk. “Paman Jeremy sangat baik. Bahkan, paman Jeremy tidak pernah melihat kami dengan tatapan kesal. ” Seloroh Laura, tanpa sadar membuat Gabby terdiam.


Hati Gabby patah berkeping-keping, ketika mendengar ucapan sang putri. Ia menyadari betul, bagaimana lukanya kedua putrinya karena sikapnya Nael. Hingga sikap Jeremy yang menurut orang lain sangat sederhana begitu Membekas di hati kedua putrinya.


“Oh ya, Mommy, tadi pun kita makan di restoran yang sama dengan Da ....” Tiba-tiba, Naura menghentikan gerakannya saat Laura menyentuh kaki Naura, membuat Gabby mengerutkan keningnya. Gabby langsung menatap Stella yang sedang berdiri, bertanya pada Stella, lewat tatapan matanya. Sedangkan, Stella langsung memalingkan tatapannya ke arah lain. Tak perlu dijelaskan lagi, Gabby mengerti Naura dan Laura baru saja bertemu Nael di restoran.


Gabby menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, kemudian ia merangkul tubuh kedua putrinya. “Setelah Mommy. sembuh, dan pulang dari sini. Bagaimana jika kita pergi ke taman hiburan. Bagaimana jika kita membeli aksesoris-aksesoris lucu untuk kita pakai bersama?” ucap Gabby pada Laura dan Naura. Laura dan Naura pun mengangguk dengan mata yang berbinar.


Satu minggu kemudian.


Gabby turun dari berangkar, kemudian ia melihat ke arah jendela. hari ini Gabby sudah di perbolehkan untuk pulang, karena kondisi Gabby sudah membaik.


Setelah bersiap untuk pulang, Gabby menoleh ke arah jam di dinding. Ternyata, waktu menunjukkan pukul 4 sore. Rasanya, Gabby tidak sabar untuk sampai di apartemen. Ia benar-benar merindukan kamarnya, dan rindu tidur dengan kedua putrinya.


Tak lama pintu terbuka, membuat Gabby menoleh. Ternyata, tim dokter yang masuk dan memberikan hasil laporan kesehatan pada Gabby. Gabby mendengar ucapan dokter dengan seksama, lalu ia melihat sendiri hasil pemeriksaan kesehatannya.


Saat sedang melihat catatan kesehatannya, ponsel Gabby berdering, Gabby mengerutkan keningnya, saat melihat nama Gabriel terpampang di layar


Saat mendengar ucapan Gabriel, dunia Gabby berhenti berputar, jantungnya seperti berhenti berdetak. Semuanya menggelap, tanpa sadar ia melepaskan ponsel yang sedang ada di genggamannya, ternyata Gabriel mengatakan bahwa Stuard dan Simma meninggal, secara bersamaan.


Baca sampai akhir ya, sebelum kalian baca bab berikutnya.


Gengs, jujur aku ini males banget buat update, karena baca beberapa komentar yang benar-benar bikin nge down banget.


“Thor pasti ujung2nya Gabby balikan sama Nael. basi ah, entar kaya novel-novel lain.”


“Thor kenapa sih Gabby menderita melulu.”


“Thor payah ah, pasti ujung-ujungnya Gabhy sama Nael dan novelnya jadi membosanka. ”


Gengs, ini contoh komentar yang ngebuat aku down banget, terkesan sederhana sih kata-katanya. Tapi untuk aku yang nulis tuh rasanya nyesek banget, kan aku udah sering bilang ikutin aja alurnya, karena aku pun selalu berusaha kasih yang terbaik.


Kalau kalian belum tau kisah Mommy Simma sama Stuard, kalian bisa baca kisah mereka di judul Cinta sang Pria arogan. Di sana, Simma di sia-sian sama Josh ayah kandung Gabby Gabriel, tapi ujung-ujungnya Simma sama Stuard walaupun Josh udah nyesel


Nah begitupun Gabby sekarang, ga tau siapa jodoh Gabby kedepan, alangkah baiknya kalian ikutin aja alur yang kubuat


Terus ada yang komen, Thor Gabby menderita mulu, kapan bahagianya.


Mau Gabby bahagian besok? tapi langsung tamat mao? Hahaha. Gengs, aku sebagai penulis sedang berusaha mengaduk-ngaduk hati kalian. Jadi, kalian sabar dulu ya. Akan ada saat di mana Gabby berkata bahwa dia menjadi seorang wanita yang paling berharga karena di bahagiakan oleh....


Oh, Ya. Daddy Stuard sama Mommy Simma memang harus meninggal ya karena memang umur mereka udah tua, dan ini juga jembatan untuk Gabby pindah ke Jepang.