Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kupu-kupu berterbangan


Setelah berkeliling area Villa, Laura terdiam saat melihat ada satu ruangan dengan pintu terbuka. Ia pun langsung mengintip, ternyata sang ayah sedang berada di depan laptop.


Perlahan, Laura masuk ke dalam membuat Nael yang sedang mengerjakan pekerjaannya menoleh, wajahnya berbinar ketika Laura menghampirinya.


“Laura ada apa?” tanya Nael. Ia bangkit dari duduknya, kemudian ia menghampiri Laura Lalu setelah itu, ia menekuk kakinya dan menyetarakan diri dengan putrinya..


Saat Nael ada di dekatnya, Naura menunduk ia tidak berani menatap sang ayah jari-jarinya saling bertautan. Rasanya ia begitu gugup dan begitu asing saat berbicara dengan ayahnya.


Nael mengelus pipi Laura, hingga Laura mengangkat kepalanya dan matanya langsung bersibobrok dengan mata sang ayah. “Bolehkan aku menelepon Mommy?” kata Laura dengan suara yang pelan, bahkan Nael Hampir tak bisa mendengarnya.


“Bisakah kau ulangi lagi?” tanya Nael


“Aku ingin menelepon Mommy. Bisakah kau menelepon Mommy untukku?” tanya Laura, Nael sedikit menarik sudut bibirnya, kemudian Ia langsung merangkul tubuh putrinya membuat Laura terpekik, kaget dan setelah itu, Nael menggendong Laura dan berjalan kearah sofa. lalu mendudukkan Laura di pangkuannya.


Laura terdiam saat duduk di pangkuan sang ayah, rasanya ini begitu nyaman. Begitupun bagi Nael, ia merasakan kupu-kupu berterbangan di sekelilingnya


“Kau ingin menelepon Mommy?” tanya Nael Laura mengangguk pelan. Ia masih tidak berani menatap sang ayah.


“Call me Daddy, maka Daddy akan menelepon Mommy sekarang juga!” titah Nael.


Laura menggigit bibirnya, kemudian kembali menunduk. “Daddy!” ucapnya. Tubuh Nael diam mematung, tubuhnya serasa melayang, seketika matanya berkaca-kaca saat mendengar apa yang Laura katakan. “Bisakah kau ulangi lagi?” tanya Nayla dengan bibir bergetar.


Untuk pertama kalinya, setelah ia menyesal ia mendengar salah satu putrinya memanggilnya dengan kata Daddy dan ini lebih membahagiakan daripada apapun. Setidaknya Laura sudah sedikit membuka hati untuknya, tinggal ia memikirkan bagaimana caranya membuka Naura.


Laura terpekik kaget saat mendengar sang ayah menangis dan memeluknya begitu erat. Perlahan, Laura mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukan sang ayah.


Namun tak lama, tangannya menggantung ke udara saat mengingat detik demi detik yang menyakitkan yang terjadi di masa lalu, dan pada akhirnya Laura menurunkan kembali tangannya dan tidak membalas pelukan sang ayah.


•••


Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Nael terdiam di depan villa, menunggu seseorang, yang tak lain adalah Gabby, ya, saat ini Gabby sedang berada di jalan dan menuju ke villanya.


Sebenarnya Gabby ingin datang sedari siang hanya saja Nael melarangnya, karena akan percuma perjuangannya jika Gaby datang pada saat Laura dan Naura masih membuka matanya. Hingga akhirnya, Gabby datang ke villa saat Laura dan Naura sudah tertidur.


Nael menutup matanya, saat matanya terkena silau dari lampu mobil. Ia mengembangkan senyumnya, kala Itu adalah mobil yang ditumpangi oleh Gaby dan benar saja mobil itu berhenti tepat di depannya.


Nael maju ke arah mobil, kemudian ia membukakan pintu belakang. Tatapan matanya langsung bersibobrok dengan tatapan mata Gabby. Pancaran kerinduan langsung tersirat di matanya saat melihat ibu dari anak-anaknya.


Nael mengulurkan tangannya pada Gabby, dan membantu Gabby turun. Namun Gabby menolaknya, Gabby malah turun seorang diri membuat Nael menepuk keningnya, Ia lupa bahwa Gabby dalah wanita yang cukup gengsian.


Aku up dua bab dulu ya, gas komen gengs biar semangat. aku mulia up rutin 3 bab lagi mulai besok ya. tapi janji dulu sekarang harus komen di atas 500 komennya hahahaha