
“Kenapa kau mengganti sandi apartemenmu?” tanya Nael ketika Jordan membukakan pintu. la langsung protes ketika pintu terbuka dari dalam.
“Ada apa?” tanya Jordan. Membuat Nael mengerutkan keningnya. Sial! hari ini benar-benar berbeda, semuanya berubah. Bukan hanya keluarganya saja, bahkan sahabatnya pun berubah
“Kenapa kau jadi begini padaku, minggir aku ingin masuk!” Nael berusaha masuk ke apartemen Jordan. Namun secepat kilat, Jordan Menghadang langkah Nael
“Aku sedang tidak ingin diganggu. Aku ingin beristirahat Jadi kau pergi saja!” Setelah mengatakan Itu, Jordan langsung menutup pintu dengan sedikit keras membuat mail terperanjat kaget.
“Terserah kau saja Nael menendang pintu apartemen Jordan, Karena ia merasa kesal dengan sahabatnya. Ia pun langsung berbalik kemudian ia langsung pergi ke basement untuk mengambil mobil.
Saat sudah beradi basement. Nael terdiam, di mobil. Sedari tadi masuk, ia belum bergerak sedikitpun dan tidak memajukan mobilnya. Ia melihat ke sekelilingnya yang tampak gelap. tidak ada satu orang pun dibasement tersebut. semakin membuat hati Nael tak tenang. keluarganya berubah begitupun Jordan hingga ia benar-benar bingung dengan apa yang terjadi. Belum lagi bayangan kedua putrinya menghantuinya sedari tadi. Hingga keresaham Nael semakin menjadi-jadi.
Nael menegakkan tubuhnya, kemudian memakai sabuk pengamannya. Setelah itu, ia langsung menjalankan mobilnya. Ia tidak tahu ia akan menjalankan kemana yang pasti Ia membutuhkan angin segar.
•••
“Kenapa aku disini,” lirih Nael ketika ia berada di taman yang tadi ia datangi bersama kedua putrinya. Rupanya, tanpa sadar. Nael mengemudikan mobilnya ke taman hiburan yang sempat tadi ia datangi bersama Laura dan Naura.
Wajah Laura dan Naura tak henti-hentinya membayang-bayanginya. Hingga tanpa sadar, Nael memajukan mobilnya ke tempat terakhir ia bertemu bersama putrinya.
Dua minggu kemudian.
Wajah Laura begitu pucat, bahkan sangat memutih. Suhu tubuhnya terkadang normal terkadang panas tapi. terkadang dingin. Semalam, Laura dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kejang dan setelah diperiksa oleh dokter kondisi Laura semakin memburuk berbeda dengan Naura.
Naura sedikit kuat bahkan selama beberapa kali kemoterapi, Naura tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Berbeda dengan Laura yang tampak lemah tak berdaya dan puncaknya adalah semalam.
“ Mommy!” Panggil Naura dengan suara yang super peran. Ia yang sedari tadi duduk di sofa menghampiri sang Ibu. Hingga Gaby langsung menolehkan kepalanya pada Naura.
“Nauda ada apa? apa kau haus?” tanya Gabby, Naura menggeleng. Ia sedikit mengangkat pakaiannya, membuat mata Gabby membeliak, ketika muncul bintik-bintik merah di dalam tubuh putrinya.
“Stella ... Stella!” Panggil Gabby..Stella yang sedang berada di luar ruangan langsung masuk. “Ya nona Gabby. Tolong jaga Laura Aku akan memanggil dokter!” kata Gabby. ia pun langsung berlari keluar untuk memanggil dokter karena sepertinya Naura sedikit terkena efek karena kemoterapi yang kemarin dilakukan.
waktu menunjukkan pukul 5 sore. Gabby berusaha untuk meredam suara tangisnya. Ia menangis tergugu saat melihat kedua putrinya terbaring. Tadi, Laura yang terbaring di brankar dan sekarang Naura pun ikut menyusul Laura karena kondisi Naura kembali drop.
Scroll gengs,