
“Leticia!” Panggil Miko, Leticia yang baru saja selesai dengan acara makannya menoleh.
“Ada apa?” tanya Leticia.
“Besok kau sudah boleh pulang dan aku memutuskan untuk membawamu pulang ke Rusia,” jawab Miko, membuat Leticia tertawa kecil seraya berdecak kesal
“Paman pulanglah ke Rusia, kau terlalu lancang karena memutuskan sesuatu tentangku,” jawab Leticia membuat Miko terdiam. Leticia mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya, ia rasa ini waktunya untuk berbicara dengan Miko.
“Paman, pulanglah aku akan tetap menetap di Jepang. Aku sudah nyaman hidup di sini!” kata Leticia kali ini tatapan Leticia melembut pada Miko, berbeda dengan sebelumnya membuat Miko terdiam.
“Tidak Leticia, Kau istriku kau harus ikut denganku!” kata Miko lagi.
“Untuk apa aku ikut denganmu, apa kau pikir semuanya akan baik-baik saja. Berapa lama lagi kau akan egois, mengorbankanku demi kepentinganmu!”
Skak, Miko terdiam ia tak mampu menjawab ucapan Leticia. Miko menatap Leticia lekat-lekat, ia rasa ini waktunya ia berbicara dengan istrinya. “Leticia, aku tidak pandai bermulut manis, aku juga tidak pandai.berbicara tapi aku ingin minta maaf padamu, aku berjanji aku akan memperbaiki diriku sendiri, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu dan aku berjanji ....”
“Tidak .... aku tidak mau memberimu kesempatan, karena aku tahu, ujung-ujungnya aku juga yang terluka. Aku tidak ingin berharap lagi pada siapapun, aku tidak ingin tau tentangmu lagi. Pergilah, aku sudah sehat dan aku bisa mengurus diriku sendiri!”
Melihat Leticia yang keras kepala, Miko bangkit dari duduknya, kemudian tanpa aba-aba ia membawa Leticia ke dalam pelukannya hingga kini wajah Leticia ada di perut Miko.
“Leticia, aku mohon,berikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku, dan aku berjanji kok akan menjadi suami yang baik.”
Saat Miko memeluknya, mata Leticia berkaca-kaca, pelukan ini begitu menyakitkan karena ia tahu Miko memeluknya dengan terpaksa. Pada akhirnya, Leticia tak sanggup membendung tangisnya, apalagi ketika Miko membelai rambutnya hingga ia menangis sesegukan dipelukan Miko.
“Maukah memberikanku kesempatan?” tanya Miko.
Leticia menggeleng. “Tidak, aku tidak mau!” kata Leticia. Padahal Miko berharap, setelah Leticia menangis, Leticia mau memberikannya kesempatan. Tapi, nyatanya tidak
Miko menarik kursi, kemudian ia mendekatkannya ke arah berangkat. Lalu ia mendudukkan dirinya kemudian menggenggam tangan Leticia.
“Leticia kumohon, berikan aku kesempatan Ayo kita kembali ke Rusia dan juga ayo kita perbaiki semuanya dan memulai dari awal,” ucap Miko lagi, Leticia menggeleng.
“Tidak mau, sudah kubilang tidak mau ...” tiba-tiba Leticia menghempaskan tangan Miko dengan kasar.
“Aku tidak mau kembali ke Rusia aku akan mengajar di sini dan aku tidak mau memulai apapun denganmu. Jadi sekarang, silakan Paman pergi dan tinggalkan aku!” kata Leticia
“Leticia ayolah jangan begini, oke jika kau tidak mau memaafkanku atau kau tidak percaya padaku beri aku waktu dalam 6 bulan. Jika kau masih tidak bisa memaafkanku maka aku akan mundur dan membiarkanmu pergi!” kata Miko. “Kau boleh mengajukan syarat apapun padaku, aku akan mengikutimu !” jawab Miko membuat Leticia tersenyum getir, jika dipikir untuk pertama kalinya Miko berbicara panjang lebar padanya.
“Paman, sadarkahkah kau, bahwa sebenarnya kau bukan berusaha membalas Budi pada ayahku, kau sedang melakukan yang sebaliknya. Kau sedang membalas dendam pada ayahku hingga kau mengorbankanku!”
Deg
Seketika ....
Seketika 500 Komen dulu Gengs