
“Gabriel ke mana yang lain. Apa kita hanya berdua saja. Bagaimana mungkin kita bertinju tanpa ada wasit?” tanya Nael, ketika masuk ke kedalam ring.
“Gabriel!” panggilnya lagi, Gabriel tidak menoleh. Seketika, orang yang sedang duduk itu menurunkan topi yang ada di kepalanya.
“Woaay!” Tiba- tiba-tiba, Nael tersentak kaget saat melihat siapa orang yang duduk, ternyata yang duduk itu bukan Gabriel melainkan Gabby, ia terlalu terkejut sampai tubuhnya hampir terhuyung kebelakang.
“Gabby!” panggil Nael, ia mengucek matanya karena tidak percaya dengan apa yang ada di depannya, Gabby bangkit dari duduknya, kemudian ia melepaskan jubahnya.
“Nael, Ayo bertinju denganku. Jika kau menang kita akan langsung menikah!” kata Gabby. Nael tidak menjawab, ia kembali mengucek matanya.
”Gabby, kapan kau tiba di Rusia, kenapa kau kemari tidak memberitahuku?” Nael bertanya bertubi-tubi pada Gabby
“Nael!” pekik Gabby.
“Mendengar teriakanmu, aku rasa ini benar kau!” ucap Nael lagi. Tiba-tiba, Gabby mengacungkan tangannya ke depan saat Nael akan memeluknya.
“Nael, akan kuhajar kau jika kau menyentuhku!" uitimatum Gabby, membuat Nael terdiam di tempat. Tak lama, Nael melihat Gabby dari bawah sampai ke atas. Ia menelan ludah saat melihat pakaian olahraga Gabby yang begitu melekat di tubuh Gabbby, hingga Gabby terlihat sangat sexy.
Jakun Nael naik turun saat melihat tampilan Gabby yang begitu seksi. “Gabby, kau **** sekali,”.ucap Nael tanpa sadar.
“Nael!” teriak Gabby, Nael mengerjap, kemudian tersadar.
“Gabby, kenapa kau mengajakku bertinju. Mana Gabriel?” tanya Nael. Ia segera mengalihkan pembicaraan
Jika ia mengalahkan Gabby, ia yang bersalah karena harus melawan calon istrinya dan meninju Gabby. Jika ia tidak mengalahkan Gabby pun, ia juga pasti akan salah
tiba-tiba Nael menjatuhkan tubuhnya kelantai hingga posisinya berbaring dengan terlantang. “Gabby, aku kalah. Jadi kita tidak tidak perlu melanjutkannya lagi. Aku sudah kalah sekarang,” Jawab Nael. Ia lebih memilih melakukan hal konyol, dari pada harus meladeni keinginan Gabby.
Gabby memalingkan tatapannya ke arah lain, ia ingin sekali tertawa saat melihat tingkah Nael. “Nael bangun, ayo bertarung sekarang.”
“Tidak Gabby. Aku sudah kalah sekarang. Aku kalah untuk menang. Jadi kita sudah bisa menikah besok,” jawa Nael.
“Terserah kau saja!” omel Gabby Saat Gabby akan turun, dari ring tinju, Naek menarik tangan Gabby, hingga kini Gabby terjatuh di atas tubuhnya. “Nael, apa yang kau lakukan?” pekik Gabby, ia berusaha menjauhkan tubuhnya dari tubuh Nael. Sedangkan Nael memeluk pinggang Gabby begitu erat
hingga tubuh mereka begitu rapat. Gabby berusaha meronta. Namun, Nael semakin mengencangkan pelukannya.
“Apa semenyenangkan itu mengejaiku?” tanya Nael tiba-tiba. Gabby terdiam, ia tergagap. “Memangnya siapa juga yang mengerjaimu,”
“Kenapa kau tidak berkata akan pulang ke Rusia. Setidaknya kita bisa pergi bersama agar aku bisa menemani Laura dan Naura di pesawat.” Nael merapikan rambut dan membawa rambut Gabby kebelakang telinga lalu ia sedikit memajukan wajahnya dan mencium sekilas bibir Gabby, membuat Gabby tersadar.
Seketika Nael berteriak, ketika Gabby menyikut bagian kejantanannya. Setelah itu, Gabby pun bangkit dari tubuh Nael, sedangkan Nael masih meringis.
“Gabby, kenapa kau menyikut asetku. Apa kau tau asetku ini yang akan membuatmu bahagia,” ucap Nael, seraya memegang kejantanannnya yang di sikut oleh Gabby.
Scroll