
Gabby bangkit dari duduknya, kemudian berbalik ia langsung meninggalkan Joan yang masih terduduk di pasir. Saat berjalan, ia memeluk dirinya sendiri kemudian ia kembali menoleh kebelakang ia melihat ke arah Joan.
Tiba-tiba, jantung Gabby berdebar tak karuan saat mengingat perasaannya saat bersentuhan dengan Joan. Walaupun mereka hanya bersentuhan sebentar. Tapi, perasaan Gabby mengatakan ada yang berbeda. Bahkan, ia merasa perasaan yang tak asing ketika tidak sengaja menyentuh tangan Joan
. Ia seperti djavu, ia pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Tiba-tiba, mata Gaby berkaca-kaca, kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu mulai kembali melanjutkan langkahnya.
Setelah sampai di kamar hotel yang ia pesan. Gabby pergi ke dalam kamar mandi, ia berniat menyegarkan dirinya sebelum ia tidur.
•••
Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Gabby merasakan gelisah bukan main, beberapa kali Gabby mencoba untuk memejamkan matanya dan berusaha terlelap. Tapi tak bisa, ia masih ingat kejadian barusan.
Entah kenapa Feelingnya begitu kuat. Tapi jika dipikir oleh nalar, pikirannya sangat tidak mungkin. Tiba-tiba, Gaby terpikirkan sesuatu. Ia terdiam, seperti memikirkan hal yang sangat berat. Hingga, setelah cukup lama merenung. akhirnya Gabby mengambil ponsel kemudian menelpon seseorang.
Beberapa hari kemudian
“Naura kenapa bibi Stella, belum menjemput kita?” tanya Laura saat keluar dari kelas. Naura menoleh dengan lesu.
“Mana aku tau, ayo tunggu saja di sana,” kata Naura. Ia pun langsung pun langsung pergi untuk duduk di kursi yang menghadap ke gerbang. Laura sibuk dengan mainan di tangannya, sedangkan Naura menatap lurus kedepan.
Mata Naura sudah berkaca-kaca, kemudian ia melihat telapak tangannya yang kemarin menggenggam tangan Mike yang tak lain adalah Joan.
Saat pertama kali pertama Mike datang memperkenalan diri. Naura sudah mempunyai feeling, Mike tak asing baginya. Sebab walaupun Mike sudah berusaha meredam suara aslinya. Naura masih bisa membedakannya. Begitu pula, postur tubuh Mike.
Dan sebenarnya, bukan Laura yang pertama mempunyai Feeling melainkan Naura. Dulu, Naura yang paling bersemangat untuk menggapai kasih sayang Nael. Itu sebabnya ia mengingat sekecil apa pun tentang Nael.
dan saat mendengar suara Mike untuk pertama kalinya, Naura sudah langsung tahu bahwa itu adalah ayahnya. Saat Laura mengatakan bertanya pada Gabby tentang bisakah orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali, Naura hanya melirik sekilas pada sang adik.
Ia sama sekali tidak berniat untuk memberitahukan Laura karena menurutnya Laura sangat bawel. Dan ia tidak mau kehadiran sang ayah diketahui oleh ibu mereka itu sebabnya Naura lebih memilih tutup mulut.
Walaupun Naura masih kecil, Naura tidak Pernah bertingkah gegabah. Kemarin, ia berpura-pura meminta tolong pada Mike untuk mengajarkannya teknik melukis.
Tapi, yang terjadi ia malah meneliti setiap inci tangan sang ayah, karena ia tahu sang ayah memiliki tanda di lengan dan benar saja, Naura benr ia bisa melihat tanda yang ada di tangan Mike.
Dan sejak tadi datang ke sekolah, Naura enggan melihat Mike. Bahkan, Naura tak mengikuti kelas melukis. Kebencian Naura pada sang ayah sepertinya sudah mendarah daging dan ia muak melihat Mike. Terlalu banyak rasa sakit yang di berikan oleh Nael di masa lalu, hingga membekas sampai sekarang.
“Laura .... Naura!” panggil Mike dari arah belakang, menyadarkan Naura dari lamunannya.
Scroll