Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Cemburunya wanita dingin


Satu tahun kemudian


Waktu berlalu begitu cepat, hingga ini Tidak terasa sudah 1 tahun berlalu. 4 bulan lalu, Olivia dan Hansel sudah keluar dari pulau pribadi milik Jordan, dan mereka pun memutuskan untuk menikah kembali.


Butuh banyak sekali perjuangan yang harus Hansel lakukan untuk meyakinkan Olivia, hingga pada akhirnya Olivia mau menerima kembali Hansel dan mereka pun melangsungkan pernikahan. Namun, walaupun begitu, Olivia tetap dengan pendiriannya, ia tidak membiarkan Hansel menyentuhnya lebih jauh.


Hingga mau tak mau, Hansel setuju. Tapi, tentu saja ia tidak setuju sepenuhnya, beberapa kali ia mencoba untuk bertindak lebih jauh. Tapi Olivia selalu bisa mengelak dari sentuhan Hansel,tentu saja Hansel tidak menyerah.


••


“Alexa, ayo makan. Nenek akan menyuapimu!” kata Olivia, setelah ia selesai membuat salad.


Alexa yang sedang memegang ponsel menggeleng. “Aku tidak mau makan salad!” protes anak kecil itu, membuat Olivia menggeleng.


Sejenak Olivia terdiam saat melihat Alexa yang sedang duduk sambil memainkan ponsel matanya berkaca-kaca ia teringat saat Joanna masih kecil. Secepat kilat, Olivia menggeleng ia tidak ingin mengingat lagi masa lalu.


“ Alexa, nenek akan membuatkanmu makanan lain. Tapi kau harus makan salad ini dulu,” ucap Olivia. Alexa kembali menggeleng.


“Tidak mau, aku tidak mau.” gadis kecil itu malah turun dari sofa, membuat Olivia menghela nafas. Namun tak lama, gadis kecil itu kembali lagi menghampiri Olivia.


“Baik, aku akan makan salad itu tapi antarkan aku ke kantor Daddy!”


“Tidak bisa Alexa, Daddymu sedang banyak pekerjaan, Mommymu sedang sibuk di restoran. Jadi kau harus tetap di sini bersama nenek,” ucap Olivia


“Ya sudah, aku tidak mau makan salad.” balas Alexa, membuat Olivia mengusap wajah kasar. Olivia mengambil ponsel kemudian menelepon Jordan, dan ternyata Jordan mengijinkannya untuk pergi ke kantor. “Ya sudah, ayo pergi ke kantor, Daddymu sudah mengizinkannya.”


Alexa makan dengan lahap, gadis kecil itu makan dengan cepat. Karena ia tidak sabar untuk pergi ke kantor sang ayah, hingga akhirnya Alexa menyelesaikan makan siangnya.


“Nenek ayo cepat!” Lagi-lagi Olivia harus bersikap sabar saat menghadapi cucunya, ia pun langsung bangkit kemudian mengambil tas dan mengambil kunci mobilnya


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai Olivia sampai di perusahaan Jordan, Ia pun turun kemudian membuka mobilnya dan membantu Alexa untuk turun.


“Daddy!” teriak Alexa Saat masuk ke ruangan Jordan. Jordan yang sedang berada di kursi kerjanya menoleh, kemudian ia langsung bangkit dari duduknya. Secepat kilat, Alexa langsung melompat ke pangkuan Jordan.


“thank you, Olivia. maaf merepotkanmu,” kata Jordan.


“Tidak apa-apa, Jordan. Kalau begitu aku pergi, aku ingin ke restoran Joanna terlebih dahulu!” kata Olivia. Jordan menganggukkan kepalanya kemudian Olivia berbalik, lalu keluar dari kantor Jordan.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Olivia sampai di restoran, ia sengaja pergi ke restoran karena ini selain ingin menemui Joana dan ingin makan siang bersama Hansel. Karena sekarang, Hansel menjadi koki di restoran Putri mereka


Ya, Hansel tidak ingin mengurus perusahaan lagi, itu semua sudah ditangani oleh Jordan yang mengambil alih semuanya. Ia mengembangkan bakatnyanya dengan menjadi koki, sedangkan Joanna hanya mengawasi, apalagi Joanna sekarang sibuk dengan Putri keduanya


Saat Olivia masuk, tatapan Olivia langsung terarah pada Hansel yang sedang mengobrol bersama seorang wanita. Olivia mengerutkan keningnya, wanita itu mungkin seumuran Putri mereka.


Seketika rasa cemburu membakar dada Olivia. Olivia pun langsung berjalan ke arah “Hansel!” panggil Olivia. Hansel yang sedang mengobrol langsung terperanjat saat melihat Olivia.


“O-Olivia!” panggil Hansel dengan gugup, ia bisa melihat raut wajah Olivia yang berubah.


“Kau sedang sibuk rupanya?” tanya Olivia dengan dingin.


“ Ah ini, perkenalkan anak rekan bisnisku,” ucap Hansel, Olivia tersenyum manis pada wanita itu.


”Waw, Nyonya anda cantik sekali!” kata wanita yang barusan mengobrol dengan Hansel. Ia langsung memuji Olivia membuat Olivia tersenyum kecut. Rasanya Olivia masih cemburu karena Hansel mengobrol dengan wanita yang lebih muda dan mengingatkannya pada masa lalu.


“Kalian sedang mengobrol, teruskan saja aku akan pergi ke atas!” Olivia pun berlalu meninggalkan Hansel, membuat Hansel dilanda kepanikan. Seecepat kilat, Ia pun langsung pamit lalu mengikuti Olivia


“ Olivia ... Olivia!” panggil Hansel ia mencoba menarik tangan Olivia namun Olivia menghempaskannya.


“Olivia!” panggil Hansel lagi. “Tadi aku hanya ....” ucapan Hansel terputus saat Olivia berbalik.


“Olivia kau cemburu ...." Tiba-tiba wajah panik Hansel berubah menjadi kekehan, membuat Olivia semakin kesal.


“Aku cemburu padamu, Hah! mana ada," jawab Olivia dengan kesal.


“Kau tidak cemburu aku mengobrol dengan wanita lain?” tanya Hansel lagi, wajahnya meledek.


“Tidak, untuk apa aku cemburu.”


“Ya, sudah aku akan ngobrol lagi dengan anak rekan bisnisku!" kata Hansel, ia berbalik berencana mengerjai Olivia, karena yakin Olivia pasti akan melarangnya.


“ Ya sudah pergi saja!” Lagi-lagi tebakan Hansel salah, Olivia malah menyuruhnya pergi dan tidak mengejarnya. Hingga Hansel kembali berbalik.


“Tidak maksudku bukan begitu,” jawab Hansel. Namun, Olivia enggan menoleh lagi ke arah suaminya.


“Kenapa wanita susah sekali ditebak!” rutuk Hansel.


“Mommy ada apa?” tanya Joanna saat Olivia masuk ke dalam dengan kesal.


“Jangan mengganggu Mommy, Joana,” ucap Olivia yang mendudukan diri di sofa sambil mengibas-ngibas wajahnya. Tak lama, Hansel masuk ke dalam.


“Olivia bukan begitu maksudku,” kata Hansel, ia mendudukan dirinya di sebelah Olivia, berusaha untuk membujuk istirnya.


Joana menggeleng saat melihat tingkah kedua orang tuanya, ia masih merasa takjub saat melihat keadaan kedua orang tuanya sekarang.


“Kalian teruskanlah, aku akan keluar. Jika kalian membutuhkan ranjangku pakai saja!" ucap Joana sambil tertawa, membuat Olivia membulatkan matanya. Sedangkan Hansel memberi jempol pada Joanna.


Joanna pun keluar dari sambil menggendong putrinya. Saat ia turun, ia melihat Laura masuk ke dalam restoran, hingga Ia pun melambaikan tangannya.


“Tumben sekali kau kemari tidak memberitahuku?” tanya Joanna Laura menarik kursi, kemudian mendudukkan diri disusul oleh Joanna.


“Kenapa kau terlihat kesal sekali?" tanya Joanna.


“Apakah kau berdebat lagi dengan Seina?” tanyanya lagi. Laura mengangguk. “Dia benar-benar susah untuk diberitahu!” ucap Laura Joanna terkekeh, ia menepuk-nepuk tangan Laura


“Sudah biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau. Kita tidak pernah berada di posisinya, jika memang dia mempunyai rencana, biarkan saja dia. Kita tahu bukan, Seina seperti apa,” ucap Joanna.


Setahun lalu, Arsen sudah berhasil menemukan putrinya, dan sekarang Seina sudah bangkit dan tentu saja Setelah semua bongkar, Seina tidak akan tinggal diam, wanita itu, sepertinya sedang berniat untuk membalas semuanya.


•••


“Olivia Apa kau tega membiarkanku tidur di luar?” tanya Hansel, ketika Olivia memberikan bantal padanya.


“Hmm, tidur di luar,” jawab Olivia. Baru saja Olivia akan menutup pintu, Hansel menahan pintu tersebut.


“Olivia tolonglah jangan begini, kau bilang kau tidak cemburu. Lalu kenapa kau terus begini padaku!" protes Hansel.


“Sudah kubilang, aku tidak cemburu," jawab Olivia lagi.


“Olivia juga terus begini, aku akan nekat.”


“Kau akan nekat melakukan apa.” Olivia membuka pintunya, hingga Hansel menyeringai.


“Kau inginkan menemui wanita muda itu lagi?” ucapnya dengan kesal.


“Aku akan nekat untuk ....” tiba-tiba Hansel menggendong tubuh Oliva, membuuat Olivia berteriak dan ....


Dan besok kalian bisa menjadi saksi bagaimana mereka 🥳.mau up dari tadi tapi ga semangat karena komennya selalu dikit yukl lah komen yang banyak.