
Saat mendengar ucapan Gabby, Arsen terdiam. Ia tidak menjawab ucapan Gabby. Rasanya, ia begitu malu saat Gabby mengetahui bahwa ia yang mendonorkan tulang sumsum untuk Gabby.
“Arsen, yang lalu biarlah berlalu. Aku juga sudah memaafkanmu. Kau tidak perlu lagi merasa bersalah padaku. Ini sudah bertahun-tahun kita berpisah, dan tidak ada lagi yang perlu kita lihat ke belakang. Terima kasih juga, kau sudah menemani Gisel dan telah membantu Gisel,” ucap Gabby.
Ya, tanpa Gisel tahu dan tanpa Arsen tahu. Sebenarnya Gabbby dan Gabriel sudah mengetahui bahwa selama ini Arsen yang membantu Gisel. Gissel adalah satu-satunya adik mereka. Tentu saja, Gabriel dan Gabby akan mengawasi Gisel dimanapun Gisel berada, termasuk saat Gisel berada di Swiss.
Saat Gabby bertanya tentang lelaki yang disukai Gisel,.sebenarnya Gabby sudah bisa menebak, bahwa lelaki yang disukai Giselle adalah Arsen. Ia tahu betul siapa sang adik belum lagi sekretaris Gisel yang selalu melaporkan kegiatan Gisel padanya.
Saat sekretaris Gisel mengirimkan foto dan video Gisel sedang bersama Arsen, dari cara Gisell menatap Arsen saja, Gabby sudah tau, bahwa sang adik telah jatuh cinta pada mantan suaminya. Tapi, Gabby tidak menyalahkan sang adik, toh cinta bisa datang kapan saja dan pada siaa saja.
Ia pun tahu Arsen sudah berubah. Tapi selama ini, Gabby tidak pernah berani berbicara soal hubungan Arsen dengan Gisel bukan berarti Gaby merestui Arsen dengan adiknya. Hanya saja, Gabby lebih menghargai perasaan Gisel.
Saat nama Gisel di sebutkan, wajah Arsen mendadak memerah. “Kau tahu aku selama ini menjadi pengacara Gissel?” tanya Arsen. Gabby mengangguk-anggukan kepalanya .
“Aku tahu, Arsen. Mungkin ini terlalu pribadi. Maaf bukan aku lancang, kau sudah sangat mengenal adikku dan tak perlu dijelaskan lagi, aku tahu kau peka tentang apa yang di rasakan Gissek dan ....”
“Kau tenang saja Gabby, tidak akan ada yang terjadi antara aku dan Gisel,” jwaba Arsen. Ia langsung memotong ucapan Gabby. Ia tak tau, bagaimana bisa Gabby mengetahui perasaan Gisel padanya. Tapi, yang pasti ia harus menegaskan semuanya sekarang.
Seketika Gaby menarik sudut bibirnya. “Terima kasih Arsen. Setidaknya kita bisa terus menjaga hubungan baik. Terima kasih kau sudah menjadi Arsen yang baru."
Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Nael terus mengompres kening Naura. Ya, saat ini setelah terjatuh dari kolam renang, tubuh Naura mendadak lemas dan panas hingga Nael memanggil dokter untuk datang ke villa dan dokter mengatakan bahwa tubuh Naura terlalu terkejut dengan apa yang terjadi hingga Naura mengalami demam.
Sebenarnya, tadi siang demam Naura sedikit mereda. Tapi ketika Naura tertidur dan kembali terbangun. Panasnya kembali tinggi. Hingga Nael terus mengompres kening sang Putri
“Laura apa kau ingin sesuatu?” tanya Nael. Laura yang sedang berbaring di sofa menggeleng. Ia kembali memejamkan matanya.
Ia sengaja menyuruh putrinya untuk tidur di sofabed, karena tidak ingin Laura tertular oleh Naura, sedangkan Laura sedari tadi terus terdiam. Sepertinya ia merasa bersalah pada Naura, karena tadi, ialah yang mengajak Naura untuk berenang.
Dan akhirnya, setelah dua jam berlalu panas Naura kembali turun hingga Nael bisa bernafas lega. Ia pun bangkit dari duduknya dan berniat menyimpan air ke dapur serta mengambil minum. Tapi saat ia akan bangkit, tiba-tiba Naura menarik tangannya dan mengigau.
Jantung Nael berdetak dua kali lebih cepat saat mendengar apa yang dikatakan oleh Naura ia bahkan menatap putrinya tanpa berkedip.
Komen ga komen ga komenkah mas enggak!
Gas komen gengs