Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Rencana Leticia


“Leticia!” Panggil Jordan lagi. “Ada apa?” tanya Leticia dengan dingin dan datar, ia menatap Jordan dengan tatapan tak suka. Ia tak menyangka, ia akan bertemu Jordan di sini.


“Bisakah aku berbicara dengan ....”


“Oh, jadi ini maksudmu pergi ke tempat temanmu?” tiba-tiba terdengar suara Ayana dari arah belakang, membuat Jordan dan Leticia menoleh.


Ternyata Ayana, membuntuti Jordan, ia merasa curiga karena Jordan pergi dengan terburu-buru. Itu sebabnya, saat Jordan keluar, dia menitipkan Ayana pada baby sitter, dan ia langsung mengikuti suaminya dan saat menelpon Jordan, sebenarnya ia berada di belakang mobil suaminya, dan Ia tidak menyangka suaminya menemui Leticia.


“Ayana!” Panggil Jordan, wajah Jordan sudah memucat, ia tidak takut Ayana marah,.Ia hanya takut Ayana melukai Leticia.


Leticia mengusap wajah kasar, baru saja ia akan pergi karena tidak ingin terlibat dengan dua orang di depannya, Ayana menarik tangan Letucia.


“Apa kau masih terobsesi dengan suamiku?” tanya Ayana, seketika Leticia meradang.


Plakkk


Satu tamparan ia daratkan pada pipi Ayana, hingga Jordan dan Ayana sama-sama terkejut, entahlah mungkin Leticia hanya refleks menampar Ayana.


“Wanita sepertimu, tidak pantas berbicara seperti itu pada wanita terhormat sepertiku.”


Emosi Ayana meradang saat mendengar jawaban Leticia, apalagi Leticia menghinanya di depan Jordan.


“Kurang ajar sekali, Kau!” Ayana tidak terima dengan ucapan Leticia, ia mengangkat tangannya Lalu setelah itu, berniat menampar Leticia. Namun tak lama, tangannya tergantung di udara Ketika seseorang menahan tangan Ayana.


Bukan Jordan yang menahannya, melainkan sosok yang baru saja tiba dan berada di belakang tubuh Leticia, hingga Leticia menoleh. “Pa-paman Miko!" ternyata Mikolah yang datang


“Tolong jaga tanganmu, jangan pernah melukai dan menyentuhnya.” Miko menghempaskan tangan Ayana dengan kasar, seketika Jordan menoleh ke arah Miko. Tatapan kedua pria dewasa itu saling menatap dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


Leticia menarik jas Miko ketika menyadari bahwa mereka menjadi pusat perhatian hingga Miko menoleh, Miko pun menarik tangan Leticia, kemudian ia mengajak Leticia untuk pergi.


“Paman tunggu. Bagaimana Laura dan Naura!” ucap Leticia ketika Miko mengajaknya untuk pergi.


“Sudah ada orang yang mengawasinya, Nona. sepertinya anda perlu menenangkan diri terlebih dahulu!” kata Miko, membuat mata Leticia semakin membasah. Jujur saja, ia ingin menangis kencang-kencangnya, saat mendengar ucapan Miko.


Miko membawa Leticia ke tangga darurat, agar tidak ada yang melihat Leticia. “Saya akan menunggu di luar, Nona. Silahkan jika anda ingin diam di sini!” kata Miko, setelah mengatakan berada di tangga darurat.


Saat Miko berbalik, Leticia menarik tangan Miko. “Menangislah, Nona. Saya akan menunggu di luar!” kata Miko, ia berusaha untuk melepaskan tangan Leticia dari tangannya. Namun yang terjadi, Leticia malah menggenggam tangan Miko semakin erat.


Jujur saja apa yang barusan ia alami benar-benar membuatnya kembali hancur di titik paling dalam, di mana luka itu menabraknya. Ia teringat saat Jordan memutuskannya dan mengatakan telah menghamili Ayana.


Seketika Leticia tersadar, kemudian ia melepaskan genggaman tangan Miko. “Aku tidak apa-apa, Ayo kita pulang!” ajak Leticia, Ia pun mendahului Miko untuk keluar dari tangga darurat dan setelah itu ia langsung menghampiri Laura dan Naura untuk mengajak mereka pulang.


Leticia menyandarkan kepalanya ke jendela, jari-jarinya saling bertautan. Sebisa mungkin ia tidak menangis di hadapan orang lain, ia melihat ke arah Laura dan Naura yang tampak merajuk, karena mereka dipaksa pulang oleh Leticia. Ia akan memikirkan cara membujuk keponakannya nanti, yang terpenting ia ingin sampai di kamar dan menangis kencang-kencangnya.


“Kenapa kalian sudah pulang? Bukankah kalian baru saja pergi!” ucap Grisya, ketika mereka masuk kedalam mansion.


“Bibi menyebalkan!” kata Laura dengan cemberut.


“Leticia, ada apa?”


“Mom, Aku ingin pergi ke kamar dulu!” kata Leticia.


Saat akan pergi ke kamar, tiba-tiba Leticia terpikirkan sesuatu, Ia pun langsung mencari sang ayah dan ternyata sang ayah sedang berada di ruang kerjanya


“Daddy, bolehkah aku masuk?” tanya Leticia, Saat mendapat sahutan dari dalam, Leticia pun masuk


“Ada apa?” tanya Greey.


“Daddy, aku ingin berbicara serius padamu!” kata Leticia.


“Kau ingin bicara apa?”


Leticia ..


Gas komen 500, 500 komen besok up 4 bab hahahah