Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tidak menyadari


Malam berganti pagi, Laura mengerjap Ia membuka matanya. Ia meringis saat merasakan tubuhnya begitu ngilu dan terasa nyeri. Tak lama ia merasakan ada yang aneh dengan perutnya, hingga ia melihat ke bawah.


“Aaaa!” Laura berteriak saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya, hingga Andre yang sedang tertidur terbangun.


“Ada apa ... Ada apa?” tanya Andre ketika Laura berteriak, hingga Laura menoleh.


“Aaa!" Laura kembali berteriak ketika melihat Andre ada di belakangnya, ia melihat tubuhh Andre yang polos begitupun tubuhhnya.


“Kenapa kau ada di sini!" bentak Laura.


Andre mengusap wajah kasar, nyawanya belum terkumpul. Hingga Ia pun langsung memejamkan matanya lagi.


“Andre!” teriak Laura, hingga Andre kembali membuka matanya.


“Apa?” kali ini Andre menanggapinya dengan santai.


“ Kenapa kau ada di sini. Lalu kenapa kita ...”


“Kau tidak ingat semalam ....” Sejenak, Laura terdiam, memikirkan kejadian semalam yang ia ingat, ia merasa tubuhnya panas dan Arthur membawanya ke kamar hotel.


Tiba-tiba wajah Laura menjadi pucat saat mengingat semuanya. “Hmm, lelaki itu memberikan obatt di minumanmu,” ucap Andre tiba-tiba yang mengerti pikiran Laura. hingga Laura hanya dia mematung, Ia tidak percaya Arthur melakukan ini padanya.


Namun sepersekian detik Laura tersadar, kemudian menoleh ke arah Andre. ”Jadi maksudmu aku dan kau ....” Laura menyingkap selimutnya, lalu membulatkan matanya saat tubuhnyaa poloss.


Laura menjambak rambutnya ke belakang rasanya ia ingin menangis kencang-kencangnya. Tunggu ada satu lagi yang Laura sadari, ia langsung menoleh ke arah Andre. Kenapa mantan suaminya ini tidak bersikap dingin lagi padanya. Bukankah setiap mereka bertemu, Andre selalu menampakan wajah dinginnya. Tapi kenapa sekarang ...


Ah entahlah, Laura bingung memikirkannya. Ia pun langsung turun dan menarik selimut yang menyelimuti tubuhnya dan tubuh Andre lalu langsung berlari ke arah kamar mandi untuk menyegarkan dirinya


Satu jam kemudian


Laura dan Andre sudah sama-sama terduduk di sofa, ini sudah satu jam berlalu semenjak mereka membersihkan diri. Tidak ada yang berbicara satu patah Pak kata pun selama satu jam ini, mereka sama-sama terdiam.


“Kalau begitu aku permisi!” kata Laura.


“Aku akan mengantarmu pulang,” jawab Andre. Tiba-tiba Laura yang sudah berbalik, menghentikan langkahnya. Lalu menoleh ke arah Andre. Lagi-lagi ia dibuat bingung dengan mantan suaminya .


Tunggu apa mantan suaminya berubah karena hal semalam. Tiba-tiba Laura teringat saat Andre menggendongnya ke kamar mandi dan menggenggam tangannya.


Samar-samar Laura mengingat, bahwa saat kemarin di kamar mandi, Andre menatapnya dengan berbeda. Jadi bukankah perubahan Andre bukan karena apa yang mereka lakukan.


Ah sudahlah, Laura pusing memikirkannya.


“Tidak perlu, aku akan menaiki taksi,” jawab Laura dengan ketus.


“Kau akan menaiki taxi dengan gaun seperti itu?” tanya Andre karena memang Laura masih memakai gaun yang semalam.


“Ya sudah cepat,” ucap Laura. Pada akhirnya, ia pun setuju dengan ucapan Andre.


Hening


di dalam mobil begitu hening, Andre fokus mengemudi. Sedangkan Laura yang duduk di belakang pun lebih memilih memalingkan tatapannya ke arah lain.


“ Andre Kenapa kau begitu jahat, apa kau tidak tahu selama 7 tahun ini aku masih mencintaimu!” tiba-tiba ucapan itu menubruk Laura, dan ia teringat saat semalam ia mengatakan itu pada Andre. Laura refleks menutup mulut, Ia tidak percaya bahwa semalam di tengah apa yang terjadi, tanpa sadar, ia mengatakan itu pada mantan suaminya.


Tiba-tiba wajah Laura memerah dan ...


Udan update 4 bab..tapi komen dikit Fiks kita bukan BESTie hahaha


Follow Igku ya Dewikim423