Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Berkencan bersama Seina


Gisel menggeleng, ia menghapus air mata Arsen yang sudah luruh membasahi wajah lelaki tampan itu, kemudian ia menatap wajah Arsen lekat-lekat. Entah seberapa sakit yang dialami oleh Arsen ke belakang,nhingga arsen terdengar sangat putus asa.


“Arsen, kau berharga. Kau sangat berharga di mataku, jangan pernah menganggap kau sendiri. Aku sama sekali tidak jijik padamu, aku tidak mencintai Arsen yang dulu. Tapi,naku mencintai Arsen yang sekarang!” kata Gissel, ia mencium kening Arsen dengan penuh perasaan.


“ Aku mohon, jangan pernah berpikir bahwa kau tidak berarti Aku mencintaimu, Arsen dan aku tidak perna tidak akan pernah meninggalkanmu." Gisel menutup ucapannya dengan mencium bibir Arsen, hingga Arsen langsung memeluk Giseel, lalu menumpahkan tangisannya dan menangis sesegukan. Semuanya bercampur menjadi satu, antara sedih, senang dan juga takut.


dua minggu kemudian


Arsen menatap diri di cermin, wajah gugup tidak bisa ia sembunyikan. Tak lama, ia tersadar ketika seseorang memeluk pinggangnya dari belakang, siapa lagi kalau bukan Gisel. Arsen mengusap telapak tangan Gisel, kemudian tersenyum.


Selama 2 minggu ini, Gisel benar-benar memberikan perhatian pada Arsen, menanamkan rasa percaya diri pada arsen dan hari ini adalah hari yang menegakkan bagi Arsen, bukan karena ia akan mengalami operasi. Tapi karena dia akan berkencan dengan seseorang. Seseorang yang sudah sangat lama ia rindukan, yaitu adalah Seina, putrinya.


Ternyata, tanpa sepengetahuan Arsen, Gisel berkomunikasi dengan Kristine dan meminta Kristine datang ke Swiss, tentu saja Kristin dan Jacob menyambut niat baik Gisel, karena Seina pun sudah tahu, bahwa Arsen adalah ayah kandungnyahya.


Kristine dan Jacob tidak ingin menutupi identitas Seina yang sebenarnya, apalagi usianya sekarang sudah 13 tahun dan sudah saatnya Seina tahu tentang Arsen dan akhirnya setelah berkomunikasi dengan Gissel.


Kristine dan Jacob membujuk Seina untuk datang ke Swiss, hingga gadis kecil itu pun akhirnya mau untuk menemui sang ayah, tentu saja Jacob dan Kristin sudah memberi pengertian pada gadis remaja itu dan sekarang Arsen benar-benar dilanda kegugupan, karena ia akan menjemput Seina di hotel dan akan mengajak putrinya berkencan, sebelum ia mengalami operasi besok.


Gisel melepaskan pelukannya dari pinggang Arsen hingga Arsen berbalik. “Apa aku sudah terlihat tampan?” tanya Arsen, ia menatap Gisel dengan penuh ketulusan. Gisel berjinjit kemudian mencium bibir Arsen.


nikmatilah waktu bersama sheina.


••••


Arsen menahan degupan jantungnya yang sangat kencang, ia sudah berdiri di lobby hotel dan ia menunggu Seina untuk turun. Tak lama degupan jantung Arsen kian mengencang, saat pintu lift terbuka dan Seina keluar dari lift itu seorang diri.


Mata arsen berkaca-kaca, sudah lama sekali ia tidak melihat putrinya dan putrinya sangat mirip seperti dirinya. “Ha-Hai!” ucap Arsen terbata-bata.


Seina menatap Arsen dengan asing, karena walau bagaimanapun ia belum terbiasa dengan fakta yang ada, fakta bahwa yang di depannya adalah ayah kandungnya. Namun tak lama tatapan asing itu berubah menjadi senyuman yang mengembang, ketika ia mengingat nasihat Jacob ayah tirinya.


“Ha-hai!” jawab Seina, nafas Arsen terasa tercekat saat mendengar suara putrinya, demi apapun saat ini ia ingin sekali memeluk Seina, tapi ia tidak seberani itu, ia tidak ingin putrinya terkejut dengan apa yang ia lakukan.


Yuks bisa yuks 500 Komen


Next bab wajib baget ditunggui karena ada part yang ekhemm 🤣