
Saat terdengar nafas Gaby mulai teratur, akhirnya Nael langsung bangkit dari tidurnya kemudian menarik selimut, hingga menutupi seluruh tubuh ibu dari kedua putrinya, kemudian ia mencium lagi kening Gabby.
“Good night baby, have a nice dream.” Setelah mengatakan itu, Nael pun bangkit dari duduknya, kemudian keluar dari kamar dan tepat saat Nael keluar, Gabby membuka matanya.
Nyatanya Gabby sama sekali tidak tertidur, bagaimana Gabby bisa tertidur di tengah jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat. Rasanya, ia tidak sanggup lagi berada di dekat Nael. Ia tidak ingin Nael mendengar debaran jantungnya. Itu sebabnya, ia berpura-pura terlelap.
•••
Setelah masuk ke dalam kamar kedua putrinya, ia langsung berjalan ke arah ranjang. Kemudian, ia membaringkan diri di sebelah Laura. Lalu, setelah itu menarik selimut untuk iya dan kedua putrinya.
Nael meringkuk, menjadikan tangannya sebagai bantalan. Kemudian ia melihat wajah Laura, lalu mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Naura yang sedang tidur bersebelahan dengan Laura.
Nael tersenyum, membayangkan hari indah akan tiba, hari dimana ia bisa bersatu dengan Gabby dan bisa menjadi Ayah seutuhnya bagi Laura dan Naura.
Malam berganti pagi, Nael membuka matanya, ia melihat kesana kemari, matanya membulat saat kedua putrinya tidak ada di sisinya. Seketika Nael bangkit dari tidurnya, kemudian ia langsung berlari kearah luar kamar. Ia takut Laura dan Naura melihat Gabby dan pulang bersama Gabby.
“ Laura ... Naura!” Panggil Nael, ia berteriak memanggil nama putrinya. “Laura ... Naura!” Nael memanggil lagi Laura dan Naura. Namun, tidak ada jawaban sama sekali, membuat ia semakin panik.
Secepat kilat, ia berlari ke kamar yang semalam ditempati oleh Gabby. Tapi sayang, kamar itu kosong. Tidak ada ada siapapun disana, Gabby sudah pergi.
Saat ia akan berjalan ke arah ruang kontrol. Ia menghentikan langkahnya kala mendengar suara gaduh dari luar, ia pun mengikuti sumber suara tersebut. Ternyata itu suara dari arah kolam renang.
“Naura ... Naura!” Tiba-tiba terdengar teriakan Laura yang memanggil Naura. Nael yang sedang berjalan langsung dihinggapi kepanikan. Saat mendengar suara Laura yang memanggil Naura, secepat kilat Nael berlari ke arah kolam renang.
Mata Nael membulat saat melihat Naura terjatuh di kolam renang. Sedangkan Laura berusaha menggapai tangan kembarannya. Secepat kilat, Nael melompat ke kolam renang, ia langsung berenang menyelamatkan Naura Setelah itu ia membawa tubuh sang Putri ke atas.
“Naura ... Naura!" ketika Naura kesulitan untuk bernafas, dan Nael langsung menepuk-nepuk punggung Naura. Seketika Laura memuntahkan air yang tadi masuk ke mulutnya. Hingga gadis kecil itu terbatuk-batuk. Sedangkan wajah Laura sudah sangat pucat saat menyaksikan kembarannya tergelincir dan hampir tenggelam.
“Naura kau tidak apa-apa?” tanya Nael. Ia berusaha untuk terus mengeluarkan air yang diminum oleh Naura. Saat kondisi Naura sudah lebih baik, tiba-tiba Naura menjerit histeris. mungkin gadis kecil itu masih terkejut karena terpeleset di kolam renang.
Tanpa sadar, ia memeluk Nael membuat tubuh Nael diam terpaku. “Mommy ... Mommy!” jerit Naura. Ia memeluk Nael begitu erat, bahkan kupu-kukunya menancap di punggung Nael.
“Tenang, Naura tenang. Ada Daddy di sini.” Kini Nael membalas pelukan sang putri dan tanpa sadar, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya.
Scroll gengs