
Setelah Nael dan Gaby pergi, Arsen memajukan mobilnya, ia menjalankannya ke sebuah tempat yang selama ini ia ingin datangi.
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Arsen sampai di sebuah pemakaman. Ya, saat ini, ia sedang berada di pemakaman stuard dan Simma.. Ia baru saja kembali dari Polandia beberapa hari lalu, ia sengaja pulang dari Polandia menunggu Gisel, dan tanpa Gisel sadari Gisel berada satu pesawat dengan Arsen
Ketika Gabby dan Nael pulang ke Rusia untuk menikah, Arsen memutuskan untuk diam-diam menemani Gisel, ia tidak tahu apa yang dilakukan Gisel di Polandia, yang pasti setiap hari ia hanya menunggu Gisel di depan rumah Gabby dan akan mengikuti Gisel ketika Gisel pergi. Tak banyak yang dilakukan Gisel, Gisel hanya berjalan-jalan dan menikmati kota-kota yang ada di Polandia dan Arsen hanya bisa mengikuti Gisel dari belakang.
Arsen turun dari mobil, kemudian ia membawa bunga yang sudah ia beli. Lalu ia berjalan masuk ke dalam pemakaman. Mata Arsen berkaca-kaca saat melihat nisan yang bertuliskan Nama Stuard dan Simma, ia menaruh buket bunga yang dibawanya ke atas makam Stuard dan juga Sima.
“ Bagaimana kabar Anda tuan dan nyonya. Aku harap kalian baik-baik saja di sana,” ucap Arsan matanya berkaca-kaca. Setelah itu, Arsen tidak mengatakan apapun lagi, ia hanya menatap makam Stuard dan Sima.
Tiba-tiba ingatannya kembali pada ucapan Stuard yang membeberkan tentang keluarganya, hingga Arsan menyadari sesuatu. Itu sebabnya, Arsen mulai tak perduli pada keluarganya.
Walaupun Stuart pernah menyiksanya. Tapi entah kenapa, Arsen bersyukur, bisa mengetahui semuanya, hingga tidak ada amarah apapun di dalam diri Arsen untuk mantan mertuanya, karena ia lebih menyadari bahwa semuanya salahnya.
Dan ketika ia jatuh cinta pada Gisel, ia tidak seberani itu untuk melanjutkan cintanya, ia lebih memilih untuk memendamnya karena dia sadar diri. Gisel berhak mendapat yang terbaik, Gissel berhak mendapat lelaki yang lebih dari dirinya Ia hanya akan diam-diam mengawasi Gisel dan akan pergi ketika Gisel benar-benar sudah bahagia.
10 menit berdiri, Arsen menghapus sudut matanya yang berair. “Nyonya ... Tuan, aku akan pergi sampai jumpa!” pada akhirnya Arsen pamit dari makam Stuard dan Sima, ia takut Gisel akan memergokinya di sini, ia tak ingin Gisel tahu bahwa ia sedang berada di Rusia.
“Bibi ... Bibi, Ayo cepat telepon Daddy. Bilang padanya bawa Naura demam!” pinta Laura, ia terus merengek meminta Leticia untuk menelepon Nael.
“Laura, ayahmu sedang berbulan madu dengan ibumu. Biarkan saja mereka.”
Laura tampak bingung, “Berbulan madu itu apa?” tanya Laura, Laura mengerutkan keningnya.
“Mana mungkin Daddy mengambil bulan, Daddy kan bukan astronot!” kali ini, tawa Leticia pecah saat mendengar ucapan polos keponakannya. Namun tak lama, ia tertegun dengan tawanya sendiri, ia menyadari untuk pertama kalinya, ia bisa tertawa selepas ini.
“Laura daripada mengganggu Mommy dan dirimu Bagaimana jika kita berjalan-jalan saja atau kita berbelanja bersama!” Leticia membujuk Laura, hingga Laura tampak berpikir.
“Tapi Setelah berbelanja, telepon Daddy!” pinta gadis kecil itu dengan Kekeh, membuat Leticia menggeleng.
“Oke ... oke. Setelah berbelanja, Bibi akan menelpon Daddy!” Leticia lebih memilih berbohong daripada keponakannya terus berisik. “Ya sudah bibi akan bersiap terlebih dahulu. Kau tunggu di luar dan ajak Naura.”
Gemgs kisah Leticia dulu ya, nanti kisah Gisel, sedangkan Gabby tunggal manis2nya aja