Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Rapuh


Gaby keluar dari apartemen Kristin dengan langkah yang lesu, ia berjalan seolah tanpa arah. Matanya sudah membasah, hati yang pedih dan rasa sakit mengiringi langkah Gabby.


Tak pernah terbayangkan dalam hidup Gabby, ia akan memergoki suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Bagaimana mungkin, lelaki yang selama 13 tahun ini bersamanya, tega menghianatinya dan membuat hatinya patah berkeping-keping.


Beberapa waktu ke belakang, Gabby sudah menduga, bahwa Arsen memang berselingkuh dengan wanita lain. Tapi ternyata, melihat dengan mata kepalanya sendiri itu sangat menusuk dan lebih menyakitkan daripada apapun.


Hari ini, Gabby benar-benar menghabiskan energi yang luar biasa, di tengah rasa hancurnya. Gabby masih mampu berdiri dan mampu mengangkat kepalanya agar tak terlihat hancur.


Saat sudah melangkah beberapa langkah, Gabby menghentikan langkahnya. Kemudian, ia memegang dinding karena rasanya tubuhnya begitu lemas. Bahkan, Gabby hampir kehilangan kesadarannya.


“Kakak!” pekik Gisell dari arah belakang, membuat Gabby langsung menoleh. Ternyata, sedari tadi, Gisel mencari-cari Gabby dan ia menemukan Gabby lewat GPS yang ada di mobil sang kakak. Hingga akhirnya ia menyusul Gabby, dan setelah sampai di apartemen, ia meminta resepsionis untuk melihat ccttv agar bisa tau keberadaan Gabby.


Dan setelah mengetahui keberadaan sang kakak, akhirnya ia bisa langsung naik ke lantai atas. Ia langsung berteriak ketika melihat Gabby sedang menghentikan langkahnya. Seketika itu juga, Gisel berjalan dengan kencang ke arah sang kakak.


“Gissel!” lirih Gabby saat Gisell menghampirinya.


“Kakak!” pekik Giseel, ketika Gabby hampir terjatuh kelantai, secepat kilat, Giseel langsung menahan tubuh Gabby dan langsung menepuk-nepuk pipi sang Kaka hingga Gabby kembali tersadar.


Setelah Gabby membuka mata, Gisel melingkarkan tangan Gabby ke pundaknya. Lalu, mulai menuntun. saka untuk pergi ke dalam lift.


Saat di dalam lift, Gissel menelepon supirnya dan menyuruhnya untuk menjemput di bawah, beruntung supir Giseel cepat tanggap, hingga saat Gisel sudah keluar, dari lift, supir itu sudah menunggu dan langsung menghampiri mereka. “Tolong gendong, kakaku!" titah Giseel pada supirnya.


“Nona, kita akan membawa nona Gabby kemana?” tanya Neo, supir sekaligus pengawal Gisell.


Giseel tanpak berpikir, tolong bawa kami ke apartemen saja!” jawab Gissel, Neo pun mengangguk.


Gisel melihat ke bawa, di mana sang kakak sedang berbaring dengan berbantalkan pahanya. Ia mengelus rambut Gabby. Tiba-tiba, hati Giselle terasa berdenyut nyeri. Matanya mulai membasah, dadanya terasa sesak, ketika melihat keadaan Gabby yang kacau.


Demi apapun, selama ia hidup ini pertama kalinya. Ia melihat sang Kaka seperti ini. Mungkin, jika kakak pertamanya tahu atau ayah mereka tahu, Arsen tidak akan selamat. Tapi, Gisel sudah berjanji bahwa tak akan pernah memberitahukan yang terjadi pada sang ayah.


ia tidak ingin gegabah dan ingin menunggu keputusan sang kakak.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Neo sampai di basement apartemen. Setelah memarkirkan mobilnya, Neo turun, kemudian menggendong Gabby Karena Gabby tak sadarkan diri.


“Terima kasih, Neo. Tolong jangan katakan apapun pada Mommy dan Daddy, ini rahasia kita,” ucap Gisel, ketika Neo sudah membaringkan Gabby di ranjang.


“Tapi, Nona ....”


Giseel menepuk tangan Geo, lalu tersenyum. “Untuk kali ini, bolehkah aku minta tolong kepadamu?” tanya Gisel lagi, karena ia tahu semua yang dilakukan Gisel akan dilaporkan kepada sang ayah.


Neo ....


Gengs satu bab lagi menyusul besok sore ya. Ayo add fbku Dewi Kim Instagram Dewikim24 tiktokku Dewikim47Gaby keluar dari apartemen Kristin dengan langkah yang lesu, ia berjalan seolah tanpa arah. Matanya sudah membasah, hati yang pedih dan rasa sakit mengiringi langkah Gabby.


Tak pernah terbayangkan dalam hidup Gabby, ia akan memergoki suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Bagaimana mungkin, lelaki yang selama 13 tahun ini bersamanya, tega menghianatinya dan membuat hatinya patah berkeping-keping.


Beberapa waktu ke belakang, Gabby sudah menduga, bahwa Arsen memang berselingkuh dengan wanita lain. Tapi ternyata, melihat dengan mata kepalanya sendiri itu sangat menusuk dan lebih menyakitkan daripada apapun.


Hari ini, Gabby benar-benar menghabiskan energi yang luar biasa, di tengah rasa hancurnya. Gabby masih mampu berdiri dan mampu mengangkat kepalanya agar tak terlihat hancur.


Saat sudah melangkah beberapa langkah, Gabby menghentikan langkahnya. Kemudian, ia memegang dinding karena rasanya tubuhnya begitu lemas. Bahkan, Gabby hampir kehilangan kesadarannya.


“Kakak!” pekik Gisell dari arah belakang, membuat Gabby langsung menoleh. Ternyata, sedari tadi, Gisel mencari-cari Gabby dan ia menemukan Gabby lewat GPS yang ada di mobil sang kakak. Hingga akhirnya ia menyusul Gabby, dan setelah sampai di apartemen, ia meminta resepsionis untuk melihat ccttv agar bisa tau keberadaan Gabby.


Dan setelah mengetahui keberadaan sang kakak, akhirnya ia bisa langsung naik ke lantai atas. Ia langsung berteriak ketika melihat Gabby sedang menghentikan langkahnya. Seketika itu juga, Gisel berjalan dengan kencang ke arah sang kakak.


“Gissel!” lirih Gabby saat Gisell menghampirinya.


“Kakak!” pekik Giseel, ketika Gabby hampir terjatuh kelantai, secepat kilat, Giseel langsung menahan tubuh Gabby dan langsung menepuk-nepuk pipi sang Kaka hingga Gabby kembali tersadar.


Setelah Gabby membuka mata, Gisel melingkarkan tangan Gabby ke pundaknya. Lalu, mulai menuntun. saka untuk pergi ke dalam lift.


Saat di dalam lift, Gissel menelepon supirnya dan menyuruhnya untuk menjemput di bawah, beruntung supir Giseel cepat tanggap, hingga saat Gisel sudah keluar, dari lift, supir itu sudah menunggu dan langsung menghampiri mereka. “Tolong gendong, kakaku!" titah Giseel pada supirnya.


“Nona, kita akan membawa nona Gabby kemana?” tanya Neo, supir sekaligus pengawal Gisell.


Giseel tanpak berpikir, tolong bawa kami ke apartemen saja!” jawab Gissel, Neo pun mengangguk.


Gisel melihat ke bawa, di mana sang kakak sedang berbaring dengan berbantalkan pahanya. Ia mengelus rambut Gabby. Tiba-tiba, hati Giselle terasa berdenyut nyeri. Matanya mulai membasah, dadanya terasa sesak, ketika melihat keadaan Gabby yang kacau.


Demi apapun, selama ia hidup ini pertama kalinya. Ia melihat sang Kaka seperti ini. Mungkin, jika kakak pertamanya tahu atau ayah mereka tahu, Arsen tidak akan selamat. Tapi, Gisel sudah berjanji bahwa tak akan pernah memberitahukan yang terjadi pada sang ayah.


ia tidak ingin gegabah dan ingin menunggu keputusan sang kakak.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Neo sampai di basement apartemen. Setelah memarkirkan mobilnya, Neo turun, kemudian menggendong Gabby Karena Gabby tak sadarkan diri.


“Terima kasih, Neo. Tolong jangan katakan apapun pada Mommy dan Daddy, ini rahasia kita,” ucap Gisel, ketika Neo sudah membaringkan Gabby di ranjang.


“Tapi, Nona ....”


Giseel menepuk tangan Geo, lalu tersenyum. “Untuk kali ini, bolehkah aku minta tolong kepadamu?” tanya Gisel lagi, karena ia tahu semua yang dilakukan Gisel akan dilaporkan kepada sang ayah.


Neo ....


Gengs satu bab lagi menyusul besok sore ya. Ayo add fbku Dewi Kim Instagram Dewikim24 tiktokku Dewikim47