
“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Ayana, ketika Raymond masuk ke dalam mobil. Raymond tersenyum, ia mengelus rambut Moa yang sedang memeluk Ayana, gadis kecil itu masih terlihat ketakutan.
“Lebih baik kita membahasnya nanti,” jawab Raymond. Ayana pun mengangguk, Raymond berbalik, kemudian memakai seatbelt, menyalakan mobilnya dan menjalankannya.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Raymond sampai di basment apartemennya. Seperti biasa, Raymond turun dari mobil, kemudian ia langsung memutari mobil dan membukakan pintu untuk Ayana dan Moa.
“Ayo turun, biar Daddy yang menggendongmu!” Ayana menurunkan Moa dan Moa pun langsung menghampiri Raymond, dan setelah itu mereka pun berjalan ke arah lift untuk naik ke dalam apartemen.
Waktu menunjukkan pukul 05.00 sore, Ayana melihat ke jendela, menikmati pemandangan di luar. “Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Raymond, yang tiba-tiba memeluk Ayana dari belakang, membuat Ayana terperkik kaget.
Ayahnya berusaha melepaskan tangan Raymond dari pinggangnya, walau bagaimanapun ia belum terbiasa dengan sikap hangat Raymond.
“Ada apa? apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanyanya lagi. Ayana menggangguk.
“Aku hanya takut, bagaimana jika Jordan terus mengganggu Moa dan itu akan berdampak pada mentalnya!” kata Ayana dengan nada sendu. Ada rasa bersalah di diri Ayana, seandainya saat itu ia tidak berbohong dan mengatakan bahwa Moa anak orang lain, tentu putrinya tidak akan seperti ini.
Raymond melepaskan pelukannya, kemudian ia menarik tubuh Ayana. Hingga Ayana berbalik. “Jangan menyalahkan dirimu sendiri lagi!” kata Raymond, seketika Ayana memeluk Raymond dan menangis sesegukan di pelukan calon suaminya. Jika dipikir, untuk pertama kalinya Ayana meluapkan tangisannya di pelukan yang selama ini ia rindukan
“Jangan pikirkan apapun, kau berharga di mataku, aku mencintaimu!” Kata Raymond, semakin menenangkan perasaan Ayanam
satu bulan kemudian
Senyum mengembang di diri Raymond, dan Ayana. Akhirnya hari ini mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Ya, saat ini mereka sedang berada di dalam mobil dan mereka baru saja mengucapkan janji sehidup semati di hadapan Tuhan.
Dan setelah mereka mengucapkan janji suci pernikahan, Raymond mengajak Ayana untuk hotel, sedangkan Moa dibawa oleh ibu Raimond. Ayana beruntung, ibu Raymond menerimanya dan menerima Moa. Bahkan, ibu Raymond begitu dekat dengan Moa dan menyayangi Ayana. Bahkan, ibu Raymond mampu menerima masa lalu Ayana yang kini menjadi menantunya.
•••
Mobil yang dikendarai Raymond masuk ke dalam basement yang berbeda, membuat Ayana mengerutkan keningnya
“Kenapa kita ada di sini, bukankah basement sebelah sana?” tanya Ayana, Raymond menoleh kemudian terkekeh.
suaminya ini. Bahkan, ia ingin sekali menangis karena menyadari hidupnya yang sekarang.
“Ayo turun!” ajak Raymond, menyadarkan Ayana dari lamunannya Ayana pun mengangguk.
•••
“Kau ingin beristirahat, atau kau ingin makan?” tanya Raymond, ketika mereka masuk ke dalam kamar hotel pribadi Raymond. Raymond bertanya, karena ia tahu ayahnya sedang gugup. Walau bagaimanapun, tidak mudah untuk mengatasi trauma Ayana. Itu sebabnya, ia menyarankan Ayana untuk beristirahat sejenak.
“Bolehkah aku beristirahat?” tanya Ayana.
“Hmmm istirahatlah,” jawab Raymond.
“Terimakasih!”
Raymond langsung berjalan ke arah sofa, Ia membuka jasnya, kemudian ia berdiri. Lalu, membuka tirai dan menatap ke depan. Raymond menarik sudut bibirnya dan tersenyum, Ia tidak menyangka ia bisa menikahi wanita yang ia cintai.
Walaupun dulu ia sempat merasa dendam pada Ayana. Tapi sekarang, rasa dendam itu berganti menjadi cinta dan sekarang, di matanya hanya ada Ayana ... Ayana dan Ayana. Tiba-tiba, Raymond terpekik kaget saat ada seseorang yang memeluknya dari belakang, sapa lagi jika bukan istrinya.
“Kau tidak jadi beristirahat?” tanya Raimond sambil mengelus punggung tangan Ayana yang sedang melingkar di pinggangnya. Ayana mengangguk, ia menangis sesegukan di punggung Raymond
Untuk Ayana yang punya trauma masa lalu, tentu saja ada ketakutan ketika ia menikah lagi dengan Raymond, apalagi Ia juga pernah terlibat hal yang menyakitkan dengan Raymond. Itu sebabnya, setelah masuk ke dalam kamar hotel, ia meminta untuk beristirahat dan menenangkan dirinya. Tapi saat ia akan membaringkan tubuhnya, rasanya hatinya tidak tenang.
Raymond melepaskan tangan Ayana dari pinggangnya, kemudian berbalik. Ia menangkup pipi Ayana dan menghapus air mata istrinya.
“Aku mencintaimu, sangat mencintaimu!” kata Raymond dengan suara yang memberat. terdengar jelas bahwa Raimond pun menahan tangis.
Ayana berjinjit, kemudian mengecup bibir Raymond, dan setelah itu hanya mereka yang tahu apa yang terjadi.
Cieee ngayal hahahaha