Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Cinta Seorang Miko


“Kenapa kau terus marah-marah padaku? aku kan tidak sengaja mengatakan, itu bagaimana mungkin aku bisa mengontrol diriku sendiri,” jawab Leticia, ketika Miko terus menggerutu.


Leticia baru saja membalas ucapan Miko ketika mereka sudah masuk ke dalam apartemen. Miko yang mendengar jawaban Leticia, Berbalik ... Hingga Leticia menabrak tubuh Miko.


“Apa kau ingin terus mengaku lajang pada teman-temanmu? lalu apa gunanya Aku di sini menemanimu!” jawab Miko lagi, sepertinya ia masih kesal, mati-matian Leticia menahan tawanya agar tidak meledak


Selama 4 bulan, ini mereka mulai saling mengenal satu sama lain, saling memahami. banyak sekali hal-hal yang mereka belum tahu satu sama lain. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai memahami karakter masing-masing dan selama 4 bulan ini, Miko masih menemani Leticia di Jepang.


Karena kontrak Leticia akan berakhir satu minggu lagi dan ketika kontrak selesai mereka akan pindah lagi ke Rusia.


“Aku tidak sengaja, sungguh ....Mana mungkin aku aku sengaja memanggilmu Paman,” jawab Leticia..


“Kau tidak merasa bersalah sama sekali, kau terlihat seperti ingin menertawakanku?” tanya Miko, ia menekuk wajahnya.


“Aku ingin pergi ke kamar mandi!” Leticia lebih memilih untuk pergi mendahului suaminya untuk masuk ke kamar. Sebenarnya ia tidak ingin pergi ke kamar mandi, Ia hanya tak bisa menahan tawanya. Di mata Leticia, semakin Miko kesal semakin kelucuan Miko bertambah.


Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam Leticia keluar dari kamar untuk menyusul Miko. Sepertinya kekesalan Miko belum mereda dan sepertinya ia harus meminta maaf pada suaminya.


Saat melihat Miko sedang duduk sambil menonton televisi, Leticia menghampiri Miko.


“Dad!” Panggil Leticia, Miko tidak menoleh, Ia terus melihat ke arah televisi, ia mengabaikan Leticia yang memanggilnya.


“Dad, kau masih marah padaku?" tanya Leticia, lagi-lagi Miko tidak menjawab.


“ Ya sudah jika kau masih marah, aku tidak peduli!” mata Miko membulat saat mendengar ucapan istrinya, membuat Leticia tertawa. Kali ini, Leticia tidak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi Miko yang pasrah.


Miko menarik tangan Leticia, kemudian ia menarik tangan Leticia hingga Leticia terjatuh di atas pangkuannya.


“Kau menyebalkan sekali, Apa kau tidak tahu teman dosenmu itu menatapmu dengan tatapan berbeda. Seandainya sedang tidak berada di pesta, sudah aku tusuk matanya karena terus menatapmu,” ucap Miko dengan menggebu-gebu. Miko benar-benar tak bisa menyembunyikan ekpresi cemburunya.


Lalu setelah itu Leticia menarik dagu Miko hingga Miko melihat ke arahnya.


“Secinta itukah kau padaku?” tanya Miko.


“Hmm, cinta sekali. Tapi, kau sepertinya tidak mencintaiku,” jawab Miko dengan lesu.


“Kau kau tau dari mana?” tanya Leticia.


“Buktinya kau tidak pernah membuatkan makanan untukku dan kau selalu memasak untuk dirimu sendiri!” Leticia terdiam saat mendengar ucapan Miko, karena memang benar ia belum mau memasak untuk suaminya.


Masih ada Rasa trauma yang bersemayam di dalam diri Leticia, ia takut melihat ekspresi Miko seperti dulu di mana Miko pernah menolak masakannya.


“Ayolah, buatkan aku makanan!” kata Miko dengan penuh harap.


“Aku juga belum makan malam!” Letcia menarik nafas sedalam-dalamnya, kemudian mengangguk.


“Tunggu di sini, aku akan membuatkanmu makanan!” Leticia pun bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah dapur. Tentu saja Miko tidak menurut, ia mengikuti Leticia untuk ke dapur.


“Bagaimana aku memasak aku memasak, jika terus menempel seperti ini!” gerutu Leticia saat Miko terus mengganggunya, bagaimana tidak, sedari tadi masuk ke area dapur dari Miko terus memeluknya dari belakang


“Sepertinya aku ingin makanan lain! Aku ingin memakanmu dulu sekarang!” Leticia memejamkan matanya, kala tangan Miko sudah bergeliriya menyentuh bagian sensitif miliknya dan selanjutnya ....


Selanjutnya 500.komen dulu ye hahahah


Masih part keuwuwan Miko sama Leticia ya. part Ayana di next bab.