
Miko menatap lurus ke depan, tatapannya menatap ke depan dengan tetapan kosong. Wajahnya sudah memucat, beberapa kali ia hampir memejamkan matanya dan hampir tak sadarkan diri.
Ketika ia akan tidak sadarkan diri, Miko terus menenggak minuman yang ada di depannya. Perutnya sudah sangat perih, ia merasakan mual yang luar biasa. Namun, ia terus memaksakan meminum alkohol..
ini sudah satu minggu berlalu, dan selama satu minggu ini pula Miko setiap malam selalu datang ke klub yang ada di Jepang.
faktanya ucapan Leticia seminggu yang lalu mampu meluluhkan egonya dan juga mampu menyadarkannya.
Selama seminggu ini pula, Miko sama sekali tidak melakukan apapun. Jika siang hari ia akan tidur di hotel dan malam hari akan pergi ke klub untuk meminum alkohol, agar melupakan semuanya.
Ia ingin melupakan traumanya, melupakan kesepiannya, melupakan kesedihannya. ucapan Leticia tentang Ia yang bukan membalas budi melainkan membalas dendam terngiang-ngiang di otaknya.
Ia tidak pernah berpikir sampai ke sana, dia tidak pernah berpikir membalas dendam pada Greey, ia ingin membalas Budi pada Grey. Tapi, setelah mendengar penuturan Leticia, ia mengutuk dirinya sendiri karena ia telah menyakiti Leticia.
Ia mengutuk dirinya sendiri dan menyalahkan dirinya sendiri karena kelakuannya, ia kehilangan anaknya, dia juga marah pada dirinya sendiri karena ia tidak bisa untuk mengatur semuanya mengatur perasaannya dan malah menyakiti hati Leticia.
Bukan ini yang Miko mau, dia juga ingin bahagia. Tapi, karena ia masih terjebak dengan luka masa lalu, ia menjadi seperti ini. Seminggu ini pula, ia membayangkan Bagaimana jika ia kehilangan semuanya.
“Haiiiihhhhhh!” Miko berteriak ketika pikiran-pikiran itu terus membayanginya. Pikiran di mana Greey membuangnya, pikiran ketika ia kehilangan Leticia, ia ingin seperti lelaki lain yang bisa bersikap hangat, ia ingin seperti lelaki lain yang bersikap normal. Tapi karena luka masa lalunya, ia takut untuk melangkah.
Dan ketika Leticia mengatakan bahwa Miko bukan membalas Budi, melainkan membalas dendam. Itu benar-benar meluluntahkan perasaan Miko, hingga ia tersadar, bahwa ia benar-benar manusia yang buruk. Walaupun, ia belum mencinta Leticia, tapi ia juga tak akan rela melepaskan istrinya.
Selama seminggu, ini Miko benar-benar merenung, dan ia mampu jujur pada dirinya sendiri, bahwa ia ingin seperti lelaki lain, seperti suami lain, tapi ia pun bingung harus memulai dari mana. Sebab, ia sadar, ia sudah sangat menyakiti hati Leticia
Dan akhirnya, karena ketakutannya, Miko melampiaskan dengan mabuk, ia masih belum berani menemui Leticia, dia takut mendengar Leticia menolaknya, atau ia takut mendengar Leticia sudah mengatakan semuanya pada Greey, itu sebabnya ia mengatasi ketakutannya dengan mabuk setiap malam.
“Aakah kau tidak bisa diam?” tanya salah satu orang yang berada di sebelah Miko, Miko yang sedang mabuk langsung mengacungkan jari tengahnya pada orang tersebut, membuat orang tersebut yang juga sedang mabuk langsung murka.
“Brengsekkk!” ujar orang itu, ia menonjok Miko, hingga Miko terjatuh, tentu saja Miko tak tinggal diam, hingga mereka pun terlibat perkelahian yang cukup sengit. Hingga akhirnya, Miko di keluarkan dari Club
Scrool gengs