Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Semua sama saja


“Tunggu,“ ucap Edgar ketika Arsen sudah bangkit dari duduknya, hingga Arsan menoleh, lalu menatap Edgar dengan mata yang membasah.


Saat berbalik, rupanya Arsen tidak mampu menahan air matanya, hingga akhirnya bulir bening terjatuh mengenai pipinya. Namun, saat Edgar memanggilnya, ia langsung menghapus air matanya karena tidak ingin Edgar melihat tangisnya.


“Ini pertemuan terakhir kita, tolong jangan menghubungiku lagi,“ ucap Edgar, lagi-lagi lelaki tua itu berucap dengan sadis. Arsen menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Lalu, ia menatap sang ayah dengan tatapan kecewa. Namun, Ia hanya bisa tersenyum dengan hati yang luar biasa pedih.


Arsan mengangguk-anggukkan kepalanya “Terima kasih atas waktu Anda Tuan. Saya hanya ingin melihat anda yang terakhir kalinya.”Setelah mengatakan itu, Arsen pun berbalik. Lalu, keluar dari ruangan tempat di mana ia bertemu dengan ayah kandungnya.


Lutut Arsen melemah, dunia Arsen berasa hancur berkeping-keping. Semua ucapan ayahnya barusan mampu menancap di diri Arsen. Benar, keputusan menyerah Ada hal adalah hal terbenar yang bisa Arsen lakukan.


Dulu ia dimanfaatkan oleh keluarga angkatnya untuk mencari uang,.untuk memeras Gabby. Jika diingat, memang benar orang tuanya hanya membahas uang uang dan uang. bahkan ketika menikah dengan Gaby orang tuanyalah yang memaksa Arsen untuk meminta saham Stuard.


Dan inilah alasan Stuard membebaskan Arsen tapi dengan syarat, Arsen tidak boleh datang lagi ke keluarganya. Dan sekarang, Arsen hanya mampu tersenyum getir ketika mengingat keluarga angkatnya dan keluarga kandungnya yang ternyata semuanya saja.


Arsen masuk ke dalam mobil, kemudian ia menyandarkan tubuhnya ke belakang. Tiba-tiba


ia merasa begitu lemas, ia merasa tidak bertenaga. Arsen menghela nafas, kemudian menghembuskannya berusaha untuk tetap tenang agar kondisinya stabil.


Ia meraba-raba dashboard, kemudian mengambil obat dari dasbor dan meminumnya, ia menyenderkan tubuhnya ke belakang. Lalu, memejamkan matanya sejenak.


••


“Sayang Kau pasti menyembunyikan sesuatu kan dariku?” tanya Nael, ia menatap Gabby dengan tetapan interogasi. Gabby yang sedang berada di depan laptop menoleh sekilas, kakinya terus bergerak, pertanda ia sedang gugup.


“Kau mau bermain rahasia-rahasiaan denganku?“ tanya Nael, nadanya mulai terdengar tegas membuat Gabby menggigit bibirnya. “Kau menyembunyikan sesuatu kan dariku?“ tanya Nael lagi.


“Bukan begitu!” kata Gaby.


“ Lalu bagaimana?”


Gabby menghela nafas sedalam-dalamnya kemudian ia langsung mengatakan yang sebenarnya pada Nael. Mata Nael membulat, ia bahkan menatap Gabby dengan tatapan tak percaya.


“Jadi kalian ....“ Nael mengusap wajah kasar saat mendengar apa yang direncanakan oleh Gabriel.


“kau diam saja, jangan diberi Jangan memberitahunya biarkan Gabriel yang mengurus semuanya!“ kata Gabby, Nael tampak terdiam .


satu minggu minggu kemudian .


Arsen mematut diri bercermin, ia menatap pantulan dirinya sendiri dengan tatapan kosong. kemudian ia tersadar, lalu segera memakai dasinya dan setelah bersiap, Arsen pun langsung mengambil tas kerjanya, lalu keluar dari apartemen.


Saat berada di dalam lift, Arsen menyadarkan tubuhnya ke belakang. Helaan nafas, terlihat dari wajah tampannya. Sejujurnya hari ini ya begitu lemas.


Seminggu setelah kejadian ia bertemu dengan ayah kandungnya, Arsen hanya mengurung diri di kamar. Ia tidak pernah melakukan kegiatan apapun, kecuali berbaring dan hari ini ia terpaksa harus pergi karena hari ini adalah sidang yang berkaitan dengan kasus Gisel.


Scroll gengs