Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Nenek Tua


Saat Arsen akan menampar Gabby, Agnes menahan tangan Arsen, hingga Arsen mengepalkan tangannya. “Pergi dari sini!” kata Arsen membuat Gabby tertawa.


“ Aku akan pergi ketika aku ingin pergi. Sekarang, aku ingin mengambil barang-barang ku dulu. Jika kalian berani menghalangiku, aku akan menelpon Gabriel untuk menarik saham di perusahaan milik keluramu!’


Agnes dan Arsen sama-sama terdiam, kemudian setelah itu, Gabby berbalik dan mulai berjalan. Ia menelusuri satu persatu kamar milik Yoshi, Yura dan juga kamar Agnes.


Saat keluar dari dari kamar Agnes, tiba-tiba, lutut Gabby melemas, jantungnya benar-benar seperti tertusuk ribuan jarum, ia merasa benar-benar di tipu oleh satu keluarga.


Saat memeriksa kamar Yoshi, Yura dan Agnes, ada beberapa koleksinya yang terdapat di kamar mereka. Selama in, Gabby memang banyak sekali mengoleksi benda-benda, dan menempatkannya di ruangan yang berbeda. Ada ruangan khusus yang sangat besar


Hingga, walaupun ada beberapa barang yang hilang, Gaby tidak akan menyadarinya karena memang barang-barang koleksinya sangat banyak dari mulai, tas, dan sepatu pakaian serta barang-barang lainnya.


Tapi barusan, Setelah memeriksa kamar ketiga orang itu, Gabby harus mengetahui kenyataan, bahwa koleksi-koleksinya ada di rumah mantan keluarga suaminya, dan ini benar-benar di luar dugaan Gabby. Selama ini, Gabby sudah memberi dan menuruti apa yang mereka mau. Tapi ternyata, mereka lebih serakah dari yang Gabby duga.


•••


“Arsen, bagaimana ini, bagaimana jika istrimu membuat ulah di sini?” tanya Agnes pada Arsen, arsen yang sedang melamun mengusap wajah kasar.


” Biarkan saja dia, biarkan dia berbuat semaunya! aku sudah mempunyai rencana agar dia tidak berulah lagi dan tidak seenaknya lagi,” ucap Arsen, membuat wajah Agnes berbinar.


“Benarkah?”


Arsen tersenyum, kemudian mengangguk. Selama ini, ia mengenal betul Bagaimana sifat Ayah mertuanya yang tidak suka penghianatan. Bahkan ia menikah dengan Gabby, Stuard, mewanti-wanti agar tidak berkhianat dan jika dia memutar balikan fakta, maka posisinya akan aman .


Tiba-tiba, terdengar suara gaduh dari luar beberapa orang berjas keluar dari mobil tersebut, dan Arsen langsung melihat keluar.


“Kami di perintahkan Nona Gaby untuk kemari!” Kata salah satu lelaki itu, membuat Arsen mengusap wajah kasar.


“Ayo masuk!” kata Gabby dari arah belakang.


“Kekacauan apalagi yang kau buat!” teriak Arsen, membuat Gaby menyeringai. Beberapa lelaki berjas itu pun masuk.Lalu setelah itu, mereka mengangkut semua barang-barang yang Gaby ambil. Bahkan, Gaby juga mengambil laptop milik Yosha dan Yura, karena laptop itu dibeli dengan uangnya. Ia tidak ingin, uangnya dinikmati oleh keluarga mantan suaminya.


“Keluar dari rumahku sekarang juga!” Arsen menggeram pada Gabby, ketika para lelaki berjas itu sudah pergi.


“Kau tidak perlu menyuruhku, aku yang akan pergi dan kau juga tidak boleh menginjakkan kakimu di rumahku,” jawab Gaby, membuat mata Arsen membulat, Ia tidak menyangka, Gabby akan mengatakan itu.


“ Apa maksudmu?” tanya Arsen, dengan tak terima


“Itu rumahku, rumah hadiah dari orang tuaku. Rumah mewah yang dibeli oleh Ayahku,dengan uang yang tidak sedikit, dan aku tidak rela kau menyentuh lagi rumah itu. Jika kau berani datang ke sana, kau akan berhadapan denganku!” kata Gabby, membuat Arsen mati kutu, rumah itu memang rumah dari Stuard dan ia sama sekali tidak mempunyai hak atas rumah itu.


Tiba-tiba, Gaby mengadahkaan tangannya pada Arsen. “Kembalikan kunci mobilmu!”


”Apa-apaan kau Gaby!” kali ini, Agnes yang tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Gabby.


“Kau sudah membawa semua mobil. Lalu, kau sekarang akan membawa mobil Arsen?”


“Diam kau nenek tua!” Seketika itu juga wajah Agnes langsung memerah. Ia maju untuk menampar Gabby, dan secepat kilat, Gaby menahannya dan dan mencengkeramnya dengan keras.


Gengs, aku fokus dulu hubungan Gabby sama Arsen ya, beberapa bab lagi, aku fokus sama hubungan Nael dan Gabby.