Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Menikmati momen


Gengs hari ini aku crazy update


Bella yang akan masuk ke dalam store tas menghentikan langkahnya saat mendengar suara teriakan yang sangat ia kenal, ia melihat ke arah samping ternyata benar saja itu adalah suara Liosa.


Dengan pelan, Bella berjalan, lalu lebih mendekat ke arah mantan suaminya. Ternyata bukan hanya Bela saja yang menonton, orang-orang lain juga sedang menonton Liosa dan istrinya.


“Ayo tamparrr, Jangan biarkan dia menghinamu!” kata Bella saat mendengar Liosa menghina isitrinya. “ Ayo pukul kepala botaknya!” kata Bella karena memang kepala Liosa sudah digunduli.


Liosa dan Irena bertengkar karena Irena pergi membawa putranya selama satu minggu dan tidak kembali. Ternyata Liosa mendapat kabar bahwa Irena dan putranya pergi bersama lelaki lain, dan barusan saat liosa sedang mencari sesuatu di mall, ia melihat istrinya sedang makan bersama lelaki itu.


Hingga liosa langsung mengamuk, apalagi ia mendengar percakapan dari dekat dan tentu saja Irena tidak tinggal diam, ia menyuruh lelaki itu untuk membawa putranya. Hingga dia berhadapan dengan Liosa dan terjadilah cekcok di antara mereka. Hingga pencocokan mereka ditonton oleh orang banyak, tak terkecuali Bela yang tampak puas melihat Irena dan liosa bertengkar.


Nicky menggeleng seraya tertawa saat melihat tingkah Bella yang terlihat greget. Bahkan istrinya seperti penonton yang sedang bergulat, Ia pun langsung menoleh ke arah Kevin dan berjalan ke arah putranya yang sedang memainkan pasir


“ Kevin, kau tunggu di sini, oke. Daddy ingin menyusul Mommy,” ucap Nicky, Kevin pun menggangguk. Setelah itu, Nicky langsung berbalik untuk menghampiri Bella.


Saat berada dekat Bella, Kevin langsung menepuk bahu Bella.. Hingga Bella yang baru saja akan berbicara seperti seorang suporter langsung menghentikan ucapannya.


“ Kenapa kau di sini?” tanya Bella


“kau terlihat menikmati pertengkaran mereka?” tanya Nicky, Bella menormalkan ekspresinya.


“Tidak, biasa saja." Bella pun langsung berbalik di susul Nicky di belakangnya.


“Bukankah kau habis dari toilet?” tanya Nicky.


“Tidak, aku habis berbela ....” tiba-tiba Bella menyadari sesuatu, bahwa di tangannya, sedang membawa paper bag yang berisi belanjaan yang ia beli. Ia juga teringat bahwa ia barusan berbohong mengatakan bahwa ia akan pergi ke kamar mandi.


“Aku hanya ....” Nicky mengelus rambut Bella


” kenapa kau harus berpura-pura. Jika. kau ingin berbelanja berbelanja saja," ucapnya dengan nada yang lemah lembut.


Bella mengibaskan rambutnya. “Baiklah,” jawab Bela yang menutupi rasa malunya,.membuat Niki lagi-lagi menggeleng istrinya ini benar-benar ajaib


•••


Bella masuk ke dalam walk in closet, seraya membawa belanjaan yang tadi ia beli.


Sedangkan Nicky sedang membantu Kevin untuk bersiap tidur


Bella melihat tas yang baru ia beli dengan berharga fantastis. Sudah lama sekali ia tidak membeli benda-benda seperti ini. Dulu, ia sibuk bekerja untuk masa depan Kevin karena ia tidak mau bergantung pada siapapun. Tapi barusan saat ia berbelanja, rasanya ia benar-benar menikmati hidupnya


Tak lama Bella terperanjat ketika ada yang memeluknya dari belakang, siapa lagi kalau Bukan suaminya. “Kau mengagetkanku," ucap Bella. Nicky tidak menjawab, ia malah menyimpan wajahnya di bahu Bella lalu mencium pipi istrinya dari samping, membuat Bella tersenyum.


“Besok, Kevin diajak pergi oleh Mommy dan Daddy. Aku ingin menemanimu berbelanja!” kata Niki Bella langsung berbalik, ia menatap Kevin hingga pelukan mereka terlepas


“Aku sudah berbelanja tadi.”


“Aku yakin banyak sekali hal yang kau inginkan jadi kau boleh membeli apapun yang kau mau, semahal apapun itu. Kau boleh membelinya,” ucap Kevin.


“ Ayah mertuaku kaya, aku akan minta bantuannya,” ucap Nicky sambil tertawa. Hingga Bela juga ikut tertawa. Namun tak lama, Bella. menghentikan tawanya saat melihat tatapan Kevin yang berbeda.


“Kamu mau apa?” tanya Bella saat Kevin menarik pinggangnya.


“ Bukankah cuacanya bagus untuk ....” Nicky menyeringai, belum Bella menjawab, Nicky sudah menggendong tubuh Bella, lalu mereka pun berjalan ke kamar mandi dan seterusnya Hanya mereka apa yang tahu apa yang terjadi


••••


tiga bulan kemudian


Bella membuka pintu apartemen dengan pelan, ia menghela nafas ketika pintu apartemen masih gelap, pertanda Niki belum pulang dari kantor, membuat Bella menghela nafas.


Hari ini, Bella begitu kalap berbelanja. Hingga ia lupa waktu. Saat ia bertanya pada sekretaris Nicky, sekretaris Niki mengatakan bahwa suaminyaa masih berada di kantor dan lembur, dan itu membuat Bella tenang.


Sebenarnya Nicky, tidak pernah melarang Bella melakukan apapun. Hanya saja Bela merasa tidak enak Jika iya belum datang ketika Nicky udah ada di apartemen.


“ Ya Tuhan Kau mengagetkanku," ucap Bela saat sudah menyalakan lampu, ternyata Nicky sudah ada di rumah. Rupanya, lelaki tahu bahwa Bella pergi berbelanja, karena ia nyuruh pengawal untuk mengikuti Bella, karena takut terjadi sesuatu dengan istrinya atau karena takut istrinya mengalami hambatan ketika di luar


Ia berpura-pura lembur karena ingin memberikan kejutan pada Bela. “Kenapa kau sudah pulang?” tanya Bella, ia langsung menyembunyikan paper bag di tangannya


Nicky tertawa saat melihat tingkat Bella, ia langsung berjalan ke belakang tubuh istrinya. Kalau menarik paper bag belanjaan Bella dan membawanya ke kamar.


Setelah menyimpan paperbag milik Bella. Nicky langsung kembali menghampiri istrinya.


“Kenapa kau harus takut, aku tidak apa-apa jika kau terus berbelanja,” ucap Nicky ketika Bella tertunduk


“Aku malu," jawabnya.


Dengan lemah lembut, ia menarik tangan Bella lalu berjalan ke arah sofa. Nicky duduk di sofa lalu mendudukkan Bella di atas pangkuannya


“Aku malu, minggu lalu aku sudah berbelanja dan sekarang aku berbelanja lagi. Maafkan aku.”


Saat mendengar ucapan Bela, Nicky tersenyum. istrinya adalah seorang putri konglomerat. Tapi bahkan Bella menjaga nama baiknya dengan tidak menerima uang lagi dari Laura dan Andre.


“Meskipun kau berbelanja Setiap hari. Aku tidak akan melarangnya, kau boleh membeli apapun sebanyak apapun dan semahal apapun perusahaanku tidak akan bangkrut hanya karena kau berbelanja. Aku justru senang melihatmu bahagia dan senang ketika melihat kau bisa menikmati hidupmu.”


Bella mengembangkan senyumnya saat mendengar ucapan suaminya. Nicky benar-benar memperlakukannya seperti ratu, tidak pernah menuntut apapun darinya.


Bella mendekatkan wajahnya untuk menciumm bibirr suaminya. Namun saat mereka akan melanjutkan ke hal yang lebih jauh. Tiba-tiba ponsel Nicky berdering satu panggilan masuk hingga Niki pun langsung merogoh saku lalu mengambil ponsel.


“Sebentar!” kata Niki pada Bella. Setelah menerima panggilan itu, Nicky tampak terdiam ia melihat ke arah Bella.


“Baiklah aku akan pergi ke rumah sakit,” jawab Nicky.


“kenapa?” tanya Bella. “Siapa yang sakit?" tanyanya lagi.


“Liosa ....”