
“Alvaro.” Naura dan Nauder sama-sama menoleh ke arah belakang, di sana muncullah Alvaro yang menodongkan senjataa ke arah Nauder, begitu pun Nauder yang menodongkan pistollnya ke arah Alvaro hingga kini kedua musuh itu kembali bertemu Setelah 5 tahun mereka tidak bertemu.
“Lama tidak berjumpa Alvaro.” Nauder menyeringai saat Alvaro ada depannya sedangkan Alvaro tetap tenang. Beberapa kali Naura melirik ke arah Alvaro. Namun Alvaro tidak menoleh ke arahnya.
Jujur saja saat ini ia tidak memikirkan dirinya lagi, ia hanya ingin Ameera selamat. ”Lepaskan dia Nauder. Ayo kita bertarung,” ucap Alvaro.
“Seandainya aku tau dia putrimu. Sudah Aku pastikan, sedari dulu aku akan melenyapkannyaa,” jawab Nauder di sertai kekehan. “Turunkan senjattamu, Alvaro. Atau aku akan menembakk putrimu sekarang juga,” ucap Nauder ketika Alvaro terus maju ke arahnya.
Alvaro dengan santai menurunkan senjatanya membuat Naura langsung menatap Alvaro dengan wajah yang memucat. Apakah Alvaro menyerah untuk menyelamatkan Ameera begitulah pikir Naura.
“Kau pasrah sekali..Apa kau tidak menyayangi putrimu?" tanya Nauder.
“Jika aku menyayanginya, aku akan mempertahankan dia dari dulu.”
Tiba-tiba tubuh Naura diam mematung saat mendengar ucapan pahit Alvaro, tapi sebenarnya lelaki itu hanya sedang mengecoh Nauder.
“Lihat Naura, bahkan ayahnya saja tidak peduli dengan anakmu. Lalu kenapa kau harus peduli!”
“Nauder Jangan!” teriak Naura ketika Nauder akan menyentuh rambut Ameera. Nafas Naura sudah tidak beraturan. Dia menatap Nauder dan Alvaro secara bergantian.
“Kenapa aku harus jadi korban kebiadabann kalian!” teriak Naura, kali ini Naura berteriak dengan sangat kencang, ia melampiaskan amarahnya pada Nauder dan Alvaro.
“Kenapa kalian begitu egois sampai kalian harus mengorbankan aku, apa kalian tidak ....” Tiba-tiba Naura menghentikan ucapannya saat ekor matanya melirik Alvaro akan menyerangg Nauder karena Nauder tengah lengah.
Alvaro menarik pistoll Nauder, hingga kini kedua orang itu sama-sama tidak memegang senjataa apapun dan akhirnya mereka berduel.
Naura berusaha untuk melepaskan dirinya dari tali, tapi beberapa orang anak buah Nauder datang menghampirinya dan menodongkan pistoll kepala Ameera. Hingga Naura kembali terdiam
Naura memejamkan matanya, dia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya ia berharap putrinya tidak terbangun karena ia takut putrinya akan shock ketika mengetahui bahwa tubuhnya sedang terikat.
Sedangkan Alvaro dan Nauder, mereka terus bertarung menggunakan tangan kosong, saling menghajar satu sama lain hingga pada akhirnya Nauder menang, dia langsung menginjak dada Alvaro dengan kakinya dan menekannya hingga Alvaro meringis.
Saat melihat ke arah putrinya yang sedang terikat, kekuatan Alvaro kembali bangkit, ia menggerakkan tangannya untuk menarik kaki Nuader, hingga nauder terjatuh. Emosi seakan menerpa Alvaro, ia langsung memukul-mukulkann kepala Nauder ke dinding tanpa memberi ampuni, hingga akhirnya Nauder tak sadarkan diri.
Secepat kilat, Alvaro langsung berlari ke arah Naura, dia mengambil pistoll nauder Lalu setelah itu menembakkannn peluru ke anak buah Nauder yang berada di belakang tubuh Naura.
Seketika Alvaro langsung melepaskan ikatan Ameera dan juga melepaskan ikatan Naura.
“Kau masih bisa berjalan normal?” tanya Alvaro Naura mengangguk. Lelaki itu langsung menggendong putrinya dan berlari ke arah luar disusul Naura yang juga ikut berlari.
***
Naura berjalan ke sana kemari, dia terus melihat ke arah dalam, dimana putrinya sedang ditangani. Ameera menghirup obat bius hingga kondisi gadis kecil itu semakin drop, belum lagi sebelum ia diculik oleh nauder kondisinya memang buruk.
Saat melihat putrinya, tiba-tiba Naura terpikirkan sesuatu dia pun langsung menoleh ke arah Alvaro yang sedang duduk di kursi tunggu. tidak ada raut khawatir di wajah lelaki itu. Apakah benar yang tadi Alvaro ucapkan, bahwa Alvaro tidak peduli pada Ameera, pertanyaan itu berputar-putar di benak Naysila. Hati Naura tersayat, ternyata putrinya mengalami apa yang ia alami saat kecil, tidak diakui oleh ayah kandungnya.
Namun ada yang Naura tidak tau, Jujur saja saat ini tangan Alvaro sedang gemetar membayangkan apa yang terjadi pada pada Ameera jika dia telat datang. Hanya saja dia berpura-pura tenang.
Seketika Naura langsung menghampiri Alvaro. “Terima kasih sudah menyelamatkan Ameera,” ucap Naura hingga Alvaro tersadar, kemudian menoleh.
“Tidak masalah,” jawab Alvaro. “Kalau begitu aku permisi, istriku sedang malahirkan di lantai atas.”
“Hah, Kau sudah menikah." Naura tiba-tiba bertanya, karena ia penasaran. Namun tak lama Naura tersadar. “Tidak maksudku bukan begitu.” Naura meralat ucapannya dengan cepat, ia tidak bermaksud untuk bertanya pada Alvaro
“Hmm, aku sudah menikah dan istriku melahirkan di atas. Tadi saat aku turun kebetulan aku melihat Nauder membawa ....” Tiba-tiba Alvaro menghentikan ucapannya, tidak mungkin Ia menyebut kata putriku di hadapan Naura
“Kalau begitu aku pergi.” Setelah mengatakan itu, Alvaro lebih memilih untuk berbalik dan pergi meninggalkan Naura.
Naura menundukkan diri di kursi tunggu kemudian ia menutup wajahnya dengan Kedua telapak tangannya, lalu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya Ia tidak menyangka ini akan terjadi, ia tidak menyenang Nauder akan berbuat nekat seperti ini, dan yang lebih Ia tidak menyangka adalah pertemuannya dengan Alvaro
Namun Jujur saja, walaupun ia lega Alvaro tidak mengejar-ngejarnya lagi. Tapi entah kenapa saat mendengar Alvaro menikah dan mempunyai anak dari wanita lain, Naura merasakan seperti ada yang lain dengan hatinya, seperti ada perasaan semacam tak terima. Namun Ia juga masih mengelak perasaannya sendiri.
Tak lama, Naura menggelengkan kepalanya. “Seemua sudah berakhir, kau tidak perlu memikirkan apapun," Naura membatin menguatkan dirinya sendiri, ia tidak ingin lagi terjadi kejadian hal serupa.
Tak lama, lamunan Naura buyar saat mendengar suara orang berlari, hingga dia pun langsung menoleh ternyata itu Laura dan Andre.
“Apa yang terjadi?” tanya Laura. Saat Laura datang, Naura langsung bangkit kemudian ia memeluk kembarannya. Lalu menumpahkan tangisannya, kejadian barusan membuat Naura terpukul hingga saat Laura datang ia langsung memeluk Kakak kembarnya.
“Tidak apa-apa ....tidak apa-apa," semua akan baik-baik saja.
“Kenapa kalian ada di sini?” tanya Naura yang heran.
“Tadinya kami ingin menjenguk Ameera. Tapi saat kami ke sini Ameera tidak ada, itu sebabnya kami khawatir dan barusan kami melihat CCTV di ruang kontrol,” ucap Laura karena memang Ameera sedang dirawat di rumah sakit kakek mereka, hingga Laura memiliki akses penuh untuk masuk ke ruang kontrol CCTV.
Tak lama, dokter keluar dari ruang rawat Ameera. Hiingga Naura pun langsung bangkit. “Bagaimana keadaan putriku, Dok?” tanya Naura.
“Kondisi Putri anda sudah stabil, detak jantungnya juga sudah normal kembali hanya saja Putri anda belum sadarkan diri. Tapi kami akan memantaunya kondisinya secara teratur,” ucap dokter.
“Terima kasih, Dok.” Naura pun masuk ke ruang lewat Ameera, kemudian ia langsung mendudukkan dirinya di kursi sebelah berangkar. Lalu setelah itu ia menggenggam tangan putrinya.
***
Satu minggu kemudian.
Ini satu minggu berlalu semenjak kejadian itu, dan sudah satu minggu ku ini pula Ameera dirawat dan kondisi Amerra sudah jauh lebih baik bahkan hari ini Ameera sudah diperbolehkan untuk pulang.
Naura Yang sedang membereskan semuanya tersenyum saat Ameera yang sedang bermain dengan Steven, adiknya. Dia tersenyum saat melihat Ameera tertawa lepas. Karena selama ini Ameera jarang sekali tertawa seperti ini.
Tak lama pintu terbuka, muncul sosok Nael masuk ke dalam ruangan. “Kalian sudah siap?” tanya Nael, Naura menggangguk.
Naura sudah memberitahukan semuanya, tentang yang terjadi padanya termasuk siapa ayah Ameera yang sebenarnya.
Murka? tentu saja Nael begitu murka pada Nauder dan pada Alvaro, rasanya dia ingin menghancurkan Kedua lelaki itu yang telah membuat putrinya menderita.
Tapi Naura melarang Nael untuk membalas karena ia yakin jika Nael membalas Nauder atau Alvaro, akan timbul hal lain di kemudian hari hingga ia meminta sang ayah untuk mendiamkannya..Dia hanya butuh ditemani oleh pengawal agar bisa melindungi ia dan putrinya karena ia takutnya Nauder akan berulah lagi.
****
Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa Ini sudah 3 tahun berlalu semenjak kejadian itu. Selama 3 tahun ini pula Naura hidup begitu tenang, tidak pernah ada gangguan lagi dalam hidupnya. Hanya saja sesekali Nauder selalu datang. Namun, Naura mengacuhkannya
3 bulan setelah nauder menculik Ameeera. Naura resmi bercerai dengan Nauder dan setelah keputusan sidang itu diterima oleh Nauder. Nauder langsung mendatangi Naura, dia bersimpuh di hadapan mantan istrinya,.menyesali semuanya dan berjanji akan berubah
Tapi hati Naura sudah tertutup dan dia tidak mau ada hubungan lagi dengan yang Nauder, walaupun saat itu cintanya masih ada.
Namun sekarang tidak ada rasa sedikitpun untuk mantan suaminya.
Sedangkan Alvaro ... Hubungannya dan Alvaro juga sudah membaik. Naura pikir Alvaro tidak akan mengakui Ameeera sebagai anaknya. Tapi ternyata dia salah, Alvaro bahkan menghadapi sang ayah untuk bertemu dengan Ameera.
Awalnya Nael tidak mengijinkan Ameera bertemu dengan Alvaro. Namun lagi-lagi, Naura berhasil membujuk sang ayah.
Walaupun sekarang hubungan Alvaro dan Ameera membaik, tapi Alvaro masih menjaga jarak dengannya, dan Naura mengerti, mungkin karena Alvaro sekarang sudah mempunyai istri.
Sebenarnya Alvaro hanya berpura-pura sudah menikah. Padahal sebenarnya lelaki itu masih lajang. Selama 5 tahun setelah Naura mengancam meminumm racun serangga, Alvaro pergi ke luar negeri, berusaha melupakan Naura Namun tidak bisa, semakin ia melupakan wanita itu cinta Alvaro untuk Naura semakin menjadi-jadi .
Hingga Setelah 5 tahun berlalu, akhirnya Alvaro kembali lagi ke Rusia dan tepat saat Alvaro kembali ke Rusia, ia mendengar Ameera sedang berada di rumah sakit, hingga ia menyusul ke rumah sakit.
Dan ternyata saat ia masuk ke rumah sakit dia melihat Nauder, membawa Ameera, itu sebabnya saat itu ia bisa mengetahui Ameera diculik oleh Nauder.
Selama 5 tahun ini Alvaro memang kerap menjaga jarak dengan Naura, Jujur saja lelaki itu trauma. Dia takut Naura merasa risih dengan hadirnya, ia takut Naura merasa tidak suka dan yang terpenting dia takut Naura akan mengancamnya seperti dulu.
Saat ini, Alvaro lebih memilih untuk mencintai Naura dalam diam. Mungkin saat itu, Alvaro pergi ke luar negeri karena Ameera belum lahir. Namun setelah melihat Ameeera tumbuh, dia tidak ingin jauh lagi dengan putrinya. Hingga Dia memutuskan untuk menjaga jarak dari Naura agar Naura tidak risih.
Tanpa sadar Naura sudah mencintai Alvaro, hanya saja Naura dan Alvaro terlalu takut untuk melangkah. Naura dengan traumanya dan Alvaro dengan rasa takutnya.
Dan tanpa sadar Naura selalu diam-diam berdandan saat Alvaro datang ke mansionnya untuk menjemput Ameera. Entah kenapa, wanita itu selalu ingin tampil cantik di hadapan Alvaro.
Seperti saat ini Naura sedang mengcurly rambutnya karena sebentar lagi Alvaro akan menjemput Ameera. Akhirnya Naura pun selesai berdandan dia langsung keluar dari kamari.
Laura yang baru saja melintas mengerutkan keningnya saat melihat Naura yang tampak rapih. “Kau mau ke mana?” tanya Laura.
“Tidak, aku tidak kemana-mana," jawabnya.
“Kau pasti ingin menyambut Alvaro, kan?" tebak Laura. “Tapi sayangnya kali ini bukan Alvaro yang menjemput putrimu tapi supirnya.”
“Hah!”