Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Aku menunggumu di pantai, Nona.


Saat Leticia tidak membalas ucapannya, Miko langsung maju ke arah Leticia hingga Leticia refleks kembali mundur dan sekarang, Leticia menghentikan langkahnya karena punggungnya terbentur oleh dinding.


“Pa- Paman!” Seketika Leticia dilanda kegugupan kini jaraknya dan jarak Miko begitu dekat. Bahkan, tubuh mereka hampir menempel, Miko menaruh tangannya di dinding menghimpit tubuh Leticia.


“Nona, saya masih menunggu jawaban anda!” kata Miko, membuat Leticia tersadar. kemudian ia mendorong tubuh Miko hingga tubuh Miko menjauh.


“Paman, kenapa kau kurang ajar sekali!” kata Leticia, tiba-tiba rasa kesal menghantam Leticia, ketika Miko menekannya untuk menjawab. Mungkin bukan rasa kesal. Tapi lebih pada rasa gugup karena Miko terus memberondongnya dengan pertanyaan. Sedangkan ia tidak mungkin menjawab Karena rasa gengsinya.


Miko memasukkan kedua tangannya pada saku, kemudian menatap Leticia. “Nona saya tahu ini berat bagi anda, maka dari itu, jika anda setuju dengan pernikahan ini saya akan menunggu ada di pantai jam 8 nanti. Jika anda tidak datang, maka anda menang, kita bisa membatalkan pernikahan kita!” ucap Miko, setelah mengatakan itu Miko pun berbalik membuat mata Leticia membulat.


Kenapa Miko tidak merayunya , bukankah seharusnya Miko bertanya atau melamarnya. “Kenapa kau tidak peka sekali!” gerutu Leticia, ia menutup mulut saat mengatakan hal yang ada di dalam hatinya. Padahal jelas-jelas dia tidak berniat mengucapkan itu.


Miko menghentikan langkahnya kemudian berbalik. “Maka temui saya nanti malam di pantai. Saya menunggu Anda, Nona.” Setelah mengatakan itu, Miko pun berbalik.


“Dasar robot!” teriak Leticia, lagi-lagi iya menutup mulut saat berteriak padahal, Miko masih berada di depannya, hingga Miko kembali berbalik. “Saya bukan robot, Nona.” kata Miko membuat Leticia berdecih.


“Terserah kau saja, aku tidak akan datang tunggu saja aku sampai besok pagi!” jawab Leticia, ia berkata sambil berapi-api, sedangkan Miko hanya mengangkat bahunya acuh seolah tidak peduli dengan apa yang dikatakan Leticia membuat Leticia benar-benar kesal pada Miko.


Setelah Miko pergi, Leticia terdiam jantungnya berdebar takaruan ia mendudukkan diri di sofa, kemudian menjambak rambutnya. Bahkan, rasa lapar yang sudah ada tadi menderanya hilang begitu saja, karena kedatangan Miko.


haruskah ia menghampiri Miko ke pantai dan mengatakan bahwa dia setuju menikah dengan Miko, atau tetap mempertahankan rasa gengsinya menunggu Miko melamarny


“Tuhannnn! kenapa ini membingungkan!” Leticia benar-benar dibuat bingung dengan kondisi yang seperti ini. Bagaimana tidak bingung, awalnya Ia hanya iseng meminta sang ayah untuk menikahkannya dengan Miko. Tapi yang terjadi sekarang, jadi ia yang seperti dikejar-kejar.


Rasanya waktu berdetak begitu cepat bagi Leticia, ini sudah pukul 06.00 sore dan ia bingung ia harus menemui Miko atau tidak, apakah dia harus datang ke pantai Itu tandanya dia setuju menikah dengan Miko.


Leticia berjalan mondar-mandir ke sana kemari, beberapa kali ia mencoba menghubungi Grey ataupun keluarganya, tapi sayang tak ada satupun yang bisa dihubungi mereka seperti sedang bekerja sama mengerjai Leticia.


Padahal, saat ini, Leticia sedang bingung mengambil keputusan, bagaimana pun pernikahan adalah hal yang sakral, walaupun sedari tadi ia terkesan bercanda menghadapi ucapan Miko yang mengajaknya menikah. Tapi tentu saja, Leticia harus memikirkannya matang-matang, benarkah Miko adalah yang terbaik untuknya.


Scroll gengs masih ada dua bab lainnya