Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bertemu di pantai


Nael terdiam di sisi. Rasanya, ia ingin acara segera selesai, karena ia tidak sanggup melihat apa yang terjadi di depannya. Saat ini, ia sedang menghadiri pesta ulang tahun pernikahan Kania dan suaminya di sebuah hotel yang berada di pesisir pantai.


Sedari tadi, Jordan terus mengajaknya untuk menemui Kania secara pribadi dan mengucapkan selamat pada wanita itu. Tapi Nael menolak. Ia lebih memilih melihat Kania dari jauh karena rasanya begitu menyakitkan ketika melihat Kania dan suaminya begitu romantis.


Hati Nael bagai tercabik-cabik. Ia sungguh ingin berada di sisi Kanaya. Seandainya saat itu Xander tidak bertanggung jawab, sudah dipastikan ia akan berbahagia bersama Kania sekarang. Tapi yang terjadi, malah sebaliknya.


Selama bertahun-tahun, ia harus memupuk luka yang teramat hebat, Sehingga ia tidak bisa mengalihkan dunianya dari Kania dan Kania.


“Kau tidak ingin mengambil wine?” tanya Jordan. Nael tak menjawab. Tapi, ia bangkit dari duduknya untuk mengambil wine Dan disusul oleh Jordan yang juga mengikuti Nael.


“Nael ... Jordan!” panggilkan Kania dari arah belakang, membuat Nael memejamkan matanya, dan diam-diam, ia menggeram kesal. Sedari tadi, ia berusaha mati-matian untuk menghindari wanita itu. Tapi ternyata, Kania malah menghampirinya terlebih dahulu.


Jordan menyikut tangan Nael. Sehingga, mau tak mau Nael berbalik melihat Kania. Saat Nael dari Jordan berbalik, Kania maju kemudian memeluk memeluk Jordan setelah itu ia bergantian memeluk Nael, membuat tubuh Nael menegang.


Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat ketika Kania memeluknya. ia mengepalkan tangannya kemudian memejamkan mata berusaha mengendalikan diri dan berusaha menetralkan gejolak yang ada dalam dadanya.


“Sayang!” panggil Xander dari arah belakang. Kania menoleh, kemudian tersenyum pada suaminya.


“Hai, apa kabar,” ucap Xander. Ia mengulurkan tangannya pada Jordan dan pada Nael. Jordan pun membalas uluran tangan Xander dan setelah Jordan, Nael juga menerima jabatan tangan Xander.


Dada Nael bergemuruh ketika melihat iris mata milik Xander. Ia sungguh membenci lelaki itu. Seandainya, dulu Xander tidak bertanggung jawab pada Kania, sudah dipastikan Nael sekarang yang ada di posisinya, menjadi suami Kania.


“Nael kau mau kemana?” tanya Jordan, ketika Nael bukannya mengambil wine. Tapi malah keluar dari aula.


“Kau teruskan saja. Aku ingin berjalan-jalan di pantai," ucap Nael pada Jordan. Jordan mengangkat bahunya acuh. “Ya, sudah,” jawab Jordan.


Nael berjalan di pesisir pantai, dia berjalan sambil meneguk alkohol yang ia bawa dari mobilnya. Pandangan matanya lurus ke depan. Ia terus menghela nafas dan menghembuskannya berkali-kali


Ia mengutuk dirinya sendiri, kenapa ia tidak bisa melupakan Kania. Padahal, ini sudah bertahun-tahun berlalu. Tapi, setiap mengingatkan Kania, setiap ia melihat Kania. Raanya begit,u menyakitkan bahkan sangat menyakitkan.


“Aissshhh!” Teriak Nael sambil menendang pasir di depannya. Rasanya, ia ingin berteriak sekencang-kencangnya. Seandainya Jordan tak memaksa, ia tidak mungkin datang ke hotel ini dan ia tidak perlu merasakan perasaan sakit seperti sekarang.


Nael terus berjalan, ia melangkah tak tentu arah dan tujuan. Hingga tak terasa, ia sudah menghabiskan semua alkohol yang ada didalam botolny. Hingga sekarang, Nael berjalan sempoyongan.


Namun tak lama, Nael hampir terhuyung ketika menabrak seseorang. “Kau!” ucap Nael menabrak seseorang. Beberapa kali, ia hampir terjatuh, karena saat ini ia sedang mabuk berat.


“Uhmm, kau lagi!” ucap wanita yang tadi menabraknya yang juga sedang sama-sama mabuk dan wanita itu adalah Gabby.


Gass komen gengs .....


Udah mau masuk-masuk part2 part menegangkan nih. Bagi vote sama kirim hadiah ya gengs