Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Memberi kejutan


Gengs satu bikin satu bab, tapi panjang.


“buatkan aku satu lagi!” kata Joanna. Ia menyingkirkan piring yang ada di depannya. Hansel yang sedang berada di samping Joana mengangguk, kemudian ia bangkit dari duduknya lalu pergi ke arah dapur.


Saat melihat sang ayah pergi, Joanna terus melihat punggung ayahnya sedang berjalan untuk ke dapur. Lalu ia melihat ke samping.


Ia sudah memakan 3 porsi steak buatan Hansel.


Awalnya, Hansel hanya membuat dua porsi untuknya dan untuk Joana. Namun Joana Joana memakan steak miliknya dengan cepat dan tak lama, Joana menyuruh Hansel untuk kembali membuatkannya lagi. Hingga Hansel memberikan miliknya yang belum ia sentuh.


Dan setelah piring kedua habis, Joana kembali meminta sang ayah untuk membuatkan lagi makanan yang sama, begitupun untuk seterusnya. Dan kini, sudah 3 piring yang ia habiskan.


Sebenarnya Joanna tidak lapar, Joana hanya sedang melampiaskan kekesalannya. Dulu, saat ia bertemu dengan adik tirinya, ia langsung mencari tahu tentang adik tirinya termasuk semua media sosial milik anak-anak Hansel dari wanita lain, ia hanya ingin tau bagaimana kehidupan Hansel di sana.


Dan akhirnya, Joana menemukan satu Instagram adik tirinya yang saat itu bertemu dengannya. Semua unggahan adiknya begitu membuatnya tersayat, di mana semua unggahan itu menampilkan kebersamaan keluarga mereka.


Bahkan, banyak sekali video dan foto di mana menampilkan sang ayah sedang memasak untuk keluarga barunya, itu sebabnya Ia melampiaskannya sekarang dengan terus menyuruh Hansel untuk memaksakan makanan untuknya.


15 menit kemudian.


Lamunan Joana buyar kalah Hansel membawakan dua piring dan menyimpannya di hadapan Joana. “Makanlah!” kata Hansel.


Joanna menarik piring itu dengan kasar, sedangkan Hansel kembali menundukkan dirinya. Melihat Joanna seperti ini, rasa lapar Hansel hilang begitu saja berganti dengan rasa sakit yang teramat dalam ketika melihat ekspresi Joana yang menatap benci pada makanan yang ia buat. Namu, putrinya tetap memakkannya, dan ia mengerti perasaan macam apa yang Joana rasakan.


“Uhuk!” Tiba-tiba Joana tersedak, hingga Hansel langsung bangkit lalu mengambilkan minum untuk Joana. Joana mengambil minuman itu dari tangan, Hansel kemudian meneguknya hingga tandas. Lalu setelah itu, ia menyimpan gelas dan pergi ke kamarnya begitu saja meninggalkan Hansel seorang diri di meja makan.


Joanna merebahkan kepalanya di ranjang, tatapan matanya lurus ke depan, ada air mata mendesak untuk dikeluarkan.


“Jangan menangis, Joanna. Jangan!” kata Joanna. faktanya, walau dia memang tidak membenci sang ayah, tapi dia masih merasa apa yang dilakukan sang ayah saat ini adalah hanya kepura-puraan.


Bagaimana mungkin sang Ayah berubah secepat itu. Selama 19 tahun, ayahnya tidak pernah memperhatikannya dan tiba-tiba Hansel berubah 180 derajat. Tentu saja itu terlalu aneh bagi Joana.


tiga bulan kemudian


Waktu berjalan begitu cepat, hingga Tak terasa ini sudah 3 bulan berlalu, dan selama 3 bulan ini pula Hansel mengucuri Joanna dengan kasih sayang.


Walaupun pada bulan pertama, Joana kerap bersikap dingin. Namun pada akhirnya, Joana luluh, karena ia begitu merasakan kasih sayang Hansel yang begitu meluap-luap, walaupun terkadang, tanpa sadar Joana masih bersikap dingin pada Hansel.


waktu menunjukkan pukul 08.00 malam, Hansel sudah selesai dengan acara memasaknya. Ia pun langsung berjalan ke arah meja makan untuk menyimpan makanannya dan bersiap untuk memanggil Joanna.


Ya, setelah Joana luluh, Joana tidak pernah mau makan masakan orang lain selain masakan sang ayah, dan inilah salah satu cara Hansel mengambil hati putrinya.


Setelah selesai menyimpan makanan itu di meja makan, Hansel langsung berjalan kamar Joanna, untuk memberitahukan bahwa makan siang sudah siap.


“Joana!” panggil Hansel saat membuka pintu dan ternyata Joanna sedang menonton saluran televisi.


“ Ayo, makan malam sudah!” siap kata Hansel Joana pun bangkit dari duduknya, kemudian mengikuti langkah Hansel.


“Ayah!” panggil Joana saat sudah duduk.


Hansel yang akan menyuapkan makanannya menoleh. “Apakah kau butuh sesuatu?” tanya Hansel.


“Bagaimana jika besok kita menaiki perahu jet untuk mengelilingi pulau Ini!” ajak Joanna dengan ragu. Walaupun hubungannya dengan sang ayah sudah sedikit mencair, tapi setiap dia ada permintaan, dia selalu ragu untuk mengucapkannya. Joana hanya takut Hansel menolak keinginannya seperti dulu.


Hansel tersenyum, kemudian mengelus rambut putrinya.


“Ayo!” jawab Hansel, membuat Joana mengembangkan senyumnya.


Saat mereka akan mulai makan, ponsel milik Hansel berdering, Ia pun menyimpan lagi sendok di tangannya, lalu ia mengambil ponselnya.


Satu panggilan masuk dari putrinya Stella, dan tanpa sadar Hansel pun mengangkatnya di depan Joana.


“Ya, Stella!” jawab Hansel saat mengangkat panggilannya. “Apa, kau masuk rumah sakit ... baik, ayah akan segera pulang, mungkin ayah akan tiba besok pagi!” Setelah itu, Hansel pun langsung mematikan panggilannya.


Joanna yang akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya menghentikan gerakannya, saat mendengar ucapan sang ayah. Bahkan ia langsung menatap ayahnya, terlihat jelas bahwa ayahnya begitu khawatir saat adiknya masuk rumah sakit


Dan lagi-lagi, Joanna harus merasakan rasa sakit yang luar biasa, karena mendengar apa yang barusan Hansel ucapkan.


“Joana sepertinya ayah harus segera pulang karena ....” tiba-tiba Hansel menghentikan gerakannya saat melihat ekspresi Joana.


“Joana!” panggil Hansel dengan panik.


Joana tidak menjawab, ia malah bangkit dari duduknya kemudian ia mengambil gelas lalu melemparkan air ke wajah Hansel. Sorot matanya menatap Hansel dengan tatapan amarah yang membara.


Mungkin bagi sebagian orang, ini adalah hal yang sepele. Tapi tidak bagi Joana, Ia baru saja mempercayai sang ayah, tapi nyatanya ayahnya kembali mematahkan hatinya.


Ternyata walaupun sang ayah sudah berubah, Ia tetap tidak diperioritaskan oleh ayahnya. padahal jelas-jelas dia pun membutuhkan sosok Hansel disisinya.


••••


“Bagaimana kondisinya?” tanya Hansel pada Vivian, setelah Vivian memeriksa Joanna. Setelah tadi masuk kedalam kamar, Rupanya Joana berteriak histeris, dan setelah itu Joana tidak sadarkan diri.


“Sebenarnya, kondisi mental Joana yang seperti ini berawal dari anda, Tuan. Permasalahannya dengan ibunya dan suaminya bukan penyebab utama. Di masa lalu, mungkin Joana membutuhkan anda menjadi pembelanya dan pelindungnya, tapi anda tidak ada dan tidak perduli padanya. Kini, kondisi Joana sudah membaik. Jadi Jika Anda memang tidak konsisten untuk membantu Joana, lebih baik anda mundur dan tinggalkan Joanna. Jika anda membuat Joana terhanyut lagi, Lalu Anda meninggalkannya itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Jadi pilihan ada pada anda, jika anda ingin pergi, pergilah sekarang!” kata Vivian, karena memang dia sudah mendengar apa yang terjadi barusan dari Hansel.


Hansel tampak tertegun saat mendengar ucapan dokter, kemudian ia melihat ke arah Joanna. “Aku akan tinggal di sini, aku tidak akan meninggalkan putriku lagi," jawab Hansel dengan yakin.


Satu lagi yang membuat Hansel tertampar


Sepertinya ia harus mengorbankan keluarganya yang lain. Anak-anaknya yang diluar negri sudah merasakan kasih sayangnya selama 18 tahun, dan sekarang ia ingin fokus pada Juana dan Monica.


•••


Joanna mengerjap, kemudian membuka matanya. Ia melihat ke sekelilingnya. blank ... otak kosong, dia tidak mampu memikirkan apapun lagi. Dan tak lama, ia mendengar suara pintu terbuka, hingga ia menoleh, ternyata Hansel yang datang ke kamarnya sambil membawa minum.


Dan saat melihat Hansel, ia mengingat semuanya. Joanna menarik selimut kemudian ia menyelimuti seluruh tubuhnya, ia menangis saat mengingat soal tadi.


Saat mengetahui Joana sudah sadar. Hansel mendudukan diri di sebelah putrinya, kemudian ia mengelus rambut Joana..


“Joana!” panggil Hansel. Namun, Joana tidak menjawab. Tangisan Joanna begitu pil, membuat hensel begit tersayat.


selama 3 bulan ini, ia pikir, ia sudah membuat putrinya bahagia. Tapi ternyata tidak.


”Johanna!” panggil Hansel lagi. Namun, Joana tidak menggubris panggilannya.


“Joana mulai detik ini ayah berjanji, ayah tidak akan meninggalkanmu, ayah tidak akan pernah kembali pada mereka, ayah akan benar-benar berada di sisimu!” kata Hansel. “Ayah berjanji, ayah tidak akan menghubungi mereka lagi!”


Seketika Joana melepaskan selimutnya, kemudian ia langsung bangkit dari berbaringnya. Lalu, ia menatap Hansel dengan wajah yang membasah


“Kemarikan ponsel dan dompet ayah!” kata Joanna dengan sedikit berteriak. Dengan patuh, Hansel memberikan dompet dan ponselnya


Joana pikir Hansel tidak akan memberikannya, karena ponsel adalah satu-satunya alat komunikasi ayah dengan keluarganya. Tapi ternyata Hansel malah memberikannya.


”Ayah tidak akan pernah menghubungi mereka lagi, kau juga boleh memakai semua milik ayah.’


“Ya, karena milik ayah adalah milikku. Selama 19 tahun ayah tidak pernah memberikan uang padaku, selama ini ayah hanya memperhatikan mereka. Apa ayah tahu jika aku ingin apapun, aku harus mengemis pada mommy dan aku harus melakukan keinginannya dulu!” Joana berteriak histeris.


Kali ini Hansel maju, kemudian membawa Joanna ke dalam pelukannya. Namun tak lama, Joana tertegun saat merasakan bahwa punggung ayahnya bergetar, ternyata Hansel menangis membuat Joana terpaku.


dua bulan kemudian


Jordan masuk ke dalam kamar, kemudian ia membanting tubuhnya di ranjang. Ini sudah 5 bulan Joana pergi, dan selama 5 bulan itu pula tidak ada komunikasi antara Joana dan Jordan


Namun setiap hari, Jordan bisa memantau Joana lewat Vivian. Satu yang Jordan syukuri, kondisi Joana benar-benar meningkat pesat.


Ya, kondisi Joana benar-benar membaik, setelah Hansel menyerahkan ponsel dan dompetnya. Joanna bisa sedikit tenang, ia tidak perlu lagi khawatir sang ayah akan menghubungi keluarganya dan meninggalkannya.


Jordan yang baru saja membaringkan tubuhnya melihat langit-langit, ia sungguh merindukan istrinya. Hingga tanpa sadar, Jordan terlelap.


Setelah dia terlelap, ia menndesahh, karena bermimpi istrinya memainkan senjatanya, hingga tanpa sadar tangannya bergerak ke bawah, memegang kepala seseorang.


Tunggu, Jordan yang sedang terlelap langsung membuka mata saat merasakan Ini seperti bukan mimpi, bahkan sekarang tangannya sedang berada di atas kepala seseorang yang sedang memainkan senjatanya dengan mulutnya.


Saat ia akan berteriak, ia menghentikan gerakannya saat melihat siapa yang sedang memainkan senjatanya. “Sayang!’ Jordan mengucek matanya , memastikan itu adalah benar-benar Joana dan ternyata ....


gengs plis inimah ya 500 komen yaaaaa