Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Berjanji


Tubuh Arsen bergetar, ia memeluk Gisel begitu erat. Bahkan sangat erat, seakan ia ingin meremukan tubuh-tubuh Gisel, begitupun Gisel. Ia membalas pelukan Arsen tak kalah eratnya.


Kedua insan yang sempat menahan rasa cinta kembali bersatu, karena mampu melunturkan ego masing-masing. Arsen ya kembali bersemangat dan Gisel yang berhasil meyakinkan dirinya sendiri bahwa Arsen adalah cintanya.


Sekarang, Arsen merasa, seluruh dunianya kembali menyala, kala dia mampu memukul ketakutannya, kala dia mampu memberanikan diri untuk melangkah lebih jauh.


Setelah berpelukan cukup lama, Arsen melepaskan pelukannya, kemudian ia menghapus air matanya. Lalu menangkup kedua pipi Gisel, dan juga menghapus air mata Gisel dengan kedua ibu jarinya.


“Aku akan menjadi lelaki itu, lelaki yang akan selalu membuatmu bahagia!” kata Arsen, matanya menatap Gisel dengan penuh ketulusan. Detik ia mulai melangkah, detik itu pula ia berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan lagi mengulang kesalahannya, ia akan mengabadikan seluruh hidupnya pada Gisel.


Gisel mengangguk. “Aku akan membunuhmu, jika Kau berubah lagi!”kata Gisel tangisnya kembali berlinang.


waktu menunjukkan pukul 11.00 malam, Arsen terus melihat jam di pergelangan tangannya, ia ingin membangunkan Gisel. Tapi, ia tidak tega untuk membangunkannya. Ini sudah 2 jam berlalu, semenjak mereka berpelukan dan setelah berpelukan, mereka hanya duduk di sofa dengan posisi Gisel memeluk pinggang Arsen.


Mereka tidak berbicara apapun lagi, Gisel hanya memeluk Arsen begitupun Arsen yang mengelus punggung Gisel, hingga Gisel tidur sambil meluk Arsen. Arsen menolehkan kepalanya ke arah samping, lalu ia mencium kepala Gisel.


Sebenarnya sedari tadi, ia ingin mencium Gisel hanya saja ia tidak seberani itu untuk melakukannya. Sekalipun mereka sudah menyatakan cintanya masing-masing. Tapi tetap saja. Ia takut Gisel, jijik kepadanya. Apalagi jika mengingat kelakuannya dulu. Itu sebabnya, ia lebih lebih menahan dirinya


“Giseel!” panggil Arsen dengan suara yang lirih, karena ia harus pulang ke apartemennya. Ia takut jika ia menginap di apartemen Gisel, ia akan bertemu dengan Gabby dan Gabrie. Karena ia masih belum berani untuk menemui mereka di depan Gisel.


Ia akan berbicara dengan Gabriel dan Gaby di belakang Gisel, agar Gisel tidak mendengar percakapan mereka. Ia tidak ingin Gisel tertekan, Arsen berpikir, Gabriel dan Gabby masih belum merestui mereka


“Kau tidak tidur?” tanya arsen


“Jangan berbicara lagi!” kata Gisel, karena memang sedari tadi ia tidak tertidur, ia hanya ingin menikmati waktu bersama Arsen dan menahan Arsan di apartemennya, ia tidak ingin Arsen pulang, karena ia takut, Arsen berubah pikiran lagi.


“Gisel, aku harus pulang!” kata Arsen, seketika Gisel melepaskan pelukannya kemudian menegakkan tubuhnya lalu menatap Arsen.


“Kau tidak boleh pulang!” kata Gisel, membuat Arsen mengerutkan keningnya.


“Why? ini sudah malam dan aku harus beristirahat!” balas Arsen lagi “Aku tidak mungkin beristirahat di sini.”


“Setelah pulang, kau pasti akan berubah kau aku pasti akan menjauh lagi dariku!” kali ini Gisel menunduk, membuat Arsen menghela nafas, lalu ia menggenggam tangan Gisel dan menarik dagu Giseel dan melihat ke arahnya.


“ Aku berjanji, aku tidak akan berubah lagi tapi aku juga harus pulang, tidak mungkin aku di sini!” kata Arsen.


Gisell


hari ini dua bab dulu ya. Oh ya. Sebentar lagi ketemu paman Miko Leticia di kisah Jordan Ayana ya. Jadi nanti di ceritain karma yang di dapat.


Gas komen gengs..500 komen gengs