Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Romantica


“Na-Nael ....” Gabby berbicara dengan bibir bergetar, ia begitu gugup saat Nael menindihnya. Nael tidak menjawab, seluruh tubuhnya sudah panas, wajahnya sudah memerah..


Sebenarnya sedari tadi di mobil Fantasii nakal sudah menari-nari di otaknya, apalagi untuk pertama kalinya dalam 10 tahun Ia akan kembali menjamah tubuhku Gabby, dan hanya tubuh Gabby yang pernah Nael sentuh. Itu sebabnya, setelah sampai di vila, ia langsung menerjang tubuh Gabby


“Jangan menyuruhku menahannya, Baby!” Karena aku tidak akan pernah bisa menahan lebih lama lagi.” Nael menutup ucapannya dengan mencium bibir Gabby, ciumann Nael begitu mesra. Hingga, Gabby pun membalasnya dengan mesra.


Perlahan, ciumann Nael turun ke leher, ia bermain-main di leher Gabby, membuat Gabby melenguhh. “Nael!”Gabby memberanikan diri berbicara, hingga mengganggu aktivitas Nael yang sedang bermain di leher Gabby dan Nael pun menegakkan kepalanya.


“Aku harus mengganti gaunku dulu, aku juga belum bersiap-siap. Aku ingin memberikan sesuatu yang spesial untukmu!”


“Spesial?” tanya Nael dengan seringai yang lebar.


“Hmm, spesial!” Gabby menggigit bibirnya menggoda Nael, membuat Nael menggeram kesal. Nael menggulingkan tubuhnya, setelah itu Gabby bangkit dari berbaringnya begitupun begitu pun Nael juga bangkit turun dari ranjang untuk membuka tuxedo yang ia pakai, hingga kini, tubuh Nael polos tanpa sehelai benang pun, dan dia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, seraya memainkan bagian tubuhnya yang telah menegang.


10 menit kemudian, terdengar suara derap langkah hingga Nael yang sedang fokus memainkan miliknya langsung menoleh, matanya membulat saat melihat Gabby memakai lingerieee yang sangat-sangat menggoda. Nael pun turun dari ranjang kemudian ia menghampiri Gabby.


“Waw Baby ....” Nael tak bisa berkata-kata saat begitu luar biasanya Gabby, di mata Nael Gabby begitu sempurna. Gabby menyeringai, dan mendorong tubuh Nael, hingga Nael yang terjatuh di ranjang dan


Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, mereka lalui dengan suasana yang panas dan bergairahh, mereka seolah menembus waktu yang terlewat, seolah tidak pernah cukup, mengulangi kegiatan mereka berkali-kali, hingga akhirnya Gabby langsung terjatuh dalam pelukan Nael, karena merasakan lelah yang luas biasa.


Waktu menunjukan pukul 10.00 pagi, Gabby mengerjap, kemudian Ia membuka matanya Ia lalu meringis, tubuhnya terasa remuk. Bagaimana tidak, mereka tertidur pukul 04. dini hari.


Gabby melihat ke sisinya, ternyata sudah tidak ada Nael di sampingnya, tak ingin lelah berpikir kemana suaminya, Gabby kembali memejamkan matanya lagi, karena ia merasa tubuhnya benar-benar. Nael benar-benar membuktikan ucapannya, ia benar-benar menggempur Gabby habis-habisan.


Nael masuk ke dalam kamar, rupanya Nael baru saja selesai berenang, wajahnya tampak berseri-seri, berbeda dengan Gabby yang tanpak kuyu karena kelelahan.


Nael mendudukkan diri di sebelah Gabby, kemudian ia mengelus pipi Gabby. Gabby yang sempat kembali terlelap kemudian membuka matanya, sadar Nael melihatnya Gabby menarik selimut kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya. “Jangan melihatku, mukaku jelek ketika baru bangun tidur!” kata Gabby membuat Nael tertawa, Nael menarik seluruh selimut Gabby, kemudian dengan sekali gerakan Nael menggendong tubuh Gabby, membuat Gabny menjerit.


“Nael!” teriak Gabby, Nael malah berlari ke arah kamar mandi sambil menggendong tubuh Gabby, lalu Hanya mereka yang tahu apa yang terjadi di dalam kamar mandi.


Gas Komen Gengs, maafin ya baru up. Aku up 4 bab lho