Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Pertanyaan yang menjebak


Gabby menyeringai, saat melihat wajah Arsen yang kebingungan dan seperti ketakutan. Rasanya, menyenangkan ketika Arsen terlihat ketakutan dan terlihat bingung saat berhadapan dengan sang ayah, dan inilah salah satu yang Gabby inginkan, ia tak ingin Arsen mengalami ketenangan dalam hidupnya, ia ingin, Arsen terus merasakan ketakutan.


“Arsen!” panggil Stuard. Ia kembali memanggil Arsen karena Arsen tak kunjung menjawab ucapannya. Baru saja Arsen akan menjawab, Yura sudah datang menghampiri Arsen.


“Kakak, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Kenapa kau menarik mobilku?” tanya Yura, wanita itu belum tahu, bahwa bahwa semua sedang memperhatikan dia.


Arsen memberi isyarat pada Yura lewat matanya, hingga Yura tersadar. Ia pangsung melihat ke sekelilingnya, di mana ada Stuard Simma dan kakak iparnya, atau yang sekarang jadi mantan kaka iparnya.


Wajah Yura langsung menegang ketika menyadari ekpresi sang Kaka. “Se-selamat sore Aunty ... Uncle!” ucap Yura yang menatap Stuard, lalu menunduk hormat dan dibalas senyuman oleh Stuard. Namun senyuman Stuard kali ini, menyiratkan tanda tanya yang cukup besar.


“Ada apa Yura? kenapa mobil ma ditarik oleh kakakmu?” tanya Stuard lagi, seketika Yura langsung melihat ke arah Arsen, membuat Arsen terdiam. Jika saja Yura salah menjawab, maka semuanya akan hancur berkeping-keping


“Aku ingin mengganti mobil Yura dengan mobil yang baru dan yang lebih mahal,” jawab Arsen tiba-tiba, ia memotong ucapan Yura yang akan menjawab. Sebabnya, ia takut, sang adik akan menghancurkan segalanya.


“Memangnya mobilmu kenapa? Bukannya saat itu, Gabby membelikan adikmu mobil yang sangat mewah? Gabby juga selalu menjamin, dengan mendatangkan mekanik setiap bulan agar mobil kalian terawat. Dan sekarang, kau ingin memberi mobil mewah yang seperti apa lagi?” ucap Simma dengan sedikit sinis. Sejujurnya, ia kurang menyukai Arsen dan keluarganya.


Ya, Simma sama seperti Gabriel, yang tidak terlalu suka pada Arsen dan keluarganya. Sebenarnya, dulu sebelum Gabby menikah dengan Arsen, Simma cukup menyukai Arsen.


Tapi, saat Gabby sudah menikah dengan Arsen, semuanya berubah. Semua adik-adik Arsen dan keluarga Arsen mulai berani untuk merengek pada Gabby. Bahkan, ibu Arsen pernah blak-blakan meminta tas milik Simma yang merupakan hadiah dari Stuard, dan di rancang khusus oleh designer tas dunia, dan tentu saja Simma tak memberikannya, dari situlah pandangan Simma pada keluarga Arsen berubah.


Dada Arsen kembali, berdegup kencang kala mendengar ibu mertua yang berbicara. Ia kembali menoleh ke arah Gabby, dan lagi-lagi, Gabby menyeringai, melihat Arsen yang kebingungan.


“Mobilmu di garasi sangat banyak, Gabby juga menghadiahkan mobil mewah padamu tahun lalu. Jadi, untuk apa kau ngambil mobil adikmu?" kata Simma.


Mendengar ucapan ini mertuanya. Arsen terdiam. Rasa panik kembali menderanya. Rasa lega yang baru saja di rasakan itu hanya sebentar. Karena pada nyatanya, sang ibu mertua memberikan pertanyaan menjebak untuknya.


“Sudah .... Sudah, ayo kita makan, Daddy sudah lama tidak makan bersama kalian.” kali ini Stuard yang menengahi, karena ia merasa, situasi mulai memanas.


“Sepertinya, masakan juga sudah siap. Bagaimana jika kita makan sekarang,” ucap Gabby. Simma dan Stuard pun langsung berjalan ke arah ruang makan, sedangkan Gabby langsung menghampiri Yura dan Arsen.


“Aku yang menarik mobilmu!” kata Gabby penuh penekanan, membuat Yura menatap tak percaya pada Gabby.


“Ma-maksud kakak?” tanya Yura.


“Aku menarik fasilitas untuk keluarga kalian. Aku juga akan menarik mobil ibumu, dan akan aku tarik besok,” kata Gabby lagi, membuat mata Yura semakin membulat.


“Apa itu benar? tanya Yura, sekarang ia menatap sang kakak dengan tatapan tak percaya. Arsen terdiam, Ia tidak mampu menjawab ucapan Yura. Karena apa yang diucapkan Gaby adalah benar.


Scroll gengs aku up 3 bab