
Nael bangkit dari berlututnya, kemudian menghapus air matanya. Namun tak lama, ia memalingkan tatapannya kearah lain karena ia tak kuasa menahan tangisnya.
Seerapapun banyaknya tangis haru yang sudah ia keluarkan. tapi rasanya tangis itu tidak cukup untuk menggambarkan kebahagiaannya. Beberapa jam lalu, ia begitu takut tidak bisa melihat kedua putrinya lagi. Tapi Sekarang putrinya berada di depannya,ndan pada akhirnya ia berhasil mendapatkan Maaf dari Laura dan Naura.
“Ayo kita pulang!” Nael mengulurkan tangannya pada Laura dan Naura, sedangkan Laura dan Naura saling tatap.
“Daddy, gaimana jika kita bermain pasir. Kami ingin bermain pasir bersamamu.” Kali ini Naura yang berbicara. Sungguh setiap Naura memanggilnya Daddy, Nael ingin mengabadikan momen itu, ia ingin selalu mendengar Putri bungsunya memanggilnya dengan kata Daddy.
Nael kembali memalingkan tatapannya ke arah lain, karena tangisnya kembali berlinang. Naura dan Laura langsung maju ke arah sang ayah. lalu memeluk kaki Nael.
“Ayo Daddy, kita bermain pasir!” ajak Laura. Di masa lalu, mereka tidak pernah mendapatkan momen apapun bersama Nael dan ketika semua rasa sakit sudah selesai, Mereka ingin menikmati setiap momen yang telah terlewatkan
Nael masih berusaha menghentikan tangisnya, kemudian ia mengelus rambut kedua Putri kembarnya yang sedang memeluknya kakinya.
“ Ayo kita bermain pasir!” ucap Nael, ia menggandeng tangan Laura dan Naura Kemudian mereka pun menghabiskan waktu bersama di pantai.
••••
“Arsen kapan kau kemari?” tanya Nael ketika ia dan kedua putrinya masuk kedalam villa. Ia langsung bertanya ketika Arsen sedang duduk di sofa.
Arsen tidak menjawab, ia menyipitkan matanya saat Nael menggenggam tangan Laura dan Naura, kemudian Arsen menarik sudut bibirnya. Ia ikut bahagia ketika Nael sudah mendapatkan hati kedua putrinya.
Arsen bangkit dari duduknya, kemudian ia menghampiri Nael lalu ia berjongkok menyetarakan diri dengan Naura.
“Hai anak manis,” kata Arsen. Naura tampak menelisik wajah Arsen emudian Ia seperti terpikirkan sesuatu.
“Paman apakah kita pernah saling bertemu?” Naura bertanya karena ia merasa tak asing dengan wajah Arsen.
“Ah, ia. Bukankah paman yang berfoto bersama Mommy saat Mommy menggunakan gaun pengantin.” Kali ini, Laura yang menjawab Karena mereka pernah tak sengaja, melihat foto Gaby Dan arsen ketika Arsen dan Gabby selesai melakukan pemberkatan
Nael membulatkan matanya saat mendengar ucapan Naura dan Laura.
“Mommy menyimpannya di gudang,” jawab Naura, membuat Nael menghela nafas lega.
“Hmm Paman dan Mommy pernah ....”
“Kalian pergi kamar dulu oke, bersihkan diri kalian. Setelah itu kita makan bersama," ucap Nael yang memotong ucapan Arsen.
Laura dan Naura pun mengangguk, Mereka pun pergi kearah kamar.
“Aku senang kalian sudah berbaikan!” kata Arsen tiba-tiba. Nael yang akan mencela Arsen tiba-tiba menghentikan niatnya, saat melihat wajah Arsen yang pucat
“Arsen kau tidak apa-apa?” tanya Nael, Arsen terdiam.
“ memangnya aku kenapa," Jawab Arsen sambil terkekeh. Namun Nael bisa merasakan ada yang disembunyikan oleh Arsen.
Arsen pun berbalik, kemudian ia mendudukkan diri di sofa. Sedangkan Nael mengikuti langkah Arsen. Namun, ia tidak duduk karena celananya dipenuhi oleh pasir.
“Arsen, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu?” tanya Nael. Lagi-lagi, Arsen terdiam.
“Tidak apa-apa, aku hanya belum tertidur selama 4 hari,” ucap Arsen, seketika mata Nael membulat.
“kau tidak meminum obat mu?” kali ini Nael sedikit berteriak, ia terlalu terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Arsen.
“Hmm, aku tidak minumnya Aku berusaha untuk tidak tergantung lagi dengan obat itu.” Nael mengusap wajah kasar saat mendengar Ucapan Arsen.
Setelah dibebaskan oleh Stuard, Arsen mengalami trauma yang mendalam, akibat siksaan dari Stuard, Hingga ia tidak bisa tertidur ketika malam, ia tak bisa melihat cahaya yang terlalu terang, itu sebabnya ia selalu meminum obat tidur selama bertahun-tahun. Tapi sekarang, ia tidak bisa meminumnya lagi karena sesuatu.
Gas komen gengs, sedih bet sepi banget komennya.