Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Raymond vs Jordan


“Kenapa kau membawaku ke sini Tuan?” tanya Ayana, ketika mobil yang kendarai Raymond ada di di basement apartemen.


“Ada apartemenku yang tidak terpakai dan kau bisa tinggal di sana,” jawab Raymond, ia tidak ingin Ayana dan Moa tinggal di rumah lama, karena Raymond tidak mau, Jordan menggangu Ayana dan Moa.


Ayana mengerutkan keningnya. “Ma-maksud anda. Aku tinggal di apartemen?” tanya Ayana dengan bingung.


“Anggap itu fasilitas dari perusahaan, putrimu juga mendapatkan tunjangan dari perusahaan dan dia bisa bersekolah di yayasan milik perusahaanku.”


Saat mendengar ucapan Raymond, ia melihat ke arah belakang di mana Moa sedang tertidur..


“Terima kasih, Tuan.” ucapnya


” Ayana!” panggil Raymond.,Ayana mengangkat kepalanya, kemudian menoleh.


“Tolong jangan panggil aku tuan lagi!” pinta Raymond, Ayana menggigit bibirnya.


“Tapi, kau bosku. Tak mungkin Aku memanggilmu hanya dengan nama saja," jawab Ayana.


“Kau bisa memanggilku Raimond, jika kita sedang berdua!” balas Raymond lagi. “Ayo kita turun!” ucap Raymond, beruntung saat mereka dalam perjalanan. Raymond membelikan Ayana pakaian, hingga sekarang, Ayana sudah memakai pakaian yang tertutup.


Saat ayahnya akan membukakan pintu belakang,. dan berniat menggendong Moa, Raymond menarik tangan Ayana.


“Biar aku yang menggendong putrimu,” ucap Raymond. Saat Ayana akan menolak, Raymond sudah terlebih dulu membuka pintu mobil dan dengan pela, Raymond pun langsung menggendong Moa lalu berjalan ke arah lift dan Ayana mengikuti di belakang.


•••


Jordan mencengkeram erat setir kemudi, napasnya memburu. Emosinya berada di ubun-ubun saat melihat Raymond dan Ayana.


Tanpa Raymond sadari, ternyata Jordan mengikuti Raymond saat Raymond menyusul Ayana ke Bar. Bukan hanya Raymond saja yang kalang kabut karena Ayana tidak ada, Jordan pun sama. Ia begitu kalang kabut saat Ayana tidak ada.


tanpa Jordan sadari, sebenarnya ia mulai penasaran dengan mantan istrinya.


dan ketika ia berhasil meretas komputer Ayana, ia yakin Raymond memecatnya dan Jordan pikir, Ayana akan mencari pekerjaan di tempat lain. Tapi ternyata Jordan salah, dua minggu ini ya kehilangan jejak Ayana dan setelah kehilangan jejak Ayana ada rasa yang tak biasa menerpa di diri Jordan, semacam penasaran. Namun, ia tidak mau mengakuinya.


Dan setelah dua minggu berlalu, rasanya penasaran Jordan semakin menjadi-jadi. ia ingin memastikan dan datang ke perusahaan Raymond. Entah kenapa, Jordan berharap Ayana kembali bekerja di kantor Raymond. Padahal sebelum-sebelum dialah yang ingin Ayana dipecat dan tepat setelah ia datang ke perusahaan Raymond, ternyata Raymond keluar dari perusahaannya. Hingga Jordan mengikuti Raymond, dan ternyata Raymond pergi keluar kota untuk menjemput Ayana.


•••


“Tuan, apa kau yakin memberikan fasilitas apartemen ini untuk kami, anda yakin kami boleh tinggal di sini?" tanya Ayana, di masa lalu mungkin Ayana akan senang tinggal di apartemen mewah seperti ini. Tapi sekarang, ia justru takut. Ia takut ada maksud tersembunyi dari Raymond karena memberikan apartemen ini padanya, karena walau bagaimanapun ia tidak bisa percaya pada siapapun.


“Jangan banyak berpikir, kau bisa bekerja tiga hari lagi 3 hari lagi, kau bisa beristirahat selama 3 hari dan setelah itu kau harus masuk bekerja. Kalau begitu aku pergi!” Saat Raymond berbalik, tanpa sadar Ayana menarik tangan Raymond hingga Raymond kembali menoleh. Namun tak lama Ayana tersadar.


“Maaf ... maaf, tuan. Aku tidak sengaja.”


“Apa ada yang ingin kau katakan?” tanya Raymond.


“Terima kasih sudah mau menarikku lagi menjadi sekretaris Anda, tuan.”


Raymond mengangguk. Setelah itu, Raymond berbalik, dan tepat ketika Raymond berbalik, tiba-tiba jantung ayena berdetak dua kali lebih cepat, melihat Raymond bersikap hangat rasanya ini begitu asing bagi Ayana.


Setelah terdengar pintu tertutup, Ayana memutuskan untuk beristirahat berbunyi. Namun, saat ia akan masuk kedalam kamar, bel berbunyi. Ayana berpikir itu Raymond yang kembali lagi. Hingga Ayana membukakan pintu. Saat membuka pintu, Mata ayahnya membulat saat melihat Jordan di depannya,


“Sudah lama sekali kita tidak bertemu,” ucap Jordan dengan menyeringai. Rupanya tadi Jordan mengikuti Ayana dan Raymond.


“Pergi dari sini! kita tidak ada urusan lagi!” teriak Ayana. Namun, Jordan hanya menyeringai. di mata Ayana, saat ini Jordan seperti psikopat.


“Pergi! Kita tidak memiliki urusan lagi!” Ayana yang ketakutan, langsung berniat menutup pintu apartemen..Namun, Jordan dengan cepat menahan pintu tersebut. Saat Jordan akan menyusul masuk, tiba-tiba ....


Bug


Seseorang menendang punggung Jordan, ternyata Raymond yang menendang punggung Jodan, hingga Jordan terhuyung dan hampir menabrak tubuh Ayana, beruntung Ayana segera menyingkir. Hingga Jordan terkapar di lantai.


Secepat kilat, Raymond pun langsung menindih tubuh Jordan, kemudian menghajar wajah Jordan secara membabi buta.


Seketika


Seketika gas komen dulu ye Wak