Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Rasakan Apa Yang Aku Rasakan!


Setelah memarahi Yosha, Gaby pun langsung pergi mendahului Arsen, dan langsung melihat ke arah Yosha.


“Yosha, kau bereskan ini, jangan sampai membuat Kaka iparmu marah,” ucap Arsen pada Yosha. Yosha pun menganggukkan kepalanya. Setelah berbicara pada Yosha, Arsen langsung mengikuti langkah Gabby.


Saat melihat punggung Gabby. Tiba-tiba ada perasaan aneh yang mendera Arsen. Kemarin-kemarin, Arsen tidak pernah merasakan perasaan ini.Tapi sekarang, ia merasa di depannya bukan istrinya. Tapi, Gabby yang lain.


Saat berjalan, Gabby menyeringai, ada rasa kepuasan tersendiri bagi Gabby ketika melihat Arsen saat ini.


Gaby berjalan menuju ruang tamu, kemudian ia mendudukkan diri di sofa, membuat Arsen mengerutkan keningnya. Harusnya, mereka berbicara di kamar, karena ini cukup pribadi.Tapi yang terjadi, Gabby malah mengajaknya berbicara di ruang tamu.


“Jangan duduk di sebelahku, duduk di sana,” ucap Gabby, ketika Arsen mendudukan dirinya di sebelah Gabby. Arsen mengusap wajah kasar, kemudian ia menaruh tas lalu ia duduk di seberang Gabby.


“Gabby apa tak sebaiknya kita berbicara di kamar?” tanya Arsen. Gabby menggeleng. “Tidak, bicara saja di sini! apa yang ingin kau bicarakan.”


“Dari mana kau selama berapa hari ini? kau kau pergi bersama siapa?” Tanya Arsen. Ia berusaha untuk memusatkan pandangannya pada leher Gabby.


Gabby yang mengerti akan tetapan Arsen berpura-pura mengibaskan rambutnya, agar menuruti lehernya agar noda merah itu tidak terlihat di hadapan Arsen. Ini belum saatnya Arsen tahu, tentang apa yang dilakukannya dengan Nael.


Ia hanya ingin, Arsen curiga dan Arsen akan tersiksa dengan perasaannya. Sama seperti Gabby dulu. Dimana Gabby selalu menebak-nebak dan selalu curiga pada Arsen tapi tidak mempunyai bukti, walaupun pada akhirnya, nyatanya kecurigaannya benar .


”Memangnya ada apa? kenapa kau bertanya aku pergi dengan siapa?”Tanya Gebby dengan santai, ekspresi wajahnya, seperti tak berniat untuk menjawab pertanyaan Arsen, membuat Arsen mengusap wajah kasar, ia berusaha menghela nafas kemudian menghembuskannya.


Jujur saja, saat ini, emosi arsen sudah membuncah, ia merasakan amarahnya berkobar, saat membayangkan apa yang dilakukan istrinya. Padahal, kemarin-kemarin Ia pun larut dengan Kristin.


“Kau yakin, kau hanya sendiri?” tanya Arsen Gabby bangkit dari duduknya, kemudian menatap Arsen.


”Apapun yang kulakukan diluar, bukan urusanmu, dan tak ada hubungannya denganmu. Bersikap baik selama disini. Kau tau, Gabriel masih berbaik hati untuk tidak memberitahukan semua pada Daddyku. Jika saja Daddyku tahu, maka kalian selesai. Perusahaan yang selama ini keluarga Kalian bangga-banggakan akan hancur ditangan Gabriel dalam sekejap. Kau hanya perlu patuh padanya, dan ingat bulan depan. Kau harus mentransfer uang untuk untukku! kau mengerti.”


Setelah mengatakan itu, Gabby pun pergi. Namun, tak lama, ia kembali menghentikan langkahkan kemudian menoleh ke arah Arsen.


“Mobil yang di pakai Aurel adalah mobilku. Jadi beritahu adikmu untuk memberikan mobil itu padaku,” kata Gabby lagi.


Beberapa tahun lalu, Aurel adik bungsu Arsen pernah meminta Gabby membelikannya mobil mewah, dan Gabby pun menuruti keinginan adik iparnya.


Dan sekarang, Gabby akan menarik kembali semua barang dan semua hal yang pernah ia berikan pada keluarga Arsen


Geser gays aku up 3 bab