Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Keputusan Nael


“Dad, ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Gabby ketika Nael tampak gelisah. Nael menggeleng, ia mengambil teh dari tangan Gabby.


“Tidak sayang, aku tidak apa-apa,” balas Nael. padahal jelas-jelas Ia sedang memikirkan Laura.


“Kenapa semenjak anak-anak pulang kau seperti tidak bersemangat dan seperti mempunyai beban pikiran yang banyak. apa ada yang mengganggu pikiranmu?” Gaby mengajak Nael untuk duduk, ia mengajak berbicara lembut pada Nael, agar Nael bercerita padanya.


“Sayang, apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan Laura?” tanya Nael, dan benar saja Nael mengatakan semua keriusaannya pada Gaby.


Gabby tampak terdiam, ia menggeleng. “Tidak aku rasa, dia baik-baik saja!” balas Gabby.


“ Tapi aku merasakan ada yang lain dengan Laura dan Andre!” Nael kekeh dengan pendapatnya.


Gabby mengusap dada Nael.“Mereka baik-baik saja!" kata Gabby. Naek menggeleng.


“Tidak sayang, aku lebih tahu Laura. Dari matanya saja, aku bisa melihat ada yang terjadi dengan Laura.” Nael masih tetap dengan pendapatnya sendiri.


“Jika kau tidak tenang, pergilah! susul mereka. Mereka baru saja dari sini dan pasti akan ada yang terjadi jika memang hubungan mereka tidak baik!” titah Gabby.


“Aku akan menyusul Laura, tolong katakan pada Jimmy dan Charles jangan tidur terlalu malam!” balas Nael yang memerintahkan Gaby untuk menyuruh kedua anak kembar mereka untuk tidak begadang.


•••


Nael menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sebenarnya ia ragu-ragu untuk menyusul ke apartemen anak dan menantunya. Tapi entah kenapa, feelingnya mengatakan bahwa ada yang tidak beres. Dan benar, kata Gabby. Ia akan tahu yang sebenarnya jika ia datang secara tiba-tiba.


Saat Nael melewati jembatan, Nael menyipitkan matanya saat melihat seorang wanita sedang berjalan seorang diri. Mata Nael membulat saat menyadari siapa wanita itu, dari pakaian yang wanita itu kenakan, Nael tahu, itu adalah Laura, putrinya.


Nael langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat penuh, dan setelah ia sampai di dekat Laura. Ia langsung memarkirkan mobilnya di sisi, lalu turun dari mobil.


“Laura!” panggil Nael, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat Laura sedang berjalan sambil menangis.


Saat ada yang memanggilnya, Laura mengangkat kepalanya. “Daddy!” panggilnya. Dengan hati yang pedih, ia berjalan dengan cepat ke Nael. Lalu menubruk tubuh sang ayah, ia memeluk Nael dan menumpahkan tangis pilunya. Demi apapun, hanya ini yang Laura butuhkan, sebuah pelukan dan elusan di punggung.


Saat Laura memeluknya, Nael tidak berbicara. Ia memeluk erat putrinya.. Benar dugaannya ada yang terjadi. “Tenang, Laura. Ada Daddy di sini!” Nael mengelus punggung Laura, membiarkan Laura tenang dalam pelukannya. Namun bukannya tenang, tangis Laura malah semakin menjadi-jadi.


•••


“Sudah Laura, jangan menangis lagi!” ucap Nael


Ia bingung, bagaimana harus menenangkan Laura.Padahal ini sudah 2 jam berlalu.


Saat ini, Nael dan Laura sedang duduk di sofa. Saat masuk ke dalam hotel, Laura sama sekali tidak melepaskan pelukannya dari Nael. Rasanya, menangis dipelukan sang ayah benar-benar bisa membuatnya lega.


Namun saat tiba di hotel, setelah 2 jam berlalu Laura belum menghentikan tangisnya.


15 menit kemudian, tangis Laura mulai reda hingga akhirnya Nael melepaskan pelukannya dari putrinya. Lalu ia menggenggam tangan Laura.


“Laura, katakan apa yang terjadi. Kenapa kau bisa berjalan seorang diri? apa Andre menurunkanmu?” tanya Nael. Ia langsung bertanya pada intinya.


Laura mengangguk, membuat Nael memejamkan matanya, rahangnya mengeras. Dia akan membuat perhitungan dengan menantunya.


“ Ada apa dengan kalian, kenapa dengan Andre bisa menurunkanmu?” tanya Nael dengan dada yang bergemuruh. Laura tampak terdiam, dan pada akhirnya, Laura mengatakan semuanya pada Nael, tentang apa yang terjadi di rumah tangganya dan tentang perasaan Andre pada Naura dan alasan Andre menikahinya.


Amarah berkobar hebat saat mendengar ucapan Laura. Rasanya ia ingin menghancurkan tubuh menantunya. “Laura apa kau bodoh, kenapa kau bertahan dengan ....” Nael menghentikan ucapannya kalau Laura terlihat terkejut dengan nada suaranya yang meninggi.


“Laura!” Nael kembali menggenggam tangan Laura.


“Dengarkan ini Laura!’ kata Nael. “Daddy tidak akan pernah lagi mengizinkanmu bersama dengan Andre ....”


“Aku pun sebenarnya ingin pergi darinya. Aku tidak ingin terus terjebak dalam rasa sakit. Tapi ada anakku yang membutuhkan kasih sayang ayahnya, aku tidak ingin anakku mengalami hal sama seperti aku alami dulu. Aku tidak ingin anakku tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.”


Nael mengusap wajah kasar saat mendengar ucapan Laura. “Dengarkan Daddy. Daddy akui Daddy bersalah padamu di masa lalu, dan ampuni Daddy aatas itu. Tapi Dadddy tidak akan pernah membiarkanmu seperti ini. Cukup Mommymu yang merasakan rasa getir dan Daddy, tidak ingin kau atau Naura mengalami hal yang sama. Kau tidak perlu memberitahukan anakmu siapa ayahnya, Daddy akan memberikan yang terbaik untuk anakmu sampai anakmu akan lupa siapa ayahnya.” Nael menghentikam sejenak ucapannya, kemudian ia menghapus air mata Laura.


“Jadi tolong, jangan menyiksa dirimu sendiri lagi. Ini memang berat. Tapi percayalah, jika kau melepaskan Andre, maka semuanya akan selesai dan kau tidak pernah merasakan sakit lagi.”


Nael berusaha memberi pengertian pada putrinya. “Saat dulu Daddy masih jahat pada kalian, kalian pernah mengatakan, bahwa kalian sering melihat mommy menangis diam-diam


Apakah kau ingin seperti itu.Tidak, Daddy tidak ingin kau seperti mommymu dulu. Mau tak mau, suka tak suka Kau harus mengikuti apa yang Daddy katakan. Daddy tidak akan pernah membiarkan kau bersama dengan laki-laki itu!”


“Jadi bagaimana?” tanya Nael, berharap Laura setuju dengan usulannya.


Laura mengangkat kepalanya ya menghela oksigen sebanyak-banyaknya, ucapan sang ayah menamparnya. Benar, ia akan terus merasa sakit jika bersama lelaki yang tidak mencintainya.


“Hmm, Dad. Aku ingin berpisah dengannya.” Pada akhirnya, kata-kata itu keluar dari mulut Laura, kata-kata yang tidak pernah ia bayangkan kan keluar dari mulutnya.


“Bagus! Daddy akan mengurus semuanya.”


Sedangkan Andre


Gengs aku kan jaran minta vote, gas lah vote dulu ya biar aku semangat keburt Gabby, setiap hari Minggu aku kan libur tapi kalo vote naik aku pasti ga libur dan up panjang banget